Home / Peristiwa

Minggu, 14 November 2021 - 21:35 WIB

KKP Dorong Pemda Susun Rencana Aksi Daerah Konservasi Hiu Paus

Hiu Paus (Rhincodon typus) termasuk jenis ikan Appendix II Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) dan masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dengan status endangered (EN). (Foto: dok KKP/InfoPublik)

Hiu Paus (Rhincodon typus) termasuk jenis ikan Appendix II Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) dan masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dengan status endangered (EN). (Foto: dok KKP/InfoPublik)

NYATANYA.COM, Jakarta – Usai ditetapkannya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 16 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Hiu Paus Tahun 2021-2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong segera dirumuskannya Rencana Aksi Daerah (RAD) pada 6 lokasi prioritas implementasi RAN, meliputi Gorontalo, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, dan Kalimantan Timur.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pamuji Lestari, menyampaikan untuk mencapai 6 sasaran program konservasi hiu paus dalam RAN 2021-2025 tersebut, diperlukan komitmen berbagai pihak khususnya Pemerintah Daerah di 6 lokasi prioritas implementasi RAN.

“Rencana Aksi Nasional ini perlu diadopsi pada tingkat daerah dalam bentuk RAD Konservasi Hiu Paus yang dilengkapi dengan perangkat hukumnya agar komitmen dan alokasi pendanaan dapat diarahkan untuk konservasi hiu paus di tingkat daerah,” ujar Tari, Minggu (14/11/2021).

Guna mempercepat implementasi tersebut, Tari menjelaskan KKP bersama Pemda dan mitra terkait menginventarisasi kegiatan rencana aksi nasional yang telah dilakukan pada 2021, tantangan dalam pelaksanaan serta rencana tindak lanjutnya pada 2022 melalui rapat koordinasi yang digelar secara daring dan luring.

Baca juga   KKP-Polri Gagalkan Penyelundupan 506.600 BBL di Palembang

Selain inventarisasi, rakor juga dimaksudkan untuk sosialisasi pembelajaran dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam proses pengadopsian RAN ke dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) Konservasi Hiu Paus.

“Kami tentunya berharap RAN Konservasi Hiu Paus dapat segera diimplementasikan dan diintegrasikan pada program kerja di masing-masing lokasi prioritas yang telah ditetapkan,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL), Andi Rusandi menerangkan rakor dengan para pemangku kepentingan menghasilkan beberapa masukan dan sejumlah rekomendasi.

Pertama, Pemda perlu membentuk tim atau kelompok kerja penyusunan RAD Konservasi Hiu Paus berkolaborasi dengan dinas Provinsi, Kabupaten/Kota, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kedua, RAN Konservasi Hiu Paus menjadi pedoman dan acuan dalam penyusunan RAD Konservasi Hiu Paus.

Ketiga, progres implementasi RAN Hiu Paus yang belum terlaksana perlu diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Keempat, perlunya kolaborasi Pemerintah Pusat, Pemda, dan pemangku kepentingan dalam implementasi RAN Hiu Paus.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim dalam sesi pembelajaran pengembangan RAD Konservasi Hiu Paus di NTB mengungkapkan bahwa Provinsi NTB telah membentuk kelompok kerja (Pokja) konservasi hiu paus dan menyusun RAD konservasi hiu paus.

Baca juga   KKP Gagalkan Aksi Kapal Ikan Ilegal Berbendera Malaysia di Selat Malaka

“Dokumen RAD Konservasi Hiu Paus disusun sebagai acuan dan pedoman bagi para pihak yang ke terkait dalam pengelolaan hiu paus dan habitatnya di NTB secara sistematis, efektif, terukur dan terintegrasi,” ujarnya.

Hiu Paus (Rhincodon typus) termasuk jenis ikan Appendix II Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) dan masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dengan status endangered (EN).

Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dalam rangka menjaga kelestarian hiu paus, KKP telah menetapkan hiu paus sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh melalui Kepmen KP Nomor 18 Tahun 2013, sesuai rekomendasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku otoritas keilmuan.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Ganjar Pranowo ikut hadir untuk menyerahkan secara simbolis bantuan sosial tunai yang diselenggarakan Dinas Sosial Provinsi Jateng, di Kantor Pos Semarang. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Serahkan BST, Ganjar: Gunakan Model Gotong Royong Insyaallah Semua Dapat
Pelaku ditangkap saat akan melakukan transaksi jual beli hasil selundupan, satwa jenis burung yang di lindungi itu di pasar burung Surabaya. (Foto: Diskominfo Prov.Jatim)

Peristiwa

Ditpolairud Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan dan Perdagangan Burung Dilindungi
Para relawan di posko pengungsian mengajak para pengungsi yang didominasi oleh kaum perempuan untuk mengisi waktunya, dengan membatik. (Foto: MC Kab. Lumajang)

Peristiwa

Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Manfaatkan Waktu dengan Latihan Membatik
Ilustrasi (Foto: Garuda Indonesia)

Peristiwa

Dukung WSBK Mandalika, Garuda Hadirkan Paket Bundling Terbang ke Lombok
Agung Sukoco, salah seorang putra terbaik asal Kabupaten Bengkalis, berhasil meraih juara II dalam ajang internasional kaligrafi di Zeytinburnu, Turki. (Foto: MC Kab Bengkalis/Dok)

Peristiwa

Agung Sukoco, Juara II Lomba Kaligrafi Internasional di Turki
TKP perkelahian hingga berujung pembacokan di Bubutan Surabaya pada Senin (18/4/2022). Foto: Istimewa/selalu.id

Peristiwa

Gara-gara Setel Musik Terlalu Keras, Warga Bubutan Surabaya Dibacok Tetangga
Petugas pemadam kebakaran tengah berupaya menjinakkan si jago merah. Foto: Ist

Peristiwa

Toko Kelontong Sinar Jaya Terbakar Hebat, Kerugian Mencapai Rp600 Juta
Ilustrasi kedatangan vaksin untuk Indonesia. (Foto: InfoPublik)

Peristiwa

Tahap ke-137, Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia Malam Ini