Home / News

Rabu, 13 Maret 2024 - 12:41 WIB

KNKT: Masih Terlalu Dini Ungkap Penyebab Kecelakaan Pesawat Smart Air

Pilot Smart Air yang selamat. (Source Foto: RRI)

Pilot Smart Air yang selamat. (Source Foto: RRI)

NYATANYA.COM, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai saat ini masih terlalu dini untuk memprediksi penyebab kecelakaan pesawat Smart Air, di Tarakan, Kalimantan Utara.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan tidak bisa asal mengeluarkan hasil penyelidikan kecelakaan pesawat.

KNKT harus terlebih dulu memeriksa seluruh data Black Box Smart Air untuk diinvestigasi. Kemudian, mewawancarai pilot Smart Air yang selamat untuk dimintai keterangan.

“(Kondisi pilot) belum (sehat), nanti tunggu stabil dulu, Recover dulu baru nanti kita lakukan interview. Terlalu dini mengatakan penyebabnya apa, karena data black box harus dibaca, kemudian di wawancara, kemudian dicocokan data-data lapangan,” ujar Ketua KNKT, seperti dikutip dari RRI, Rabu (13/3/24).

Baca juga   Pemerintah Berkomitmen Atasi Emisi Gas Rumah Kaca, Ini Kata Menteri Trenggono

Baca Juga: Kapolda Bali Pimpin Apel Kesiapan Operasi Cipta Kondisi Agung 2024

Dalam menangani kasus ini, KNKT harus mendapat gambaran awal atau rangkaian peristiwa terlebih dahulu. Jika semua sudah didapatkan, KNKT memastikan, hasil investigasi jatuhnya pesawat Smart Air disampaikan ke publik.

“Semua hasil KNKT akan diumumkan ke publik, cuma bagaimana pengumuman dilihat bagaimana tingkat kesulitan yang kita dapatkan. Kalau semua lancar tidak lebih dari setahun kita umumkan hasilnya,” tegas Ketua KNKT.

Tidak lupa, Ketua KNKT memberikan pesan penting terhadap dunia penerbangan di Indonesia. Terutama, dalam konsistensi menjalankan prosedur dan regulasi keamanan keselamatan penerbangan.

Baca juga   Ini Sejumlah Dokumen yang Diangkut KPK dari Ruang Wali Kota Yogyakarta, Terkait Kasus Suap Haryadi Suyuti

“Kita kembali kepada regulasi yang ada, kalau regulasi yang ada saat ini sudah mencukupi. Tinggal bagaimana menjalani secara konsisten dan aktif, kembali ke disiplin dan regulasi yang ada,” tutup Ketua KNKT.

Pesawat milik Smart Aviation ini hilang kontak pada Jumat (8/3/24) pukul 08.25 WITA usai lepas landas dari Bandara Internasional Juwata Tarakan. Rencanany, pesawat menuju Binuang dengan perkiraan ketibaan pukul 09.25 WITA. Pesawat perintis ini membawa sembako 21 item dengan berat 583 kilogram. (N1)

Share :

Baca Juga

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menandatangani Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.561/39 tentang Upah Minimum pada 35 kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022. (Foto: Humas Jateng)

News

Pekerja Lebih dari Satu Tahun Wajib Diberi Gaji di Atas UMK, Ini Daftarnya
Ketua Indonesia Technical Advisory Group On Immunization (ITAGI), Sri Rezeki Hadinegoro. (Foto: Istimewa/InfoPublik.id)

News

Ketua ITAGI Sampaikan Alasan Vaksin Boster Dibutuhkan
Menkominfo Johnny G. Plate. (Foto: Biro Humas Kementerian Kominfo)

News

Respons Kenaikan Covid-19, Menkominfo Perintahkan Pembatasan Kerja di Kantor
Branch Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Yogyakarta, Suharsan menjelaskan program ini merupakan event CSR rutin Indomaret yang bertujuan membantu program pemerintah dalam usaha meningkatkan kesehatan masyarakat. Foto: Humas Pemkot Yogya

News

Primanutri Posyandu Kepedulian Dunia Usaha Atasi Stunting di Kota Yogya
Ilustrasi, pedagang minyak goreng di pasar tradisional di Kota Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Pemkot Yogya Imbau Warganya Tak Menimbun Minyak Goreng
Presiden Jokowi meresmikan wajah baru pusat perbelanjaan Sarinah. Foto: BPMI Setpres

News

Sarinah Punya Wajah Baru, Presiden: Harus Miliki Multiplier Effect pada Perajin
Tim Klarifikasi Lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional 2022 Regional Jawa Bali Kemendagri, Tiyar Cahya Kusuma dan Simon Makarios Aruan, serta tim Balai Pemdes di Yogya, melakukan verifikasi lapangan, Selasa (1/11/2022). Foto: MC Pemkot Surakarta

News

Masuk Nominasi Lomba Kelurahan Tingkat Nasional, Tim Lakukan Verifikasi di Jebres Surakarta
Vaksinasi Covid-19 yang diadakan di kampung Blunyahrejo Kota Yogya dari hasil penyisiran warga yang belum vaksin. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Pemkot Yogya Sisir Warga Belum Vaksin Lewat RT/RW