Home / Panggung

Sabtu, 20 November 2021 - 11:57 WIB

Ketika Seni Pertunjukan Merespon Karya Patung Jogja Street Sculpture Project 4

Perform Art Stardust Dance Crew berjudul “Pancawarna” pada karya kelompok Hokki “Manunggaling Kawulo Gusti” Kalurahan Pandowoharjo, Sleman. (Foto: Dokumentasi JSSP 4)

Perform Art Stardust Dance Crew berjudul “Pancawarna” pada karya kelompok Hokki “Manunggaling Kawulo Gusti” Kalurahan Pandowoharjo, Sleman. (Foto: Dokumentasi JSSP 4)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Berbagai pertunjukan dihadirkan untuk merespon 8 karya patung Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 4 yang ditayangkan melalui kanal YouTube Dinas Kebudayaan DIY tasteofjogja disbud diy.

Beragam penampilan ini merupakan perwujudan tema yang diusung JSSP 4 yaitu “Jogja Patung Publik Nyawiji”. Semangat kolaborasi tidak berhenti pada proses pembuatan patung, antara seniman, panitia dan masyarakat kalurahan budaya. Namun, kolaborasi partisipatif dapat kita nikmati bersama melalui berbagai pertunjukan lintas kesenian yang merespon 8 karya patung JSSP 4.

Komunitas Jejak Imaji merespon karya patung kelompok Klinik Art Studio berjudul “Sumur Biyung” yang berlokasi di Kalurahan Panggungharjo, Sewon, Bantul dengan pembacaan puisi berjudul “Ibu” milik D. Zawawi Imron.

Pembacaan Puisi Komunitas Jejak Imaji x Bayu Aji “Ibu” karya D. Zawawi Imron, merespon karya kelompok Klinik Art Studio “Sumur Biyung” di Kalurahan Panggungharjo, Sewon, Bantul.(Foto: Dokumentasi JSSP 4)

Puisi ibu dipilih sebagai bentuk simbolik, bahwa segala perjalanan akan kembali pada rahim atau pada ujung dalam segitiga. Kembali ke ibu sebenarnya akan kembali pada Yang Maha Pencipta.

Komunitas Jejak Imaji juga menghadirkan pertunjukan musikalisasi puisi berjudul “Obituari Ingatan” karya Faisal Odang untuk merespon karya patung kelompok Pandai Ruang “Imagine of Senopati” yang berlokasi di Kalurahan Gilangharjo, Pandak, Bantul.

Baca juga   Kemenkumham: Pemanfaatan Karya Seni Harus Memiliki Izin

Selain itu Komunitas Jejak Imaji juga merespon karya patung “Cinderamata” dari kelompok Jiwa Sehat yang berlokasi di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul dengan fragmen tari.

Kelompok kesenian Stardust Dance Crew merespon karya patung “Gemah Ripah Loh Jinawi” dari kelompok Buruh Seni yang bertempat di Kalurahan Girikerto, Turi, Sleman dengan repertoar tari berjudul “Semar”.

Nuansa mistis dan magis sangat kental dihadirkan oleh kelompok ini. Tak berhenti di situ, Stardust Dance Crew juga menghadirkan respon tari “Pancawarna” terhadap karya “Manunggaling Kawulo Gusti” dari kelompok Hokki yang bertempat di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman.

Banyu Murti menampilan tari “Amarta Aji” , merespon karya kelompok DADA(K) “Cultural Unity” di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman. (Foto: Dokumentasi JSSP 4)

Pada karya patung kelompok DADA(K) “Cultural Unity” yang bertempat di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Kelompok Banyu Murti merespon karya tersebut dengan tarian Amarta Aji.

Amarta aji merupakan tagline Kalurahan Wedomartani yang memiliki makna Amanah, Membangun, Rukun, Taqwa, Anggayuh Jejeging Iman.

Baca juga   Kedua Ortunya Meninggal Akibat Covid-19 di Kutai, Pemkab Sragen Jemput Vino Pulang Kampung

Kelompok kesenian Gendhis Manis menghadirkan respon melalui tari “Anjagi” bernuansa tradisonal untuk dihadirkan pada karya kelompok YOS “Sumber Kehidupan”yang bertempat di Kalurahan Margodadi, Seyegan, Sleman.

Tidak hanya sekali, Kelompok Gendhis Manis juga mengahadirkan tarian “Boyong Dewi Sri” pada karya patung kelompok Dewi Sri “Dewi Sri” yang bertempat di Kalurahan Sabdodadi, Bantul. Semangat dan sukacita begitu terasa pada pertunjukan ini.

“Selaku panitia saya mengucapkan selamat serta terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran program ini, Seluruh pertunjukan ini diharapkan dapat menjadi pemantik karya-karya lainnya yang akan terus hadir dan tumbuh di masyarakat,” tutur Purwanto selaku Direktur Artistik JSSP 4.

Selain Performing Art. JSSP 4 juga akan menghadirkan program Diskusi yang dapat dinikmati pada Senin, 22 November 2021 di Kanal Youtube Dinas Kebudayaan DIY: tasteofjogja disbud diy.

(*/Aja)

Share :

Baca Juga

Anwar Rosyid dan salah satu kartun yang pernah dibuatnya. (Foto: dokumentasi pribadi)

Panggung

Menilik Hasrat dan Semangat Berkarya Kartunis Anwar Rosyid
Ahat Band debut mini album "Hari". (Foto: Dokumentasi Ahat)

Panggung

Ahat Debut Mini Album “Hari”
Lantaran mengadopsi dari gerakan mengangguk-angguk, kesenian tarian tradisional ini dinamakan tarian Angguk. (Foto: Dokumentasi Puspa Umitama)

Panggung

Mengenal Kesenian Angguk Kulonprogo, Paduan Budaya Jawa, Arab dan Belanda
Ifan Seventeen. (Foto:nyatanya.com/YouTube Dory Harsa Music)

Panggung

Ifan Seventeen dan Dory Harsa Garap ‘Kemarin’ Versi Jawa
Denny Caknan dan Happy Asmara. Foto: nyatanya.com/IG happy_asmara77

Panggung

Happy Asmara Ternyata Lupa Tanggal Jadiannya dengan Denny Caknan
Tedy Wong. Foto: nyatanya.com/istimewa

Panggung

Tedy Wong Rilis Single Durung Siap Loro
(Foto: YouTube Denny Caknan)

Panggung

Lagu ‘Angel’ yang Jadi Penanda Pertemanan Denny Caknan dan Cak Percil
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Humas Pemda DIY)

Panggung

Peringati Hari Aksara Internasional, Gubernur DIY Ajak Optimalkan Ranah Digital