Home / News

Rabu, 20 Oktober 2021 - 22:47 WIB

Kemen PPPA Kecam Keras Kasus Pemerkosaan di Halmahera Tengah

(Ilustrasi:nyatanya.com/istimewa)

(Ilustrasi:nyatanya.com/istimewa)

NYATANYA.COM, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengecam keras kasus pemerkosaan terhadap seorang perempuan berinisial NU (18) di Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara hingga mengakibatkan meninggalnya korban.

Kemen PPPA menegaskan tidak mentolerir kasus kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apapun dan memastikan akan memantau penegakan hukum kasus ini.

“Kasus pemerkosaan adalah kekerasan terhadap perempuan yang sangat keji, bahkan ini hingga mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Kasus ini perlu mendapat perhatian penuh dari semua pihak, dan sanksi hukum terhadap pelaku harus benar-benar ditegakkan,” ujar Deputi Perlindungan Hak Perempuan, Kemen PPPA, Ratna Susianawati, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/10/2021).

Baca juga   GKR Indonesia Gelar Pameran Lukisan Vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika

Ratna mengatakan, Kemen PPPA mengapresiasi atas kerja cepat kepolisian mengungkap kasus ini dan menangkap empat pelakunya, namun diketahui jumlah pelaku ada enam orang. Kemen PPPA meminta agar kasus ini diusut tuntas dan penegakan hukum berjalan semestinya.

Kemen PPPA telah melakukan koordinasi dengan Dinas PPPA Halmahera Tengah terkait kasus tersebut. Ratna mengatakan, berdasarkan laporan dari Dinas PPPA, korban diperkosa dengan mata tertutup oleh para pelaku.

Setelah kejadian pemerkosaan, korban merasakan kesakitan pada organ intimnya hingga dibawa ke rumah sakit. Korban juga mengalami depresi berat dan sempat dirujuk ke RSJ Sofifi untuk penanganan medis dan psikis.

Baca juga   Ikuti Arahan Sultan HB X, Perusahaan Keuangan Kumandangkan Indonesia Raya Setiap Hari

“Dinas PPPA berupaya melakukan penjangkauan dan pendampingan psikologis terhadap korban ke RSJ Sofifi namun tidak dapat menemui korban karena sedang dirawat intensif. Pada 17 Oktober 2021, korban meninggal dunia,” jelas Ratna.

Dari enam orang pelaku pemerkosaan, diketahui salah satunya adalah kekasih korban yang merupakan karyawan PT IWIP. Ratna menegaskan kasus ini adalah kasus yang sangat berat, dapat dikenakan pasal berlapis dalam KUHP dari mulai pemerkosaan, penganiayaan dan pembunuhan.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan Dinas PPPA Halmahera Tengah terutama dalam pendampingan penegakan hukum terhadap pelaku,” imbuh Ratna. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Vaksin Covid-19 AstraZeneca donasi pemerintah Australia kembali tiba di tanah air Kamis (11/11/2021) dalam kedatangan tahap ke-120 berjumlah 1,2 juta dosis vaksin jadi. (Foto: InfoPublik)

News

Pemerintah Apresiasi Donasi Vaksin AstraZeneca dari Australia
Bertemu Ganjar Pranowo, Wafa mengaku senang karena bisa kembali bersekolah. (Foto: Humas Jateng)

News

Bertemu Ganjar, Wafa Senang Bisa Kembali ke Bersekolah
Salah satu tempat usaha yang masih bandel ditertibkan Petugas Satpol PP Kota Yogyakarta.(Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

News

Langgar PPKM Darurat, 80 Pelaku Usaha Kena Semprit
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Sembuh Covid-19 DIY Kembali Bertambah 2.311 Orang
Perayaan Waisak di Candi Borobudur. Foto: nyatanya.com/ Humas Pemprov Jateng

News

Masih Pandemi, Perayaan Waisak 2021 di Borobudur Ditiadakan

News

Komisi ASN Akan Panggil Sekjen Kementan Terkait Seragam Terafiliasi Parpol
Kini perjalanan udara tak lagi menggunakan tes PCR sebagai syarat perjalanan, tetapi cukup dengan Antigen. (Foto: Angkasa Pura II)

News

Update! Perjalanan Udara Jawa-Bali Kini Cukup Tes Antigen
Pekerja melakukan bongkar muat Vaksin Covid-19 Sinovac setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (21/9/2021). Indonesia menerima vaksin Sinovac sebanyak 5.000.000 dosis vaksin jadi dan siap pakai. Kedatangan vaksin Covid-19 merupakan tahap ke-71 yang diperoleh melalui skema pengadaan pembelian secara langsung. (Foto:Infopublik/Ryiadhy.B.N)

News

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Amin, Pemerintah Jamin Ketersediaan Vaksin Covid-19 untuk Negeri