Home / Kartun

Sabtu, 18 Juni 2022 - 16:01 WIB

Kartunis Senior Yogyakarta FX Subroto Meninggal Dunia

FX Subroto di depan kantor Redaksi Djaka Lodang pada 1994. Foto: Dok.Keluarga

FX Subroto di depan kantor Redaksi Djaka Lodang pada 1994. Foto: Dok.Keluarga

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Kartunis senior FX Subroto meninggal dunia, Sabtu (18/6/2022) sekira pukul 11.45 WIB siang tadi di RS Panti Rapih Yogyakarta.

“Nyaosi kabar menawi dinten punika bp. Subro sampun kapendet kaliyan Gusti. (memberi kabar bahwa hari ini bp. Subro dusah dipanggil Tuhan),” demikian pesan singkat yang dikirim Isti, anak menantu FX Subroto.

Diketahui, kartunis yang dikenal dengan inisial Subro pada setiap karya-karyanya ini beberapa waktu belakangan ini menderita sakit dan dirawat di RS Panti Rapih hingga akhir hayatnya.

Salah satu karya FX Subroto yang dibuat pada 1992. Foto: Katalog Kartunistimewa.

“RIP🙏🏼 mas Subro, sugeng tindak wontening Dalem Kaswargan Gusti Allah,” ucap Gatot Eko Cahyono, mantan kartunis koran sore Suara Pembaruan.

“Innaalilahi wa innaailaihii raji’un, duacita yang amat dalam atas wafatnya Bpk FX Subroto, Guru kehidupan saya, Guru kartunku dari awal. Semoga Tuhan YME memberi jalan terang menuju alam Keabadian dan menempatkan arwah beliau di tempat yang sebaik2nya sesuai dengan amal kebaikannya. Selamat jalan, kakakku, Guruku FX Subroto. Beristirahatlah dalam Damai,” ungkap Sudi Purnomo (Non-O) kartunis senior Yogyakarta yang tinggal di Jakarta sesaat setelah mendengar kabar tersebut.

Baca juga   Joen Yunus, Kartunis dengan Semangat Nasionalisme yang Tekun Berkarya untuk Pasar Global

Dikutip dari katalog pameran Kartunistimewa Jogja Cartoon Exhibition (2017), FX Subroto lahir di Yogyakarta pada tahun 1945 dan turut mendirikan Paguyuban Kartunis Yogyakarta (PAKYO) pada 5 Desember 1979 silam.

Karya Subro bahkan menjadi gambar poster pameran kartun pertama di Yogyakarta yang dihelat pada 1979 di Gedung Seni Sono, kompleks Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta.

FX Subroto saat masih produktif ngartun. Foto: Dok.Keluarga

Subro pernah mengisi lambar kartun di Majalah Anak-anak Gatotkaca Yogyakarta dengan tokoh bernama Si Gundul (1975 – 1978).

Mengisi kartun opini di koran harian Berita Nasional Yogyakarta pada periode 1979 sampai 1989.

Pada periode 1980 sampai 1989 kartun Subro menghiasi halaman Harian Sore Suara Pembaruan (Jakarta) dengan tokoh bernama Mat Sentil, dan di Harian Sore Wawasan (Semarang) dengan tokoh John Gabrus.

Karyanya juga muncul di Majalah anak-anak Kawanku (Jakarta) dengan tokoh bernama Si Katipol.

Baca juga   Ayo, Kita Bisa!
Gambar kartun FX Subroto pada poster pameran kartun pertama di Seni Sono Yogyakarta 1979. Foto: Dok. Pakyo

Terakhir, FX Subroto tercatat sebagai redaktur di Majalah Berbahasa Jawa Djaka Lodang Yogyakarta sekaligus tempatnya berkarya kartun dengan tokoh bernama Den Bekel.

Karya-karya Subro begitu fenomenal dan menjadi catatan tersendiri bagi kartunis bukan saja di Yogyakarta, tetapi juga jadi pijakan dan referensi banyak kartunis Indonesia lainnya.

Bahkan seorang perwira tinggi Polri, Brigjen. Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. menggagas pembuatan buku memorial kartunis FX Subroto, dengan menggandeng sejumlah kartunis lintas generasi.

Sebentulnya buku yang sampai hari ini masih dalam proses produksi itu bakal menjadi persembahan spesial tak ternilai bagai FX Subroto dan catatan sejarah kartun di Tanah Air.

Bahkan buku berjudul “Tribut to FX Subroto, Gojek Kere Ala Subro” akan dihelat dalam sebuah event spesial di Balai Budaya Jakarta pada 24 – 31 Juni 2022.

“Sugeng tindak Pak Subro, rinengkuh Swargo langgeng,” tulis Chryshnanda Dwilaksana di laman Faceboook 2 jam lalu disertai sejumlah foto dokumentasinya bersama almarhum.

(Aja)

Share :

Baca Juga

Kartun karya Muhammad Nasir, kartunis kelahiran Kendal, 18 February 1968 yang tinggal di Jalan Garuda 1 Blok DG9 No. 21 Villa Pamulang, Pondok Petir, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Indonesia.

Kartun

Hukum dan HAM
Kartun karya Yustinus Anang Jatmiko (nang Ngablak), kartunis kelahiran 26 Agustus 1971 yang tinggal di RT 01 RW 05 Ngablak Magelang Jawa Tengah.

Kartun

Tolonggg…
Ilustrasi. Selamatkan Indonesia, karya Jadud Sumarno (2020). Kartun ini dimuat dalam buku "Indonesia Melawan Corona ala Kartunis" yang diterbitkan Graha Ilmu bersama Federasi Kartunis Indonesia (Pakarti), Cetakan I - 2020.

Kartun

Selamatkan Indonesia
Karya Cholid Munir, kartunis kelahiran Bangkalan Madura 29 September 1970 yang mulai terjun ke dunia Kartun sejak 1988. Saat ini tinggal di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Kartun

Mengukur Tinggi Gelombang
Kartun karya Slamet Widodo, kartunis lepas tinggal di Jalan Majapahit Semarang, Jawa Tengah.

Kartun

Drakor vs Bola
Semakin Terjepit, Supradaka (2020).

Kartun

Semakin Terjepit
Kartun karya Umi Lestari. Kartunis lepas tinggal di Tempel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kartun

Jagalah Kebersihan
Karya Yustinus Anang Jatmiko (Nank Ngablak), kartunis kelahiran 26 Agustus 1971 tinggal di RT 01 RW 05 Ngablak Magelang Jawa Tengah.

Kartun

Pakar Aroma