Home / Peristiwa

Selasa, 23 November 2021 - 19:29 WIB

Kejagung Periksa Dua Saksi Kasus Dugaan Korupsi di PT AMU

Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyatakan kedua saksi yang diperiksa di antaranya, S selaku Komite Pemantau Resiko PT Askrindo. (Foto: InfoPublik)

Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyatakan kedua saksi yang diperiksa di antaranya, S selaku Komite Pemantau Resiko PT Askrindo. (Foto: InfoPublik)

NYATANYA.COM, Jakarta – Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa dua saksi terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan di PT Askrindo Mitra Utama (AMU) pada tahun anggaran 2016-2019.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyatakan kedua saksi yang diperiksa di antaranya, S selaku Komite Pemantau Resiko PT Askrindo.

“Diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan PT Askrindo Mitra Utama Tahun Anggaran 2016 sampai dengan 2020 atas nama tersangka WW, tersangka FB, dan tersangka AFS,” kata Leonard dalam keteranganya, Selasa (23/11/2021).

Baca juga   Kejagung Sita Aset Milik Heru Hidayat, Terpidana Kasus Korupsi Jiwasraya

Kemudian, AZ selaku Mantan Kasi Produksi PT Askrindo Mitra Utama yang diperiksa sebagai saksi atas nama tersangka WW, tersangka FB, dan tersangka AFS.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang didengar, dilihat dan dialami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Askrindo Mitra Utama.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M.

Baca juga   Kejagung Periksa Tiga Saksi Kasus Pengadaan Pesawat Garuda

Kasus ini bermula pada kurun 2016-2020, terdapat pengeluaran komisi agen dari PT Askrindo kepada anak usahanya PT AMU secara tidak sah yang dilakukan dengan cara mengalihkan produksi langsung (direct) PT Askrindo menjadi seolah-olah produksi tidak langsung melalui PT AMU (indirect).

Kemudian sebagian di antaranya dikeluarkan kembali ke oknum di PT Askrindo secara tunai seolah-olah sebagai beban operasional tanpa didukung dengan bukti pertanggungjawaban atau dilengkapi dengan bukti pertanggungjawaban fiktif sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Sri Sultan saat meresmikan Balai Budaya Panggungharjo, Bantul pada Senin 20 September 2021. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Dibiayai Danais, Balai Budaya Panggungharjo Diresmikan Sri Sultan
Jumpa pers Polda Jatim terkait kasus penggelapan gula rafinasi. Foto: Polda Jatim/Tribratamews

Peristiwa

Polda Jatim Berhasil Amankan Tujuh Tersangka Kasus Penggelapan Gula Rafinasi
Ilustrasi debt collector. Foto: Ist

Peristiwa

Hindari Intimidasi Debt Collector, Tim Abdimas UPNVJ Lakukan Sosialisasi di Cilandak
Bappebti Kementerian Perdagangan melakukan pantauan di sentra lelang cabai Kelompok Tani Maju Wanteyan Dusun Wanteyan Desa Lebak Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, Selasa (28/12/2021) sore. (Foto: humas/beritamagelang)

Peristiwa

Kementerian Perdagangan Apresiasi Lelang Cabai Petani Grabag

Peristiwa

Berperan Majukan Masyarakat Desa, Sukoharjo Bentuk Forum Komunikasi BPD
Kedua tersangka begal HP ditangkap. Foto: Polres Bengkulu Selatan/Tribratanews

Peristiwa

Begal HP di Taman Merdeka Bengkulu Selatan Diringkus Setelah 3 Bulan Kabur, Dua Rekannya Masih Buron
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti saat menghadiri pelaksanaan Vaksinasi massal Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Demi Herd Immunity, Walikota Berharap Satu Keluarga Tervaksin Semua
Tersangka YF, dihadirkan saat konferensi pers di Mapolda DIY, Selasa (10/5/2022). (Foto: Ist)

Peristiwa

Polda DIY Tangkap Pelaku Penusukan 2 Mahasiswa di Seturan