Home / Olga

Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:24 WIB

Klasemen Sementara PON XX – Jabar Makin Tak Terbendung, DIY Posisi 16

Sejumlah pebola voli putra dan putri Jawa Barat beserta ofisial berfoto bersama usai Upacara Penghormatan Pemenang Final Bola Voli Putra PON Papua di GOR Voli Indoor Koya Koso, Kota Jayapura, Papua, Selasa (12/10/2021). Tim bola voli putra Jawa Barat berhasil meraih medali emas usai mengalahkan DKI Jakarta pada partai final dengan skor 25-15, 25-19, 16-25 dan 25-15. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

Sejumlah pebola voli putra dan putri Jawa Barat beserta ofisial berfoto bersama usai Upacara Penghormatan Pemenang Final Bola Voli Putra PON Papua di GOR Voli Indoor Koya Koso, Kota Jayapura, Papua, Selasa (12/10/2021). Tim bola voli putra Jawa Barat berhasil meraih medali emas usai mengalahkan DKI Jakarta pada partai final dengan skor 25-15, 25-19, 16-25 dan 25-15. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

NYATANYA.COM, Jayapura – Perhelatan PON XX 2021 di Papua akan menyudahi laga dalam dua hari ke depan. Sebanyak 39 cabang dan disiplin pertandingan telah menyelesaikan seluruh rangkaian lomba.

Terdapat 111 nomor pertandingan lagi yang akan dilombakan dari total 681 nomor pertandingan yang disiapkan Panitia Besar (PB) PON Papua. Artinya sudah 570 nomor pertandingan atau sekitar 84 persen selesai digelar.

Kendati demikian, kontingen dari 34 provinsi masih terus berjuang untuk merebut keping-keping medali tersisa. Menurut laporan PB PON dari laman resminya, sudah 1.840 medali dibagi rata kepada 34 provinsi terdiri dari 576 emas, 564 perak, dan 700 perunggu. PB PON Papua telah menyiapkan 681 emas, 681 perak, dan lebih dari 681 perunggu.

Dalam beberapa nomor pertandingan, dua tim yang terhenti langkahnya di semifinal mendapatkan perunggu bersama sehingga total perunggu yang disiapkan lebih banyak dari jumlah emas dan perak. Hingga Rabu (13/10/2021) pukul 08.00 WIT, PB PON Papua masih menyisakan sebanyak 105 keping emas untuk diperebutkan selama dua hari terakhir.

Sementara itu dalam klasemen medali, Jabar semakin tak terbendung untuk merebut gelar juara umum beruntun kedua lagi. Dua hari tersisa dari perhelatan PON Papua dan masih tersedia 106 keping emas untuk diperebutkan, kemungkinan sulit bagi kontingen lain untuk merebut posisi Jabar.

Sejak PON 2000, belum pernah ada provinsi yang mampu merebut gelar juara umum pesta olahraga nasional empat tahunan ini secara beruntun. Jabar bisa menjadi yang pertama mencatatkan sejarah juara dua kali beruntun PON setelah era Orde Baru berakhir.

Mengutip data PB PON Papua, Rabu (13/10/2021) pukul 08.00 WIT, juara PON 2016 ini sudah mengoleksi 108 emas, 87 perak, dan 97 perunggu. Terdapat tambahan 13 emas sepanjang laga Selasa (12/10/2021) yang diraup dari pencak silat, renang, paralayang, bola voli indoor, dan menembak.

Baca juga   Temuan Kasus Covid-19 Bukti Ketatnya Tracing dan Tracking PON XX

Panen empat emas diperoleh para perenang Jabar dari final cabang renang yang digelar di Arena Akuatik Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Jabar juga memetik kemenangan bersejarah dari arena voli setelah sukses menyandingkan emas putra dan putri untuk pertama kali sejak 25 tahun lalu. Terakhir kali kawin emas voli terjadi pada PON 1996 di Jakarta.

Di venue GOR Koya Koso, Kota Jayapura, tim putri mempertahankan medali emas dengan membekuk Jawa Tengah 3-0, sementara tim putra menghentikan perlawanan DKI Jakarta 3-1.

Bagi tim voli putra Jabar, keberhasilan ini mengakhiri paceklik medali emas. Terakhir kali mereka merebutnya saat PON 1996. Sejak PON 2000 hingga 2016, jawara voli putra didominasi Jatim, yang kali ini gagal melaju ke babak empat besar.

