Home / Olga

Jumat, 10 September 2021 - 08:32 WIB

Kontingen PON DIY: Mangkat Bregas, Main Trengginas, Mborong Emas, Mulih Waras

Sri Sultan Hamengku Buwono X saat Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen DIY PON XX Papua 2021. (Foto: Humas Pemda DIY)

Sri Sultan Hamengku Buwono X saat Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen DIY PON XX Papua 2021. (Foto: Humas Pemda DIY)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Prestasi di arena Pekan Olahraga Nasional (PON), selama ini dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga di DIY.

PON juga dapat menjadi forum mengangkat citra dan kebanggaan daerah. Untuk itu, guna mencapai prestasi dan citra, diperlukan kerja keras, tanpa mengenal kata lelah dan menyerah.

Hal ini disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen DIY PON XX Papua 2021 yang dilakukan secara daring pada Kamis (9/9/2021) dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

“Dengan jumlah personil yang terbatas karena Covid, saya tetap punya harap, semoga dapat mencapai prestasi yang pantas dibanggakan. Untuk itu, para atlet harus berdaya upaya sekuat tenaga, agar bisa meraih medali pada cabang-cabang olahraga prestasi, berstandar olimpiade,” papar Sri Sultan.

Sri Sultan mengatakan, men sana en corpore sano yang berarti dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat adalah frasa yang sangat akrab di telinga masyarakat. Dalam upaya untuk memperoleh tubuh yang sehat, salah satunya adalah melalui olahraga yang teratur. Keteraturan mengacu pada keselarasan untuk membentuk sebuah pola rutin, yang kemudian menjadi kebiasaan hidup.

“Di sini, olahraga memiliki peran penting sebagai sarana pembangunan manusia yang sehat lahir batin, yang selanjutnya akan membangkitkan ketahanan masyarakat. Oleh karena itu, adu prestasi olahraga di arena PON bisa juga diartikan sebagai upaya berkesinambungan dalam rangka pembangunan bangsa yang mandiri, berdaya tahan dan berdaya saing,” jelas Sri Sultan.

Baca juga   Danrem 072/ Pamungkas Olahraga Bersama Anggota

Sri Sultan pun mengungkapkan, kurangnya fasilitas dan keterbatasan dana serta kecilnya bonus, meski penting, hendaknya jangan dijadikan kendala pokok. Karena faktor kualitas manusia jelas yang lebih penting. Untuk itu, peran pembina dan pelatih diperlukan untuk mengolah tantangan menjadi peluang, dan mengelola keterbatasan menjadi kekuatan.

“Jika diimbangi oleh fighting spirit atlet, ever onward never retreat, akan menjadi kian bermaknalah sebuah prestasi dan kemenangan yang dicapai. Saya juga berharap, sebelum keberangkatan mereka (para atlet), agar sudah terselesaikan beban mentalnya secara tuntas, sehingga para atlet hanya akan berkonsentrasi untuk meningkatkan prestasi saja,” imbuh Sri Sultan.

Pada akhir sambutannya, Sri Sultan mengucapkan selamat bertanding dan semoga kontingen DIY bisa memperoleh prestasi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto mengatakan, pengukuhan kontingen PON DIY sengaja dilaksanakan bertepatan dengan momentum Haornas pada 9 September. Harapannya, para atlet yang mewakili DIY pada PON 2021 di Papua terpompa motivasi dan terbakar semangatnya layaknya para atlet yang berada pada PON pertama tahun 1948 di Solo.

“Saat ini seluruh atlet yang tergabung dalam kontingen DIY siap untuk berada di PON 20 Papua yang akan dilaksanakan secara resmi tanggal 2-15 Oktober 2021. Saat ini seluruh kontingen sudah mendapatkan vaksin (Covid) yang kedua. Dan untuk menjaga kesehatan para atlet dan pelatih, satu minggu sebelum berangkat PON, dilakukan karantina dengan tetap berlatih,” jelas Djoko.

Baca juga   Jalani Vaksinasi ke-2, Kemenpora Ingin Capaska Jadi Contoh bagi Masyarakat

Djoko menegaskan, pada PON ke-20 tahun 2021 ini, kontingen DIY ditargetkan mampu membawa pulang minimal 11 medali emas. Untuk menyukseskan perjalanan kontingen DIY pada PON Papua, KONI DIY pun membuat tagline 4M, yakni ‘Mangkat Bregas, Main Trengginas, Mborong Emas, dan Mulih Waras’.

Sementara itu, Ketua CdM Kontingen PON DIY, Rumpis Agus Sudarko menjelaskan, kontingen DIY yang berangkat ke Papua terdiri dari 128 atlet, 51 pelatih, 14 mekanik, tujuh dokter, dan tujuh wartawan. Selain itu, ikut pula 14 orang tim keamanan yang terdiri dari 11 polisi dan tiga anggota TNI, serta tim head supporter ada 17 orang dan tim pendukung sekitar 24 orang.

“DIY mengikuti 19 cabang olahraga. Insya Allah kontingen sudah siap menuju ke Papua. Secara kesehatan, Alhamdulillah semua bisa berangkat. Sebelum berangkat kami lakukan karantina selama tujuh hari, sesuai peraturan dari PB PON yang mengharuskan minimal lima hari karantina,” imbuhnya. (*)

Share :

Baca Juga

Eko Yuli Irawan kembali sukses mempersembahkan medali perak di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Eko Yuli Irawan Persembahkan Medali Perak Pertama untuk Indonesia
Rio Waida lolos babak 16 besar dan akan berjibaku man-to-man menghadapi tuan rumah Kanoa Igarashi besok. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Nyaris Tersingkir, Rio Waida Lolos Babak 16 Besar
Prajurit Korem 072/Pamungkas melaksanakan olahraga bola voli di lapangan apel satuan setempat. (Foto : zainuri arifin)

Olga

Jaga dan Tingkatkan Imunitas, Prajurit Korem Pamungkas Main Voli
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (purn) Marciano Norman. (Foto:putra/kemenpora.go.id)

Olga

Ketum KONI Pusat Pastikan PON Papua XX Sesuai Jadwal
Hasil kurang memuaskan harus dialami tim panahan beregu putra Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Tersingkir di Beregu, Tim Panahan Indonesia Fokus ke Perorangan
Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan medali emas kemenangannya di Olimpiade 2020 Tokyo. (Foto: @Kemenag_RI)

Olga

Indonesia Jago! Greysia Polii/Apriyani Sabet Emas Olimpiade 2020
Pengda DIY Shokaido menggelar ujian kenaikan sabuk di Segoroyoso, Pleret, Bantul. FOTO : nyatanya.com/istimewa

Olga

45 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk di Dojo Shokaido Segoroyoso
Kekuatan ganda putra kini bertumpu di pundak pasangan senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: kemepora/nocindonesia)

Olga

Melaju ke Semifinal, ‘The Daddies’ Jadi Tumpuan Sektor Ganda Putra