Home / Wisata

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 15:05 WIB

Ke Borobudur yuk, Icip-icip Tiwul Lava Merapi

Tiwul lava Merapi menjadi salah satu buah tangan yang bisa diperoleh wisatawan di sekitar Candi Borobudur. (Foto: humas/magelang)

Tiwul lava Merapi menjadi salah satu buah tangan yang bisa diperoleh wisatawan di sekitar Candi Borobudur. (Foto: humas/magelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Makanan tradisional tiwul tidak hanya bisa diperoleh di Gunungkidul DIY saja. Di Magelang pun, makanan yang terbuat dari tepung gaplek singkong ini bisa ditemui dengan mudah.

Tepatnya di seputaran candi Borobudur di desa Bumen Desa Kembanglimus. Pasangan suami istri Mura Aristina dan Linda Purwaningsih sudah sejak beberapa waktu lalu membuka usaha tiwul.

Bukan sembarangan, karena tiwul buatan keduanya ini berbeda dibanding yang lainnya. Bisa dikatakan, tiwulnya dimasak secara istimewa dan pantas untuk dibawa sebagai buah tangan atau oleh-oleh.

Tiwul yang dimasak diberi juruh atau kuah gula Jawa. Juga dicetak seperti kerucut menyerupai gunung. Juruh ini bisa meleleh mirip lava gunung Merapi. Karena itu, tiwul yang dibuat diberi nama Tiwul Lava Merapi.

Mura mengatakan tiwul dagangannya dibuat seperti gunung lengkap dengan lava karena terinspirasi dari gunung Merapi saat mengeluarkan lavanya atau erupsi.

Usaha ini sudah dibuat sejak setahun lalu saat pandemi Covid-19 melanda seluruh penjuru dunia. Gara-gara Covid-19 yang terjadi sejak 2020 lalu, menyebabkan pariwisata di candi Borobudur menurun drastis. Hal itu memberi pengaruh yang sangat signifikan terutama dari segi ekonomi bagi para pemandu wisata.

Baca juga   Pasien Sembuh Covid-19 di Magelang Terus Bertambah

“Saya terdampak hingga mau tidak mau harus punya usaha yang bisa menghasilkan,” kata Mura yang juga pemandu wisata Candi Borobudur.

Ia dan istri memutar otak, hingga tercetus ide membuat tiwul dengan cara masak yang berbeda agar lebih menarik. Ia memilih tiwul karena istrinya berasal dari Gunung Kidul. Hingga ia tidak kesulitan mendapatkan bahan bakunya.

Tepung tiwul dikukus dengan cara dibentuk mengerucut tengahnya diberi kuah gula merah. Kuah itu bisa lumer ke bawah menyerupai lava.

Ia juga mengaku tidak kesulitan saat memasak. Hanya butuh waktu 10 menit, tepung berubah menjadi tiwul.

“Yang bikin lumayan repot saat mengayak usai ditumbuk menjadi tepung. Karena harus telaten memisahkan tepung yang keras dan lembut. Yang keras dibuang, yang lembut dimasak,” ujar Mura yang juga karyawan Balai Konservasi Borobudur (BKB).

Baca juga   Polres Magelang Salurkan Ribuan APD dan Paket Beras

Adapun tiwul yang dijualnya dengan beberapa varian dan toping. Seperti rasa gula Jawa, cokelat keju, cokelat atau keju saja. Kemudian, ada juga yang dicampur dengan pisang.

Harganya cukup terjangkau. Tiwul rasa gula Jawa seharga Rp15.000, cokelat keju Rp17.000, cokelat Rp15.000 dan keju Rp15.000. Sedangkan yang campur cokelat keju pisang Rp20.000.

Pembeli banyak yang suka dengan rasa original yakni rasa gula Jawa. Sedangkan konsumen anak-anak lebih suka rasa cokelat keju, cokelat atau keju dan dicampur pisang.

Istri Mura Aristina, Linda Purwaningsih menambahkan, dalam sehari rata-rata bisa menjual 20 tiwul yang dikemas dengan kertas karton atau besek. Dan paling ramai di akhir pekan, saat banyak pengunjung datang di warung makan.

Tiwul buatannya bisa dibeli di toko oleh-oleh yang ia miliki di rumah. Selain di toko, pemasaran juga dilakukan melalui media sosial. (*)

Share :

Baca Juga

Heroe Poerwadi saat menghadiri sosialisasi gerakan wisata sehat yang diadakan oleh Direktorat Informasi, Komunikasi, Perekonomian, Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, di kampung Notoprajan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Gerakan Wisata Sehat, Upaya Pulihkan Ekonomi Pariwisata Kota Yogya
Indonesian Gastronomy Community (IGC) menyelenggarakan serangkaian acara Gastronosia Borobudur 2021 yang diselenggarakan pada tanggal 29 – 31 Oktober 2021 di Magelang dan Yogyakarta. (Foto:InfoPublik.id)

Wisata

“Perjamuan Shima” Pungkasi Acara Gastronosia Borobudur 2021
Puncak Telomoyo kini punya wanaha baru bernama Zipline. Cocok buat yang suka uji andrenalin. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Uji Adrenalin dengan Wahana Baru Zipline di Puncak Telomoyo
Sejauh mata memandang, pesona alam Papua bisa terlihat, termasuk Danau Sentani. Barisan bukit-bukit lainnya nan hijau juga menambah keindahan kawasan wisata Bukit Teletubbies. (Foto: InfoPublik)

Wisata

Kemolekan Bukit Teletubbies yang Melahirkan Jutaan Imajinasi
Indahnya panorama air terjun Lepo di Dlingo, Bantul. (Foto:nyatanya.com/Pemkab Bantul)

Wisata

Air Terjun Ledok Pokoh Dlingo Tawarkan Kesegaran Alami
Keberadaan kereta api khusus bandara ini bisa mendongkrak pariwisata di DIY. Dengan kemudahan aksesbilitas bagi wisatawan diharapkan kunjungan wisata di DIY mengalami peningkatan. (Foto: Humas Pemda DIY)

Wisata

Kereta Bandara Beroperasi Dongkrak Pariwisata Yogya
Bupati Kudus HM Hartopo, saat ziarah di Makam Sunan Muria. (Foto:MC Kab Kudus)

Wisata

Protokol Kesehatan di Makam Sunan Muria Diperketat
Teh Talua, minuman khas Sumatera Barat. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Wisata

Teh Talua, Rasanya Nendang Bikin Pria Tambah Garang