Home / Peristiwa

Minggu, 29 Agustus 2021 - 17:23 WIB

‘Kita Jaga Usaha’, Stimulus Bagi UMKM dari Baznas

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Teten Masduki dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat launching Program 'Kita Jaga Usaha' yang diinisiasi Baznas. (Foto: Humas Pemda DIY)

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Teten Masduki dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat launching Program 'Kita Jaga Usaha' yang diinisiasi Baznas. (Foto: Humas Pemda DIY)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun ini, nyata berdampak pada sektor ekonomi. Untuk itu, Pemerintah Daerah DIY menyambut baik dan mendukung sepenuhnya program ‘Kita Jaga Usaha’ yang diinisiasi oleh BAZNAS RI.

Hal ini diungkapkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat launching Program ‘Kita Jaga Usaha’, di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat (27/8/2021)

Sri Sultan mengatakan, Covid-19 telah menimbulkan setidaknya tiga dampak terhadap perekonomian, baik secara internasional, nasional, maupun daerah. Pertama, menyangkut masalah penurunan pertumbuhan ekonomi. Kedua, peningkatan angka pengangguran, dan ketiga peningkatan angka kemiskinan.

“Program ini akan memberikan bantuan dan kemajuan bagi UMKM yang ada di DIY yang potensinya demikian besar. Tentunya akan menjadikan stimulus dalam perekonomian dengan tujuan utama melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi bagi para usahawan UMKM kami,” ungkap Sri Sultan.

Sri Sultan mengungkapkan harapannya agar program yang dilaksanakan Satgasnas Covid-19 BAZNAS RI ini memberi kemudahan dalam proses dan persyaratannya. “Serta diharapkan tepat sasaran agar benar-benar menjadi stimulus untuk pemulihan ekonomi,” imbuh Sri Sultan.

Sri Sultan pun menambahkan, Pemda DIY mendapat kabar baik dari BPS DIY di tahun 2021 ini, dimana ekonomi di pada kuartal pertama DIY tumbuh 7,8% dan pada kuartal kedua tumbuh 11,81%.

Baca juga   Peringati Hari Aksara Internasional, Gubernur DIY Ajak Optimalkan Ranah Digital

“Semoga saja pertumbuhan di kwartal ketiga maupun keempat, jangan sampai jatuh terlalu dalam. Tapi mungkin prediksi akan turun, biarpun masih dalam kondisi di antara 5%-6%,” papar Sri Sultan.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Teten Masduki mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi inisiasi program BAZNAS Kita Jaga Usaha. Menurutnya, program ini sangat responsif terhadap kondisi ekonomi pelaku UMKM saat ini.

“Ini tanda bahwa kita semua pemerintah hadir dan tidak tinggal diam dengan kesulitan yang dihadapi oleh UMKM. UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia merasakan dampaknya secara signifikan. Mulai dari penurunan omset, kesulitan modal, dan yang terberat adalah penutupan usaha,” paparnya.

Diungkapkan Teten, kondisi pandemi masih akan dihadapi dan tidak diketahui kapan berakhirnya. Untuk itu, sudah menjadi tugas bersama guna memastikan pelaku usaha kecil dapat beradaptasi untuk bisa bertahan dan melanjutkan usahanya di masa pandemi. Salah satunya melalui program ‘Kita Jaga Usaha’ yang dilaunching hari ini.

Baca juga   Solo Local Festival, Upaya Pemkot Solo dan Bank BJB Dongkrak UMKM

“Hari ini kita menyaksikan peluncuran program bantuan tunai untuk usaha mikro di wilayah PPKM Jawa dan Bali yang dikemas dengan program Kita Jaga Usaha yang dipusatkan di Yogyakarta. Kita pilih Yogyakarta karena selama ini sudah banyak inisiatif dari DIY untuk memperkuat UMKM agar bisa bertahan di tengah pandemi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad mengatakan, total bantuan yang dikucurkan oleh BAZNAS untuk penanganan dampak Covid-19 ini sebesar Rp13 miliar kepada 13.000 penerima. BAZNAS saat ini tengah menjalankan tiga program utama, yakni bantuan langsung modal melalui program Kita Jaga Usaha, bantuan recovery pengusaha warung melalui program Dapur Nusantara, dan bantuan bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

“Untuk penerimanya, diseleksi oleh BAZNAS masing-masing provinsi. Kita usahakan yang saat ini menerima yang betul-betul membutuhkan. Harapan kita, program ini tidak hanya untuk 13.000 penerima saja, tapi akan berkali-kali lipat dari yang kita harapkan. Karena tidak hanya BAZNAS pusat, tapi juga akan ada tambahan dari BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota akan melakukan gerakan yang sama,” jelasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan. (Foto:nyatanya.com/Humas Kab. Wonosobo)

Peristiwa

Guru dan Tenaga Kependidikan Wonosobo Terima Vaksinasi Tahap 2
Dinas Sosial Kabupaten Temanggung. (Foto:Diskominfo Temanggung)

Peristiwa

Temanggung Data Anak yang Ortunya Meninggal Karena Covid-19
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti meresmikan Mal Pelayanan Publik di kompleks Balaikota. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Mal Pelayanan Publik, One Stop Services-nya Pemkot Yogya
Penandatanganan kerjasama Dekranasda Jateng dengan Bank Jateng yang mendukung pengadaan ruang pamer tersendiri di Yogyakarta Internasional Airport. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Angkat Produk UKM Kriya, Dekranasda Jateng Buka Ruang Pamer di YIA
Kapolres Magelang AKBP Ronald Purba memberikan bantuan sembako kepada pedagang kaki lima. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

Peristiwa

PPKM Level 4, Patroli Skala Besar Digelar di Magelang
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat sidak ke Pasar Darurat dan Pasar Baru Kedungwuni.(Foto:nyatanya.com/Dinkominfo Pekalongan)

Peristiwa

Hari Ke-3 PPKM Darurat, Warga Semakin Tertib
Proses penyortiran salak Nglumut di Packing House Gapoktan Ngudiluhur Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Setelah Thailand dan Kamboja, Salak Nglumut Srumbung Siap Ekspor ke China
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ponpes Darussalam Timur Watucongol. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Pemkab Magelang Gelar Vaksinasi Covid-19 di Ponpes Darussalam Timur Watucongol