Home / Wisata

Minggu, 3 Oktober 2021 - 12:19 WIB

Ketjeh Resto, Wisata Kuliner Anyar yang Lagi Viral di Klaten

Ketjeh Resto, destinasi wisata baru di Klaten yang mengusung isu peduli sungai. (Foto: Diskominfo Klaten)

Ketjeh Resto, destinasi wisata baru di Klaten yang mengusung isu peduli sungai. (Foto: Diskominfo Klaten)

NYATANYA.COM, Klaten – Air bening mengalir pelan mengombak di sela bebatuan sungai yang berserak. Suara gemericik air pun hadir membangun suasana syahdu. Sesekali suara bocah berteriak girang, memegang jaring mini mengejar ikan–ikan kecil yang berlarian menggoda.

Sementara sang ayah berteriak, “Hati–hati nak nanti basah,” katanya seolah cemas setengah ketawa.

Sambil menyaksikan anaknya bermain air, sang ayah didampingi istri kelihatan romantis melahapi gurame bakar pedas manis di bawah gazebo di tengah sungai.

Tak lupa kakinya terus dimain. Berkecipak disela air yang mengalir. Seru. Makan di bawah gazebo di tengah sungai sambil memainkan air sungai yang terus mengalir bening. Sungguh pengalaman manis yang recomended guna merajut romantisme keluarga kecil masa kini.

Baca juga   Wulandari Lega Bisa Belajar Praktik di Sekolah Lagi

Suasana itulah yang dibangun Ketjeh Resto. Wahana wisata yang baru in di Klaten. Tepatnya di Desa Wangen, Polanharjo, Klaten.

Dituturkan Apip (27) seorang petugas informasi Ketjeh Resto, bercerita awalnya lokasi Ketjeh Resto adalah lahan menganggur yang dipenuhi kangkung. Tapi air bening mengalir sepanjang musim dari sumber.

“Lokasi obyek wisata Ketjeh Resto menempati tanah kas desa. Luasnya hampir 4 ribu meter. Lalu ada ide melalui kelompok pengajian desa setempat untuk membangun lahan kosong itu jadi obyek wisata. Maka dikonseplah destinasi wisata yang memadukan potensi air sungai, resto, pelatihan berkuda dan memanah,” tuturnya.

Karena tidak ada modal, kata pemuda setempat itu kalau dana patungan itu dikumpulkan dari anggota pengajian. Uang terkumpul itu sebagai saham bersama.

Baca juga   Nasi Merah Pari Gogo, Warung Makan Legendaris Langganan Pejabat

“Kepemilikan Ketjeh Resto adalah semangat kebersamaan. Jadi setiap anggota pengajian itu kumpulan duit. Istilahnya menanam saham. Alhamdulilah awal Desember 2020 kemarin, kami perkenalkan kepada masyarakat. Sambutan masyarakat juga sangat bagus. Ibu Bupati Klaten pernah berkunjung. Kabarnya Pak Ganjar mau main. Tapi karena pandemi, rencana kunjungan Pak Gub tertunda,” jelasnya.

Bercerita konsep wisata yang dikembangkan, Apip mengungkap kalau destinasi wisata Ketjeh Resto mengusung isu kepedulian sungai.

“Desa Wangen dan sekitarnya sumber air melimpah. Ikan air tawar juga bagus di sini. Bagi yang gemar berkuda, juga ada wahana berkuda dan memanah. Jadi Ketjeh Resto cocok untuk acara wisata keluarga” tuturnya. (*)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi, hasil penataan Labuan Bajo (Dok. Kementerian PUPR)

Wisata

Jadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Labuan Bajo Terus Bersolek
Pelaksanaan “Wisata Vaksin” di Taman Kyai Langgeng. (Foto:Humas Pemkot Magelang)

Wisata

Pemkot Magelang Gelar “Wisata Vaksin” di Taman Kyai Langgeng
Salah satu objek wisata di Batang yang ditutup sementara selama PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Wisata

Membandel, Pengelola Objek Wisata Akan Disanksi Tegas
Indahnya panorama air terjun Lepo di Dlingo, Bantul. (Foto:nyatanya.com/Pemkab Bantul)

Wisata

Air Terjun Ledok Pokoh Dlingo Tawarkan Kesegaran Alami
Taman Pintar Virtual Guide dan Taman Pintar 360 Derajat jadi layanan baru bagi wisatawan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Apa Itu Taman Pintar Virtual Guide dan 360 Derajat yang Baru Diluncurkan?
Sekelompok penyiar radio di Magelang naik skuter listrik sekaligus promosi batik dan wisata seputaran Candi Borobudur. (Foto:Humas/beritamagelang)

Wisata

Naik Skuter Berpakaian Batik, Penyiar Radio Promosikan Wisata Borobudur
Acara penghargaan Joglosemar Tourism Awards 2021/2022. Foto: nyatanya.com/IG media_twc

Wisata

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Raih Joglosemar Tourism Awards 2021/2022
Penampakan Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga hasil penataan Kementerian PUPR. (Foto: Dok.Kementerian PUPR)

Wisata

Masuk KSPN ‘Bali Baru’, Danau Toba Punya Wajah Baru