Home / Peristiwa

Minggu, 27 Maret 2022 - 12:48 WIB

KKP Amankan 22 Kapal Ikan Ilegal Saat gelar Operasi Pengawasan di Enam WPP

Dengan penangkapan 22 kapal tersebut, total KKP telah menangkap 51 kapal ikan yang terdiri dari 5 kapal ikan asing yaitu 4 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Filipina. KKP juga mengamankan 46 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan. (Foto:KKP)

Dengan penangkapan 22 kapal tersebut, total KKP telah menangkap 51 kapal ikan yang terdiri dari 5 kapal ikan asing yaitu 4 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Filipina. KKP juga mengamankan 46 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan. (Foto:KKP)

NYATANYA.COM, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 21 kapal ikan Indonesia dan 1 kapal ikan asing dalam gelar operasi pengawasan yang dilaksanakan selama 7-21 Maret 2022 di enam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).

Penangkapan kapal-kapal tersebut menegaskan keseriusan KKP untuk menjaga sumber daya kelautan dan perikanan, dari praktik pencurian ikan maupun penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Dalam gelar operasi yang dilaksanakan di perairan Raja Ampat, Lampung, Selat Peleng, Teluk Tolo, Kepulauan Riau, Laut Sulawesi dan Laut Jawa, kami mengamankan 21 kapal ikan Indonesia dan 1 kapal ikan asing,” ujar Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dalam keterangan resmi KKP, Minggu (27/3/2022).

Adin menjelaskan bahwa di Raja Ampat, 2 kapal ikan Indonesia yaitu KM Mattajang dan KM Cahaya Selamat 01 ditangkap oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 04 karena melaksanakan transhipment tidak sesuai ketentuan.

Sedangkan 10 kapal ditangkap karena beroperasi tidak sesuai dengan Daerah Penangkapan Ikan. Kapal tersebut adalah KM Sumber Ekonomi, KM Putra Harapan 3, dan KM Garuda Mas ditangkap di perairan Lampung oleh KP Hiu 10, KM Nando ditangkap perairan Kepulauan Riau oleh KP Hiu 17, serta KM Ulam Sari Putra Fajar, KM Mina Wijaya, KM Putra Berkah 1, KM Kafaa Bilkafi, KM Sederhana, dan KM Campur Sari ditangkap di perairan Laut Jawa oleh KP Orca 2.

Baca juga   Kapolda Papua Tegaskan Pelaku Kerusuhan di Dogiyai Bakal Diproses Hukum

“Selain itu, ada 9 kapal ikan Indonesia tidak dilengkapi dokumen perizinan berusaha ditangkap oleh KP Hiu 5 di perairan Selat Peleng dan Teluk Tolo. Serta satu kapal ikan asing jenis kapal lampu yaitu FB LB AARON-11 yang dilumpuhkan dan ditangkap oleh KP Hiu 15 di perairan Laut Sulawesi,” urai Adin.

Adin menyampaikan bahwa penangkapan kapal-kapal tersebut merupakan wujud komitmen KKP dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.

Lebih lanjut Adin menyampaikan bahwa dalam rangka persiapan mengawal program penangkapan ikan terukur, pihaknya akan melakukan penertiban di sejumlah wilayah perairan.

Selain itu, Adin menambahkan bahwa ada banyak pengaduan masyarakat yang melaporkan praktik penangkapan ikan yang tidak sesuai ketentuan tersebut, oleh sebab itu pihaknya mengambil langkah tegas.

“Pesannya jelas bahwa KKP mengedepankan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Apalagi pelanggaran yang dilakukan ini meresahkan nelayan dan masyarakat,” ujar Adin.

Baca juga   Respon Tegas! KKP Tunda Patroli Bersama ABF Australia

Adin menyampaikan bahwa penangkapan kapal ikan asing yang berfungsi sebagai lampu (light boat) tersebut merupakan upaya untuk memutus mata rantai illegal fishing di wilayah perbatasan RI-Filipina.

Adin menjelaskan bahwa Kapal Lampu tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pengoperasian kapal purse seine illegal di wilayah perbatasan Laut Sulawesi.

“Fungsi kapal ini untuk mengumpulkan ikan, jadi dengan tertangkapnya kapal ini, satu siklus penting pengumpulan ikan kita lumpuhkan,” pungkas Adin,

Dengan penangkapan 22 kapal tersebut, total KKP telah menangkap 51 kapal ikan yang terdiri dari 5 kapal ikan asing yaitu 4 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Filipina. KKP juga mengamankan 46 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan.

Tindak tegas KKP tersebut sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang dalam berbagai kesempatan menginstruksikan agar jajaran aparat Ditjen PSDKP bertindak tegas terhadap praktik penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan merusak ekosistem laut.

(N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Bupati Kustini Sri Purnomo meresmikan lima pelayanan kesehatan baru di RSUD Sleman. (Foto: Humas Sleman)

Peristiwa

Peringati HUT ke-44, RSUD Sleman Luncurkan 5 Layanan Kesehatan
Dalam situasi PPKM ini DPP Kota Yogyakarta mengimbau dan mengarahkan Panitia pemotongan hewan kurban untuk memperketat protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

DPP Kota Yogya Perketat Pengawasan Hewan Kurban Selama PPKM Darurat
Salah satu cagar budaya di wilayah Kabupaten Sleman yang penuh coretan-coretan liar. Vandalisme pada benda-benda cagar budaya merupakan sebuah bentuk perusakan karena tidak menghargai nilai penting cagar budaya itu sendiri. (Foto: MC Kab Sleman)

Peristiwa

Kundha Kabudayan Sleman Ajak Masyarakat Lindungi Cagar Budaya
Atap Pasar Giwangan yang roboh diterjang hujan deras dan angin kencang, Minggu (29/5/2022) sore tadi. Foto: Tangkapan layar Twitter @ArchiveJogja

Peristiwa

Atap Pasar Giwangan Roboh Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang, Timpa Pedagang
Ilustrasi. Foto: Ist

Peristiwa

Uang BLT Rp160 Juta Dirampok di Deli Serdang, Pelaku Buntuti Korban dan Pecah Kaca Mobil
Pemusnahan barang bukti Sabu di Kantor BNNP Riau. Sebelumnya paket sabu seberat 531,5 gram terdeteksi petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau berhasil mengamankan pelaku. (Foto: Mediacenter Riau)

Peristiwa

Petugas Bandara Pekanbaru Amankan Sabu yang Dikemas dengan Paket Makanan
Proses evakuasi material longsor yang menutup jalan penghubung Desa Krempong dan Desa Sucen, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. (Foto: MC.TMG)

Peristiwa

Evakuasi Material Longsor yang Tutup Jalan Penghubung Dua Desa di Temanggung, BPBD Terjunkan Alat Berat
Empat ekor kukang bangka (Nycticebus Bancanus) dilepasliarkan ke habitat aselinya di kawasan Hutan Lindung Bangka Island Outdoor (BIO), Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Sumatera Selatan, Yayasan ALOBI dan PT Timah Tbk. (Foto: Biro Humas KLHK)

Peristiwa

Empat Ekor Kukang Bangka Dikembalikan ke Habitat Aslinya, Populasinya Semakin Turun