Home / News

Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:49 WIB

Kuasa Hukum Tergugat Hadirkan Saksi Ahli Rektor Undip, Kuasa Hukum Penggugat Pilih Walk Out

Gugatan yang dilayangkan warga penolak Bendungan Bener kepada Gubernur Ganjar Pranowo disidangkan di PTUN Semarang.  (Foto: Tim LBH Nyi Ageng Serang)

Gugatan yang dilayangkan warga penolak Bendungan Bener kepada Gubernur Ganjar Pranowo disidangkan di PTUN Semarang. (Foto: Tim LBH Nyi Ageng Serang)

NYATANYA.COM, Semarang – Sidang lanjutan perkara gugatan terhadap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang dilayangkan oleh warga penolak proyek pembangunan Bendungan Bener, Kamis (19/8/2021) dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi ahli yang dihadirkan oleh Kuasa Hukum tergugat, yaitu Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum.

Agenda sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Roni Erry Saputro, SH, MH tersebut digelar secara virtual di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

Namun, ada peristiwa unik justru terjadi saat menjelang sidang hendak dimulai. Kuasa Hukum  penggugat secara tiba-tiba melakukan walk out meninggalkan persidangan tanpa sebab jelas.

Baca juga   Pacu Penuntasan RTLH, Pemprov Jateng Akan Tingkatkan Dana Bankeupemdes

Tapi oleh hakim ketua sidang tetap dilanjutkan walaupun kesaksian dari saksi ahli ini tidak disaksikan maupun didengar oleh kuasa hukum pengugat.

Peristiwa itupun sontak mendapatkan tanggapan serius dari Tim Kuasa Hukum warga Wadas, Bener, Purworejo, Jateng yang selama ini sangat setuju dan mendukung program pemerintah atas pembangunan Bendungan Bener.

Kristian Septian SH dan Danang SH selaku anggota tim kuasa hukum warga pendukung proyek nasional menyampaikan, bahwa tindakan walk out tim kuasa hukum penggugat sebelum sidang dimulai merupakan wujud ketidaksiapan, kelemahan sekaligus ketakutan menghadapi agenda sidang mendengarkan saksi ahli.

Baca juga   Bank Klaten Salurkan 247 Paket Sembako Bagi PKL Terdampak PPKM

“Meninggalkan proses sidang mendengarkan kesaksian saksi ahli manakala sidang belum dimulai, menjadi bentuk nyata belum siapnya mereka sekaligus ketakutan dari tim kuasa hukum penggugat bilamana dari kesaksian yang disampaikan saksi ahli dapat melemahkan bahkan menggugurkan gugatan,” kata Krisna SH.

“Walk out juga sejatinya merupakan tindakan merugikan diri mereka sendiri. Sebagai akibat hukumnya adalah hilangnya kesempatan yang diberikan untuk menggali kebenaran fakta-fakta persidangan yang seharusnya bisa didapat dari keterangan saksi di persidangan,” tandas Krisna kuasa hukum warga pendukung pemerintah dari LBH Nyi Ageng Serang.   (N2)

Share :

Baca Juga

(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Tiga Meninggal, 63 Sembuh, dan 36 Kasus Baru Covid-19 di Magelang
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Tertinggi dalam Sepekan, Positif Covid-19 di DIY Tambah 1.809 Kasus
Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

News

Pemda DIY Realokasi Belanja Rp418,35 M untuk Tangani Covid-19
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Suyana saat jumpa pers vaksinasi rabies di Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

News

Pemkot Yogya Gelar Vaksinasi Rabies, Ini Tanggalnya
Ganjar Pranowo. (Foto: nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Ganjar Pranowo: 7.000 RT di Zona Merah Harus Lockdown
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Kasus Posititif Covid-19 DIY Tambah 1.862, Sembuh 1.125 Kasus
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan bahwa Pemkot telah membuka 4 sentra vaksinasi, yakni di PDAM Tirtamarta, XT Square, SMAN 7, dan BPD DIY demi menekan kasus Covid-19. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

News

Terus Gencarkan Vaksinasi, Upaya Pemkot Yogya Tekan Kasus Covid-19
nyatanya.com

News

Hajatan dan Perpisahan Sekolah Ditiadakan