Home / Plus

Senin, 20 September 2021 - 22:32 WIB

KTD Pelangi Mendungan Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Sayur

Kelompok Tani Dewasa (KTD) Pelangi menyulap lahan tidur yang tidak terawat menjadi lahan produktif dengan cara budidaya berbagai tanaman sayuran. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Kelompok Tani Dewasa (KTD) Pelangi menyulap lahan tidur yang tidak terawat menjadi lahan produktif dengan cara budidaya berbagai tanaman sayuran. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Warga Kampung Mendungan, Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo Kota Yogya yang tergabung dalam Kelompok Tani Dewasa (KTD) Pelangi menyulap lahan tidur yang tidak terawat menjadi lahan produktif dengan cara budidaya berbagai tanaman sayuran.

Ketua KTD Pelangi, Budi Santosa menceritakan awalnya kelompok tani ini terdiri dari 11 anggota, kemudian banyak warga sekitar berminat untuk bergabung, terutama warga pensiunan untuk menghibur diri dan sebagai wadah untuk bersilaturahmi.

“Selain untuk merawat kampung sayur, kelompok ini juga sebagai wadah silaturahmi antar warga RW setempat. Hal ini yang menyebabkan anggota KTD Pelangi semakin bertambah,” jelasnya belum lama ini.

Pada saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini pun, lanjutnya, tidak menyurutkan aktivitas kelompok tani untuk berkegiatan. “Kerja bakti di ladang masih tetap berjalan sekaligus berjemur diri untuk melawan Covid-19,” katanya.

Luas lahan yang digarap KTD Pelangi ada sekitar 1000 meter persegi. Lahan ini milik warga sekitar yang mengikhlaskan untuk dikelola oleh kelompok tani.

“Dulu, ada lahan di sekitar kampung ini yang tidak terawat oleh pemiliknya, oleh karena itu warga kampung atau kelompok tani berinisiatif dan berusaha untuk memanfaatkan lahan kosong tersebut,” bebernya.

Setelah mendapatkan izin dari pemilik lahan, para anggota KTD Pelangi melakukan berbagai macam percobaan untuk menanam tanaman terutama sayuran.

“Untuk lahan yang ditanami, ada lahan milik anggota kelompok tani sendiri dan ada juga yang milik warga setempat tetapi tidak tinggal di kampung ini, namun sudah mengizinkan lahannya untuk dikelola oleh kelompok tani,” ungkapnya.

Baca juga   Maksimalkan Potensi Kampung Wisata, Pemkot Yogya Bentuk Pokdarwis Kelurahan

Untuk hasil panennya, ia dan kelompoknya sudah bisa merasakan dari apa yang mereka tanam, misalnya kebutuhan dapur dapat mereka cukupi dari hasil tersebut.

“Tapi untuk sementara ini, hasilnya belum bisa dirasakan semua warga, hanya bisa dirasakan oleh KTD Pelangi, tapi saya berharap kedepan seluruh warga juga bisa merasakan hasil panennya,” katanya.

Apa yang telah dilakukan Santosa dan anggotanya pun tidak selalu berjalanan mulus, berbagai permasalahan pun juga kerap datang, salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang mampu untuk mengelola lahan tersebut.

“Untuk permasalahan yang dialami kelompok tani sampai saat ini adalah kurangnya SDM karena belum terbiasa mengelola lahan, apalagi warga di Kampung Mendungan latar belakangnya tidak banyak yang asli petani,” ujarnya.

Ia pun berharap ke depan, ada penyuluhan tentang pertanian yang bisa memberi bekal bertani untuk anggota kelompok tersebut.

Selain SDM, permasalahan kesuburan tanan, karena lahan tersebut sudah lama ‘nganggur’ mengakibatkan kurangnya kandungan hara di dalam tanah.

“Karena lahan sebelumnya jarang ditanami, menyebabkan kurangnya kandungan hara di dalam tanah,” ungkapnya.

Namun karena tekad yang kuat dan komitmen yang solid antar anggota, permasalahan yang ada tersebut dapat mereka lalui dengan mudah.

