Home / News

Rabu, 2 Juni 2021 - 17:28 WIB

Kerap Dapat Ancaman dan Intimidasi, Warga Wadas Datangi LBH Minta Pendampingan Hukum

Warga Desa Wadas, Bener, Purworejo menyerahkan surat kuasa kepada tim Kuasa Hukum Nyi Ageng Serang. FOTO : nyatanya.com/ahmad zain

Warga Desa Wadas, Bener, Purworejo menyerahkan surat kuasa kepada tim Kuasa Hukum Nyi Ageng Serang. FOTO : nyatanya.com/ahmad zain

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Sebanyak 40 warga dari perwakilan Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (2/6/2021) siang mendatangi Yayasan Pusat Bantuan Hukum  “Nyi Ageng Serang”  di Jalan Wates-Purworejo Km.  8, Batikan I, Demen, Temon, Kulon Progo. Kedatangan warga yang didampingi oleh Kepala Desa Wadas Fahri Setianto  tersebut guna meminta perlindungan, bantuan sekaligus pendampingan hukum terkait tindakan intimidasi dan ancaman yang diterima dari sejumlah orang tak dikenal (OTK).

Kedatangan  perwakilan warga Wadas, Bener, Purworejo disambut dan diterima tim lawyer Yayasan Pusat Bantuan Hukum Nyi Ageng Serang Danang SH beserta timnya. Kepala Desa Wadas Fahri Setianto menjelaskan, bahwa dirinya memberikan pendampingan kepada warganya yang merasa resah, khawatir dan takut karena sejak 3 tahun lalu hingga sekarang kerap mendapat teror, ancaman dan intimidasi dari orang tak dikenal (OTK). Ancaman yang diterima warganya tersebut terkait dengan dukungan warga atas proyek pembangunan Bendungan Bener di wilayah Wadas.

“Saya banyak menerima keluhan dan informasi dari warga atas beragam bentuk teror hingga intimidasi dan ancaman. Warga yang menerima ancaman ini karena mendukung pembangunan Bendungan Bener. Mereka setuju dan bersedia untuk dilakukan pembebasan tanah. Sejak menandatangani persetujuan dan dukungan, warga saya mulai banyak menerima teror dan ancaman,” terang Kepala Desa Wadas saat menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke Kantor Bantuan Hukum.

Baca juga   Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman, Babinsa Koramil Tegalrejo Sambang Pos Kamling

Sehingga, ia berharap kedatangan warganya ke LBH Nyi Ageng Serang kali ini dapat diberikan perlindungan dan pendampingan hukum agar peristimwa serupa tidak terus terjadi dan menimpa warganya. Sejumlah warga yang mendatangi LBH ini juga secara resmi memberikan surat kuasa penuh kepada tim kuasa hukum LBH Nyi Ageng Serang.

Salah satu warga yang meminta namanya untuk dirahasiakan menyampaikan kesaksiannya, bahwa dirinya pernah beberapa kali menerima teror bahkan hingga ancaman akan dibunuh jika tetap nekat mendukung program pemerintah terkait pembangunan Bendungan Bener dengan menjual tanahnya.      

“Pembangunan Bendungan Bener merupakan program pemerintah yang memiliki dampak positif bagi kami. Karena nantinya bendungan tersebut untuk pengairan serta lokasi destinasi wisata yang bisa kami dan masyarakat kelola. Sehingga saya dan warga Wadas mayoritas mendukung dan bersedia dilakukan pembebasan tanah. Soal harga pembebasan tanah juga sudah kami sepakati. Tapi sejak itu kami menerima beragam teror dan ancaman,” terang saksi yang enggan disebut namanya ini.

Baca juga   Donasikan Rp 60 Juta, Korpri Sleman Bantu Korban Bencana Alam NTT

Dilain sisi, sejumlah warga yang menyatakan kesanggupannya untuk menerima pembebasan tanah juga telah melakukan patok di tanahnya sendiri dengan harapan dapat segera dilaksanakan proses pembebasan tanah. Hanya saja, untuk kesekian kalinya teror dan ancaman kembali diterima oleh warga.

“Kami tahu orang-orang yang melakukan teror dan ancaman kepada warga. Hanya saja kami takut menyampaikan demi keselamatan kami. Sehingga, hari ini kami dan perwakilan warga Desa Wadas mendatangi Yayasan Bantuan Hukum Nyi Ageng Serang untuk meminta perlindungan, bantuan dan pendampingan,” sambungnya.

Terpisah, tim Kuasa Hukum dari Yayasan Bantuan Hukum Danang SH menyampaikan, bahwa timnya akan segera menindaklanjuti adanya aduan dan permintaan warga Desa Wadas. Ia bersama timnya akan mengambil  langkah-langkah hukum yang perlu  dan penting agar warga tidak lagi mengalami berbagai bentuk teror, intimidasi hingga ancaman yang membuat warga, khususnya masyarakat yang mendukung program pemerintah atas pembangunan Bendungan Bener tidak lagi merasa takut.  (N2)

Share :

Baca Juga

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Kominfo Sragen)

News

Perketat PPKM, Pemkab Sragen Larang Hajatan dan Arisan
Foto: Ilustrasi/Kominfo

News

Bersama Grab dan Good Doctor, Pemda DIY Kembali Gelar Vaksinasi Massal
Foto: Nyatanya.com/istimewa

News

Waspada Gempa Susulan, Gempa Blitar Dirasakan Warga Yogyakarta
Info Grafis: nyatanya.com/Twitter @kominfodiy

News

Diskominfo Keluarkan Jadwal Migrasi TV Biasa ke Digital
Super Blood Moon aman dilihat dengan mata telanjang. Foto: nyatanya.com/istimewa

News

Super Blood Moon 26 Mei, BMKG Imbau Warga Pesisir Yogya Waspada Air Pasang
Pelaku (tengah) diamankan bersama barang bukti diapit prajurit Kodim 0734/Yogyakarta. FOTO : nyatanya.com/Ahmad Zain

News

Minta Sumbangan Catut Institusi Korem 072/Pamungkas, Pensiunan ASN Ditangkap Intel Kodim Yogyakarta
Ilustrasi:nyatanya.com

News

Makin Tingginya Kasus Covid-19, Tempat Keramaian di Yogya Tutup
Foto: Nyatanya.com/istimewa

News

Banten Diguncang Gempa 2 Kali, Pesisir Selatan Jawa Berpotensi Tsunami