Home / Peristiwa

Jumat, 22 April 2022 - 16:46 WIB

Kejagung Periksa Barang Bukti Elektronik Kasus Izin Ekspor CPO

Kejagung mendalami barang bukti elektronik terkait percakapan para tersangka terkait dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya. (Foto: Tangkapan Layar Video Puspenkum)

Kejagung mendalami barang bukti elektronik terkait percakapan para tersangka terkait dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya. (Foto: Tangkapan Layar Video Puspenkum)

NYATANYA.COM, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menyatakan pihaknya telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus ini. Penyidik juga sedang mendalami barang bukti elektronik terkait percakapan para tersangka.

“Penyidik sedang berkonsentrasi di barang bukti elektronik. Barang bukti itulah yang memperkuat bagaimana kerja sama antara para tersangka,” kata Febrie Adriansyah dalam konferensi pers, Jumat (22/4/2022).

Penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap beberapa barang bukti, khususnya dokumen-dokumen penting terkait kasus tersebut.

Penyidik menyakini bahwa ini ada kerja sama antara tersangka dari Kementerian Perdagangan dengan pihak swasta.

Penyidik pun sudah melakukan pendalaman dan pengecekan terhadap seluruh wilayah terkait dengan tersangka dari pihak swasta yang telah dilakukan penahanan.

Kejagung juga masih menghitung kerugian negara dalam kasus ini dengan menggandeng para auditor dan pihak BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

Baca juga   Indonesia-Singapura Sambut Baik Peningkatan Kerja Sama Bilateral

Kasus ini berawal ketika Pemerintah melalui Kemendag telah mengambil kebijakan untuk menetapkan DMO (Domestic Market Obligation) serta DPO (Domestic Price obligation) bagi perusahaan yang ingin melaksanakan ekspor CPO dan produk turunannya, serta menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng sawit.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan ekportir tidak memenuhi DPO namun tetap mendapatkan persetujuan ekspor dari pemerintah.

Dalam penyidikan, telah ditemukan indikasi kuat bahwa adanya perbuatan tindak pidana korupsi terkait pemberian persetujuan ekspor minyak goreng yang mengakibatkan kelangkaan dan naiknya harga minyak goreng di pasaran.

Kejagung pun telah menetapkan empat orang tersangka yakni, IWW selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), MPT selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, SM selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG), dan PTS selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Baca juga   Sempurnakan CPL dan RPS, Prodi DKV ISI Surakarta Adakan Rapat Internal Lengkapi Kurikulum

Para tersangka disangka melanggar Pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a,b,e dan f Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Tersangka juga disangkakan melanggar Keputusan Menteri Perdagangan No. 129 Tahun 2022 jo No. 170 Tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah untuk Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri (Domestic Market Obligation) dan Harga Penjualan di Dalam Negeri (Domestic Price Obligation).

Dengan ketentuan Bab II Huruf A angka (1) huruf b, Jo. Bab II huruf C angka 4 huruf c Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri No. 02/DAGLU/PER/1/2022 tentang petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan dan pengaturan ekspor CPO, RDB Palm Oil dan UCO.

Keempat tersangka langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung dan Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

(N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Warga dua kecamatan di lereng Gunung Merapi menerima vaksinasi dosis pertama. (Foto: Diskominfo Boyolali)

Peristiwa

Dua Ribu Warga Lereng Merapi Terima Vaksinasi Pertama
Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit saat memimpin apel pembentukan Polisi RW. (Foto: Istimewa

Peristiwa

Perkuat Keamanan Lingkungan Polres Sukoharjo Bentuk Polisi RW
Para tersangka saat dihadirkan dalam konferensi pers. Foto: Humas Polda Lampung/Tribratanews

Peristiwa

Palsukan Data Hingga Terbitnya 6 Surat Hak Milik Palsu Atas Obyek Tanah Seluas 10 Hektar, Polda Lampung Amankan 5 Pelaku
Bupati Dyah Hayuning Pratiwi secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2021. (Foto: Humas Purbalingga)

Peristiwa

Ribuan Bidang Tanah di Desa Banjaran Tersertifikasi
Yayasan BUMN untuk Indonesia menyerahkan sejumlah bantuan alat kesehatan (Alkes) senilai Rp600 juta kepada Pemkab Magelang yang diterima langsung Bupati Zaenal Arifin. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Pemkab Magelang Terima Bantuan Alkes dari Yayasan BUMN untuk Indonesia
Selain menginventarisir potensi kampung wisata, kegiatan wisata belanja dan kuliner juga menjadi ajang untuk melatih para pengelola kampung wisata mengelola produk wisata. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Gayeng! Wisata Belanja dan Kuliner Kampung Wisata Warungboto
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc

Peristiwa

Foto: Upacara Mendak Tirta Umat Hindu
Polres Sleman gelar jumpa pers terkait pencuri cabai tewas disabet celurit. Foto: Dok. Polres Sleman

Peristiwa

Kronologi Pencuri Cabai Tewas Disabet Clurit di Sleman, Pelaku Masih Pelajar