“Kami ingin menjadikan kelompok tani ini menjadi kelompok tani yang maju. Ada unsur edukatif, mempunyai daya rekreatif, dan menjadi agribisnis kedepannya, serta betul-betul merawat dan memelihara supaya bantuan itu lebih menyejahterakan petani, khususnya kelompok kami,” jelasnya.

Baca juga   JIBB 2021, Ajang Unjuk Karya Perancang Muda DIY

Sementara itu terkait dengan penyuluhan pertanian, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya tak henti-hentinya mengadakan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya, M. Imam Nur Wahid menjelaskan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya rutin mengadakan program tersebut, tujuannya untuk penguatan ketahanan pangan pada masyarakat, sehingga masyarakat harus bisa memproduksi sendiri benih sayur, menanam sayur, menanam sumber karbohidrat, dan juga sumber protein.

“Dalam program ini, mulai dari benih, tanam, panen, dan pasca panen bisa berputar, sehingga sumber pangan dari pekarangan ini bisa lestari dan berkelanjutan, Program ini menggunakan sumber dana alokasi khusus non fisik (DAK NF).” ujarnya.

Di Kota Yogya, ada tujuh kelompok tani (poktan) yang menerima bantuan. Salah satunya di Kelurahan Giwangan Umbulharjo, yang mendapatkan yakni KTD Pelangi,” katanya.

Diharapkan, dengan adanya Pekarangan Pangan Lestari ini akan menjadikan lahan tani perkotaan (urban farming) di Kota Yogya akan berfungsi sebagai sumber pangan terdekat bagi warga masyarakat.

Menurutnya, di wilayah, hal semacam ini bisa menjadi ‘dapur hidup’ yang setiap saat menyediakan sumber pangan, baik sumber karbohidrat yakni dari umbi-umbian, ubi, sumber protein yakni dari lele dalam ember dan ayam petelur, dan sumber vitamin lain dari sayur-sayuran. (*)

Share :

Baca Juga

Kreativitas warga Balirejo tak berhenti disitu, mereka juga berinovasi dengan hasil panen strawberry. Strawberry tersebut diolah oleh ibu-ibu PKK kampung Muja muju menjadi berbagai camilan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Warga Balirejo Sulap Gang Gersang Jadi Kebun Strawberry
Mulyana, di luar aktivitasnya sebagai guru SD, suskes menjalankan usaha beternak bebek petelur. (Foto: zainuri arifin)

Plus

Mantab! Guru SD Ini Raup Rp14 Juta/ Bulan dari Beternak Bebek
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menerima bibit pohon dari Fahmi Ali dan Lukman, yang berkeliling Indonesia mengkampanyekan menanam pohon. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Plus

Bersepeda Keliling Indonesia, Fahmi dan Lukman Kampanyekan Menanam Pohon
(Foto:kratonjogja.id)

Plus

Yuk, Kenali Macam Wadah Sesaji Daun Pisang dalam Upacara Tradisi Keraton
Tri Tunggal mengaku mengembangkan konsep marketing sedekah. Tidak punya tim pemasaran, namun kualitas produk dan kepercayaan pelanggan sangat dijaga, termasuk kebiasaannya yang gemar sedekah. (Foto:Diskominfo Kab Klaten)

Plus

Pensiun Dini, Tri Tunggal Sukses Kembangkan Bisnis Berbasis Marketing Sedekah
Krenova digelar untuk mendorong terbentuknya budaya kreativitas di masyarakat. (Foto: Diskominfo Jateng)

Plus

Jamu Asam Urat Karya Siswa MAN Raih Juara Krenova 2021
(Foto:MC.Prov Jatim)

Plus

Ini Kisah Anak Muda Pengusaha Batik Asal Jatim Langganan Pejabat
Perajin di Kecamatan Borobudur mengikuti Workshop Pembuatan Sandal Khusus Upanat Borobudur. (Foto:Humas/beritamagelang)

Plus

Cegah Keausan Batu Candi Borobudur, Perajin Dilatih Produksi Sandal Khusus