Home / News

Rabu, 29 September 2021 - 16:57 WIB

Kemantren Kotagede Deklarasi Tuntas Vaksin Covid-19

Awalnya Kemantren Kotagede paling tinggi kekurangan warga yang belum vaksin. Namun Kotagede bisa menjadi kemantren pertama yang deklarasi tuntas vaksinasi lanjut usia. Kini Kotagede juga pertama kali kemantren yang mendeklarasikan tuntas vaksin bagi warga yang layak vaksin. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Awalnya Kemantren Kotagede paling tinggi kekurangan warga yang belum vaksin. Namun Kotagede bisa menjadi kemantren pertama yang deklarasi tuntas vaksinasi lanjut usia. Kini Kotagede juga pertama kali kemantren yang mendeklarasikan tuntas vaksin bagi warga yang layak vaksin. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Kemantren (kecamatan) Kotagede Kota Yogyakarta mendeklarasikan tuntas vaksin Covid-19 bagi penduduk setempat yang layak vaksin. Seluruh penduduk Kotagede yang memenuhi syarat telah mendapat suntikan vaksin Covid-19 setidaknya dosis pertama. Meskipun telah tuntas, tapi masyarakat diminta tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah potensi penularan Covid-19.

Heroe Poerwadi mengatakan awalnya Kemantren Kotagede paling tinggi kekurangan warga yang belum vaksin. Namun Kotagede bisa menjadi kemantren pertama yang deklarasi tuntas vaksinasi lanjut usia. Kini Kotagede juga pertama kali kemantren yang mendeklarasikan tuntas vaksin bagi warga yang layak vaksin.

“Ini luar biasa perlu kita apresiasi karena kecepatan seluruh perangkat pemerintah, LPMK, ketua kampung, RT, RW, PKK, relawan dan masyarakat,” kata Heroe saat deklarasi tuntas vaksin di Kemantren Kotagede, Rabu (29/9/2021).

Heroe menyebut rata-rata realisasi beberapa kemantren di Kota Yogyakarta berkisar 90 persen. Selain Kotagede beberapa kemantren yang akan tuntas vaksin adalah Pakualaman, Gondokusuman dan Jetis. Diperkirakan dalam waktu seminggu ke depan seluruh kemantren di Kota Yogyakarta tuntas vaksin.

“Pokoknya kita terus bergerak agar seluruh warga Kota Yogyakarta betul- betul sudah tervaksin. Seluruh warga kota maupun domisili di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Baca juga   Polri dan BNN Lacak Aliran Dana Bisnis Narkoba Rp120 Triliun

Heroe menyatakan warga Kotagede yang belum divaksin adalah warga yang pernah terpapar Covid-19 dan menunggu waktu 3 bulan untuk divaksin serta memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Pihaknya mengingatkan masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan, walaupun di wilayah Kemantren telah tuntas vaksin.

“Ini penting kami harapkan meskipun sudah memvaksin seluruh warga, harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Karena kami masih khawatir ada gelombang ketiga berkaca di beberapa negara dunia mengalami gelombang ketiga,” tambah Heroe.

Menurutnya vaksinasi yang digencarkan akan memberikan efek menekan penularan Covid-19. Selama 10 hari ini, pertumbuhan kasus baru di Kota Yogyakarta di bawah 15 orang/hari. Jumlah kasus aktif Covid-19 yang dirawat maupun isolasi di Kota Yogyakarta sekitar 166. Sedangkan keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit di Kota Yogyakarta sekitar 16 kamar dan shelter 6 kamar.

“Kondisi selama dua minggu ini adalah capaian terbaik sejak Agustus tahun lalu. Ini artinya apa yang kita lakukan bisa menekan kasus dan angka kematian sedemikian rendah dan mendorong jumlah warga yang divaksin semakin banyak,” terangnya.

Baca juga   Kasus Sembuh Covid-19 di DIY Bertambah, Hari Ini 1.110 Orang

Sementara itu Mantri Pamong Praja Kemantren Kotagede, Rajwan Taufiq menyampaikan jumlah sasaran wajib vaksin Covid-19 di Kotagede sekitar 28.000. Sekitar 10 persen di antaranya dalam kondisi menunggu waktu 3 bulan untuk divaksinasi dan memiliki komorbid. Mereka akan dipantau puskesmas dan dilayani vaksinasi Covid-19 di Kemantren Kotagede tiap Rabu.

“Kami koordinasi dengan RT/RW melakukan penyisiran dan relawan perempuan mengajak warga dari rumah ke rumah untuk vaksin. Kami juga dibantu Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kotagede. Sampai kini Kemantren Kotagede telah tuntas vaksin untuk warga yang layak vaksin,” ujar Rajwan.

Pemkot Yogyakarta sendiri menargetkan vaksinasi Covid-19 bagi penduduk setempat tuntas pada bulan Oktober 2021.

“Vaksinasi target tuntas di bulan Oktober. Jika terealisasi Yogya akan menjadi kota pertama tuntas vaksinasi,” kata Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, dalam rapat koordinasi percepatan vaksinasi Covid-19 di Ruang Yudistira Balai Kota Yogyakarta, Selasa (28/9/2021). (*)

Share :

Baca Juga

Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

News

Pemerintah Pasang Badan, Prioritaskan Oksigen untuk Kebutuhan Medis
Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Pemda DIY Minta Kabupaten/Kota Susun Strategi Percepat Vaksinasi
Jalan Pasar Kembang Yogyakarta yang lengang selama selama PPKM Darurat diterapkan. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

News

Tiga Hari PPKM Darurat, Mobilitas DIY Turun 13-15%
Bupati Klaten, Sri Mulyani menyampaikan permintaan maaf atas nama Pemerintah Kabupaten Klaten kepada masyarakat. (Foto:Diskominfo Klaten)

News

Bupati Sri Mulyani Minta Maaf! Kenapa?
Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris mencoba menempelkan kartu ATM beras yang berisi saldo tiga kilogram dan lima kilogram beras di Rice Truck. (Foto: Diskominfo Salatiga)

News

“Rice Truck” Salurkan 1 Ton Beras di Salatiga
Bupati Klaten Sri Mulyani memimpin salah satu tim mengunjungi SDN 3 Klaten, SMPN 6 Klaten, dan SDN 1 Klaten. (Foto: Diskominfo Klaten)

News

Cegah Klaster PTM, Pemkab Klaten Terjunkan Tim Khusus Pantau Prokes
Kadarmanta Baskara Aji. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Selama PPKM Darurat, Pemda DIY Targetkan Penurunan Mobilitas Minimal 30%
Ganjar Pranowo.(Foto: Humas Jateng)

News

Jangan Sembarangan Gelar PTM, Ini Aturannya di Jawa Tengah