“Kemenangan ini sangat berkesan karena emas voli putra kembali ke Jabar setelah lama tidak pernah diraih,” kata manajer tim voli Jabar, Andre Firmansyah usai pertandingan dikutip dari Antara.

Kontingen Jatim yang berupaya menggusur dominasi Jabar berhasil mendapatkan tambahan 13 medali emas dari paralayang, karate, renang, loncat indah, gulat, dan layar.

Panen emas terjadi di paralayang ketika arek-arek Jatim mampu membawa pulang enam keping emas. Hasil ini membuat Jatim untuk sementara memperoleh 97 emas, 79 perak, dan 70 perunggu untuk berada di urutan kedua klasemen sementara perolehan medali.

Baca juga   Selama PON XX Digelar, Menpora Akan Berkantor di Papua

“Seluruh atlet yang masih bertanding akan berjuang semaksimal mungkin untuk merebut medali emas. Semua masih mungkin, meskipun cukup berat. Setidaknya hasil yang sudah diraih para atlet sejauh ini bisa dibilang sangat bagus,” kata Ketua Harian KONI Jatim M. Nabiel.

Ia mengakui, beberapa cabang andalan emas Jatim lepas dari target dan membuat juara dua kali PON itu mengalami kesulitan mengejar Jabar. Perolehan medali emas yang diraih kontingen Jatim hingga saat ini masih jauh dari target 136 keping yang dicanangkan untuk mengejar juara umum.

Demikian halnya dengan DKI. Juara 11 kali PON tersebut masih terseok di urutan tiga besar dengan 90 emas, 74 perak, dan 86 perunggu. Pada hari kesepuluh perhelatan PON Papua, DKI memanen sembilan emas dari layar, pencak silat, atletik, karate, kempo, renang, dan loncat indah.

Tuan rumah pun bernasib serupa. Pada pertandingan Selasa, atlet-atlet Papua sanggup menyetor 11 emas dari karate, selam laut, senam aerobik, pencak silat, hoki lapangan, terjun payung dan tarung derajat yang menyumbang empat keping. Hasil itu membuat Papua tetap bertahan di peringkat empat besar dengan 79 emas, 50 perak, dan 84 perunggu.

Pada hari ke-11, Rabu (13/10/2021), PB PON Papua menyediakan 72 keping emas untuk diperebutkan oleh atlet-atlet dari 34 provinsi di final 13 cabang dari total 20 cabang yang menggelar lomba.

Sementara DIY yang berada di peringkat 16 klasemen sementara perolehan medali, sampai hari ini, Rabu (13/10/2021) pukul 11.20 WIB sudah mengumpulkan 7 medali emas, 12 medali perak dan 16 medali perunggu. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Atlet asal Sumatera Selatan, Rio Maholtra yang memecahkan rekor lari gawang 110 meter putra di PON XX Papua. (Foto:PB PON XX Papua/Rommy Pujianto)

Olga

PON XX Papua Lahirkan Tujuh Rekor Baru
Wabup Johannes Rettob saat jumpa pers di Media Center Kominfo Klaster Mimika. (Foto: Ryiadhy Budhy Nugraha/InfoPublik)

Olga

Akses Venue PON Papua Klaster Mimika Pakai PeduliLindungi
Leani Ratri Oktila. (Foto:putra/kemenpora.go.id)

Olga

Leani Ratri Oktila Puji Presiden dan Menpora Setarakan Atlet Paralimpiade

Olga

Kejutan dari Papan Bawah Klasemen Sementara PON Papua
Menpora RI Zainudin Amali melaunching Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) 2022 Sumatera Selatan. (Foto:raiky/kemenpora.go.id)

Olga

Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional Digelar di Sumsel Juli 2022
Windy Cantika dan medali perunggu Olimpiade 2020. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Windy Cantika: Alhamdulillah Senang Banget, Tak Meyangka Bisa Sumbang Medali untuk Indonesia
Atlet dan pelatih Kabupaten Sukoharjo yang akan berlaga di PON XX Papua serta Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) berpamitan dengan Bupati Etik Suryani. (Foto: Diskominfo Sukoharjo)

Olga

Bupati Janjikan Penghargaan bagi Atlet Sukoharjo Peraih Medali di PON Papua
Ujian pertama berhasil dilewati Gregoria Mariska Tunjung dalam laga pembuka penyisihan grup M tunggal putri. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Gregoria Mariska Tunjung Menangi Laga Pembuka Grup M