Home / News

Sabtu, 28 Januari 2023 - 21:50 WIB

Kepala BNPB Minta Pemda Sulut Kompak Cegah Banjir dan Longsor Tahun Depan

Warga beraktivitas di depan rumahnya yang porak poranda terdampak banjir di Jalan Raya Bailang, Lingkungan 1, Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (28/1/2023). Foto: Komunikasi Kebencanaan BNPB/Danung Arifin

Warga beraktivitas di depan rumahnya yang porak poranda terdampak banjir di Jalan Raya Bailang, Lingkungan 1, Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (28/1/2023). Foto: Komunikasi Kebencanaan BNPB/Danung Arifin

NYATANYA.COM, Manado – Kejadian bencana banjir dan tanah longsor di Manado yang sudah menjadi langganan dan terus berulang setiap awal tahun menjadi perhatian Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M.

Dalam rapat koordinasi percepatan penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (28/1/2023), Kepala BNPB mewanti-wanti kepada seluruh perangkat Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara agar betul-betul memikirkan apa dan bagaimana upaya yang harus dilakukan agar kejadian serupa tak berulang pada tahun berikutnya.

“Saya ingin mengingatkan kita semua kejadian banjir di Manado bukan kali ini saja terjadi, hampir setiap tahun terjadi” ujar Suharyanto.

“Ini harus menjadi pokok perhatian kita bersama, baik pemerintah daerah, kabupaten/kota agar betul-betul bagaimana supaya di tahun 2024 nanti tidak terjadi lagi (bencana). Kalaupun terjadi ya kecil dampaknya,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Suharyanto lantas menyoroti satu hal, yakni rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang merupakan titik awal mitigasi bencana serupa di masa depan.

Menurut Suharyanto, hal itu boleh jadi merupakan salah satu faktor penyebab perulangan kejadian bencana setiap tahunnya.

Baca juga   BPBD Magelang Siagakan SDM dan Infrastruktur Jalur Evakuasi Merapi

Mantan Pangdam VIII Brawijaya itu menyinggung hal itu kepada Pemerintah Daerah. Sebab, menurut Suharyanto, hanya pemdanya lah yang seharusnya tahu dan mengerti permasalahan yang mendasar.

“Sebetulnya yang perlu dipikirkan adalah saat rehabilitasi dan rekonstruksinya. Kenapa kejadian ini kok terulang lagi? Ini yang paling paham adalah pemerintah daerah. Kira-kira apa yang harus dibangun agar rehabilitasi dan rekonstruksi bisa menjadi awal untuk mitigasi bencana serupa di masa depan,” kata Suharyanto.

Terkait rehabilitasi dan rekonstruksi, Kepala BNPB meminta agar pemerintah daerah tak ragu dan segera mengambil kebijakan tersebut, setelah masa pemulihan dari tanggap darurat berjalan dengan baik, sehingga BNPB dapat mendampingi dan memberikan rekomendasi lebih lanjut.

Teknologi Modifikasi Cuaca

Faktor pemicu terjadinya banjir dan longsor di Kota Manado disebut-sebut adalah karena curah hujan yang tinggi sejak Jumat (27/1/2023) dini hari sampai sore hari.

Bencana hidrometeorologi basah itu menurut Suharyanto sebenarnya dapat disiasati dengan Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC.

“Ini sebenarnya bisa disiasati,” ujar Suharyanto.

Dalam kesempatan itu, Suharyanto kemudian mengisahkan keberhasilan operasi TMC untuk meminimalisir hujan dan mengurangi dampak risiko di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada periode Natal dan jelang Tahun Baru 2023 silam.

Baca juga   Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Penerima BLT BBM

Menurut Suharyanto, perayaan Hari Raya Natal tahun 2022 tidak terganggu banjir hingga pergantian akhir tahun, setelah tim yang terdiri dari BNPB, BMKG, BRIN dan TNI AU melakukan TMC.

“Kita laksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca. Dan itu berhasil. Alhamdulillah kemarin Nataru arus mudik, perayaan tahun baru di Jakarta itu bisa berjalan tanpa adanya hujan yang berlebihan,”

Menurut Suharyanto, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara sudah seharusnya berkoordinasi dengan BMKG untuk memonitor prakiraan cuaca pada beberapa periode ke depan.

Apabila cuaca berpotensi buruk dan dapat memicu terjadinya bencana banjir dan longsor, maka Suharyanto merekomendasikan agar TMC segera dilakukan.

“Kira-kira minggu-minggu ke depan gimana hujannya? Kalau nanti mengkhawatirkan kita lakukan TMC. Sehingga hujannya bisa dialihkan ke tempat-tempat yang tidak akan menimbulkan banjir,” kata Suharyanto.

Lebih lanjut, Suharyanto juga meminta kolaborasi dari segenap unsur forkopimda dapat dimaksimalkan dan solusi-solusi terbaik untuk mitigasi bencana agar dipermanenkan.

“Solusi-solusi yang seperti ini mari kita tingkatkan kolaborasi dan dipermanenkan. Supaya meminimalisir adanya warga yang terdampak,” pungkas Suharyanto. (N1)

Share :

Baca Juga

Presiden Jokowi. Foto: BPMI Setpres

News

Presiden Menargetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Lima Tahun ke Depan
(Ilustrasi/nyatanya.com)

News

Satgas Khusus Telah Berhasil Pindahkan 1.235 Isoman
Foto: esdm.go.id

News

Yang Mau Healing ke Kawah Ijen Ditunda Dulu, PVMGG Keluarkan Larangan, Gunung Ijen Statusnya Waspada!
Foto: BPMI Setpres

News

Tiba di YIA, Presiden Jokowi Langsung Sapa Penumpang
nyatanya.com

News

Hajatan dan Perpisahan Sekolah Ditiadakan
Ganjar Pranowo saat menerima kunjungan Plt Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Nyoman Suryadharma, di Puri Gedeh, Jumat (10/6/2022). Foto: Humas Jateng

News

Kawal Aturan Ibadah dan Ritual, Ganjar: Tak Pasang Tarif bagi Umat Budhha di Candi Borobudur
Foto: ANTARA

News

Berikut Inmendagri Perpanjangan PPKM, Berlaku Hari Ini sampai 23 Mei 2022
MY Esti Wijayati. Foto: Ist

News

Kasus Pemaksaan Hijab di SMAN 1 Banguntapan, MY Esti Wijayati: Pentingnya Memperkuat Moderasi Beragama di Institusi Pendidikan