Home / News

Rabu, 18 Agustus 2021 - 18:29 WIB

Kota Semarang Turun Level, Hendi Longgarkan Aktivitas

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: Diskominfo Jateng)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Semarang turun menjadi level 3. Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi merasa bersyukur atas perkembangan kondisi wilayah yang dipimpinnya tersebut.

“Alhamdulillah, tadi malam Inmendagri nomor 34 sudah turun. Berita baiknya, Kota Semarang turun level, dari level 4 ke level 3. Sehingga ada beberapa hal yang akan kita sesuaikan,” tutur Hendi, sapaan akrabnya pada sesi jumpa pers, Selasa (17/8/2021).

Disampaikan Hendi, dengan penurunan level tersebut, pihaknya akan memberikan beberapa pelonggaran kapasitas pada sejumlah aktivitas. Antara lain, pemberlakukan 50 persen kapasitas untuk tempat ibadah, 50 persen untuk mal dengan waktu operasional hingga pukul 20.00 WIB, serta 25 persen untuk tempat olah raga, wisata, dan hiburan.

Baca juga   Dukung PTM, Pemkab Sragen Mulai Vaksinasi Pelajar

Lebih jauh terkait dibukanya tempat olah raga, Hendi juga menambahkan, aktivitas dalam satu grup hanya boleh diikuti maksimal empat orang.

“Hari ini ada tambahan, tempat olah raga boleh buka. Tapi kapasitasnya 25 persen, dan satu grup hanya boleh empat orang. Jadi artinya, misalnya ada satu orang yang gowes, maka hanya boleh bersama dengan tiga orang temannya barengan,” jelasnya.

Sementara untuk tempat wisata dan hiburan, Hendi menegaskan, akan menerapakan sistem dengan aplikasi peduli lindungi, dan setiap pengunjung juga harus sudah melaksanakan vaksinasi.

“Kalau di tempat wisata dan hiburan masih dalam konteks 25 persen dari kapasitas dan harus sudah vaksin, atau menerapkan aplikasi peduli lindungi,” tekan Hendi.

Baca juga   Zona Merah di Jateng Bertambah Jadi 13 Wilayah

Di sisi lain, lanjutnya, dengan status PPKM level 3, Kota Semarang juga dimungkinkan untuk melaksanakan Pendidikan Tatap Muka (PTM). Namun meskipun begitu, Hendi mengungkapkan masih harus melakukan koordinasi teknis terlebih dahulu.

“Tapi kalau memang ada kemungkinan beberapa sekolah seperti itu, pasti harus ada izin tertulis dari Dinas Pendidikan Kota Semarang,” imbuhnya.

Terkait hal-hal lainnya, pihaknya masih memberlakukan regulasi seperti sebelumnya yang berjalan di Kota Semarang. Termasuk untuk tempat makan yang masih diberlakukan waktu operasional hingga pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas maksimal 30 persen. (*)

Share :

Baca Juga

(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Meningkat, Hari Ini 918 Kasus Positif Covid-19 di DIY Sembuh
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Hari Ini 800 Kasus Positif Covid-19 di DIY Sembuh
(ilustrasi: nyatanya.com)

News

Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Bertambah 1.508 Orang
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan jajarannya saat jumpa pers. (Foto: Diskominfo Pemalang)

News

Pemalang Level 2, Bupati Imbau Masyarakat Tetap Patuhi 3M
Komisi X DPR RI melakukan kunjungan ke Kabupaten Sragen guna memastikan kelancaran kesiapan sekolah penggerak di Kabupaten Sragen. (Foto: Diskominfo Sragen)

News

11 Sekolah di Sragen Ditunjuk Sebagai Sekolah Penggerak
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Kominfo Sragen)

News

Perketat PPKM, Pemkab Sragen Larang Hajatan dan Arisan
Ganjar Pranowo.(Foto: Humas Jateng)

News

Jangan Sembarangan Gelar PTM, Ini Aturannya di Jawa Tengah
Foto: Ilustrasi/Kominfo

News

Bersama Grab dan Good Doctor, Pemda DIY Kembali Gelar Vaksinasi Massal