Home / News

Kamis, 17 November 2022 - 09:45 WIB

Kemenag Siapkan Religiosity Index dan Data Deteksi Dini Potensi Konflik

Kepala Badan Litbang dan Diklat, Suyitno saat menjadi keynote speech pada Launching Master Trainer dan Pelatihan Deteksi Dini yang diselenggarakan Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan. Foto: Biro Humas Kemenag

Kepala Badan Litbang dan Diklat, Suyitno saat menjadi keynote speech pada Launching Master Trainer dan Pelatihan Deteksi Dini yang diselenggarakan Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan. Foto: Biro Humas Kemenag

NYATANYA.COM, Tangerang – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kementerian Agama (Kemenag) akan menyiapkan data religiosity index yang lengkap dan komprehensif.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Litbang dan Diklat, Suyitno saat menjadi keynote speech pada Launching Master Trainer dan Pelatihan Deteksi Dini yang diselenggarakan Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan.

Menurutnya, penyiapan data keagamaan yang lengkap dan komprehensif itu menjadi tugas dan kewenangan Badan Litbang dan Diklat.

“Secara garis besar tugas Badan Litbang dan Diklat adalah menyiapkan SDM Kementerian Agama yang kompeten dan unggul, dan menyiapkan data yang akurat, acountable, dan bisa dipertanggung jawabkan, terutama data religiosity index,” tuturnya di Tangerang, Rabu (16/11/2022).

Karenanya, pelatihan Master Trainer dan Pelatihan Deteksi Dini itu menurutnya sangat penting dalam rangka menggali data, termasuk untuk mendeteksi dini potensi konflik. 

Baca juga   Label Halal Baru, Berlaku Nasional Sejak 1 Maret 2022

“Saya membayangkan tugas ini seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisiska (BMKG) yang bisa mendeteksi kapan akan ada hujan deras, hujan ringan, bahkan gempa. Jadi setelah dilatih, kita ingin semua memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mendeteksi dini hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik. Sehingga early warning system, deteksi dini terhadap persoalan-persoalan intoleransi, pendirian rumah ibadah, sejak awal sudah kita dapatkan datanya yang akurat,” sebutnya.

“Jika setiap kita, para pengambil kebijakan dari level terendah sampai yang tertinggi memiliki kemampuan melakukan deteksi dini, mendeteksi gejala-gejala konflik, maka kita akan bisa melakukan mitigasi dengan cepat. Dan pelatihan itu sangat penting karena kita akan mempelajari cara-cara itu,” tambahnya.

Baca juga   Resmi! UMK DIY Naik 7,60-7,90 Persen, Kota Yogyakarta Masih Tertinggi, Jadi Rp2.324.775,51

Dikatakan Suyitno, religiosity index sudah dimulai sejak tahun lalu. Namun, data yang terkumpul masih kurang akurat. Sebab, belum dilakukan pelatihan terlebih dahulu. 

“Kita tidak boleh mengisi data dengan asumsi atau perkiraan, karena hasilnya pasti tidak akurat. Tapi dengan pelatihan yang dilakukan secara akademik sekarang ini, kita akan mendapatkan data religiosity index yang akurat, akademik, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Training Master itu diikuti 130 peserta, terdiri dari para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Rektor/Kepala Perguruan Tinggi Keagamaan, dan para Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari 34 provinsi. Kegiatan itu berlangsung lima hari, 15 – 19 November 2022.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Positif Covid-19 di DIY Tambah 850 Kasus, Sembuh 390 Orang
Presiden Jokowi saat meninjau aktivitas perdagangan dan mengecek harga komoditas di Pasar Sentul, Kota Yogyakarta, pada Minggu (8/1/2023). Foto: BPMI Setpres

News

Sambangi Pedagang di Pasar Sentul, Presiden: Harga Kebutuhan Pokok di DIY Cenderung Stabil
Foto: Kemenkes

News

Percepatan Vaksinasi Covid-19, Tekan Risiko Sakit Parah
Satbinmas Polres Sukoharjo dan Taruna Akpol gelar Binluh sasar siswa SMK. (Foto: Dokumen Polres Sukoharjo)

News

Tekan Angka Pelanggaran Remaja  Satbinmas Polres Sukoharjo dan Taruna Akpol Penyuluhan  Siswa SMK
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Widodo Ekatjahjana. Foto: ANTARA

News

UU KUHP Tak Berpengaruh Terhadap Kegiatan WNA di Indonesia, Ini Kata Plt Dirjen Imigrasi Kemenkumham
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti melakukan peninjauan posko Tugu, Malioboro, Keraton (Gumaton), Kamis (23/12/2021). Selain melakukan peninjauan, Walikota Yogya beserta Forkopimda akan melakukan pembatasan arah Margo Utomo, dimana pengendara motor dan becak dilarang melewati rel kereta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Motor dan Becak Dilarang Melintas, Rel Kereta Posko Gumaton Hanya untuk Pejalan Kaki
Desain Istana Negara di ibu kota negara yang baru: Nusantara. (Instagram/Nyoman_Nuarta)

News

Segera Terbit, Payung Hukum untuk Otorita IKN Bekerja
(Foto: BMKG/MC Diskominfo prov Jatim)

News

BMKG Ingatkan Potensi Gempa Berkekuatan Besar di Selatan Jatim