Home / Panggung

Rabu, 8 September 2021 - 09:39 WIB

Kundha Kabudayan Luncurkan “Yogya Kota Hanacaraka”

Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar beragam acara untuk memperingati Hari Aksara Internasional 2021 bertajuk ‘Aksara Jawa Anjayeng Bawana’ (Aksara Jawa Jaya Mendunia).

Rangkaian acara dilaksanakan sejak Rabu (1/9/2021) di Dinas Kebudayaan DIY dan puncaknya digelar Rabu (8/9/2021) mulai pukul 09.00 di Gedung Bima Dinas Kebudayaan DIY.

“Acara ini termasuk hasil rekomendasi dari Kongres Aksara Jawa yang kita laksanakan ditanggal 22-26 Maret 2021. Dari Kongres Aksara Jawa menghasilkan rekomendasi, tidak hanya diputuskan oleh DIY tapi juga semua penguna Aksara Jawa. Sepakat untuk melakukan pemeliharaan dan pengembangan Aksara Jawa,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi S.S, M.A.

Dinas Kebudayaan DIY juga mencanangkan Yogya sebagai Kota Hanacaraka dalam puncak acara tersebut.

“Mengapa kita berupaya melaunching Yogya Kota Hanacaraka, karena fakta dan data yang kita punya, prosentasi pengguna dan pemakai kita cek di angket,” ungkap Dian. Hasil dari angket tersebut menunjukkan bahwa masih banyak pengguna Aksara Jawa terutama anak muda.

Baca juga   Kelurahan Warungboto Jadi Sasaran TMMD Sengkuyung Tahap lll Kodim 0734/Kota Yogyakarta

Gerakan ini diharapkan mampu membuat Aksara Jawa semakin dikenal. Baik oleh masyarakat Yogyakarta bahkan dunia. Aksara Jawa menjadi salah satu bentuk aksara untuk saling berkomunikasi, baik melalui media sosial maupun berbentuk karya. Terutama setelah Kota Hanacaraka diluncurkan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mengingat kembali, menuliskan, dan bangga dengan aksara jawa yang pada akhirnya aksara Jawa kembali menjadi aksara orang Jawa,” ungkap Pimpinan Produksi Hayu Avang Darmawan.

Menurut Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Setya Amrih Prasaja S.S, sangatlah mungkin aksara Jawa digunakan sebagai tulisan dalam berbagai media. Aksara Jawa bisa menjadi salah satu ikon menarik bagi kalangan milenial dan wisatawan yang berkunjung ke DIY.

“Tapi tentunya posisi aksara Jawa harus bisa memenuhi ruang publik, sehingga aksara Jawa tidak terkesan hanya sebatas dekoratif pendamping aksara Latin saja,” katanya pula.

Rangkaian acara Hari Aksara Internasional ini meliputi pembuatan blog beraksara Jawa, pembuatan converter aksara Jawa, pembuatan OCR aksara Jawa, pemasangan spanduk tentang penguatan penggunaan aksara Jawa,pembuatan mading beraksara Jawa, webinar bertema Aksara Jawa, podcast digitalisasi aksara Jawa.

Baca juga   Inovasi Layanan KA Ikut Geliatkan Pariwisata Yogya

Selain itu pengumuman Lomba Sengkalan Memet, pengumuman Lomba Penulisan Serat, pengumuman Lomba Penulisan Dongeng, Webinar Aksara Jawa, Talkshow Aksara Jawa, dan peluncuran Jingle Aksara Jawa ‘Ini Jogjakarta’.

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring melalui ruang virtual (zoom meeting) dan juga ditayangkan melalui kanal YouTube Disbud DIY: tasteofjogja disbud diy

Dalam puncak acara ‘Aksara Jawa Anjayeng Bawana’ juga digelar Talkshow Aksara Jawa Anjayeng Bawana bersama KPH Notonegoro dengan tema ‘Pelestarian dan Pengembangan aksara Jawa di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat’.
Dilanjutkan Talkshow bersama Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Dian Lakshmi Pratiwi SS, MA dengan tema ‘Pemasyarakatan Digitalisasi Aksara Jawa’ dan talkshow bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY Didik Wardaya SE MPd dengan tema ‘Literasi Digitalisasi Aksara Jawa’. (*)

Share :

Baca Juga

Happy Asmara di lagu Lemah Teles. (Foto:nyatanya.com/YouTube Music Interactive)

Panggung

‘Lemah Teles’ Happy Asmara Trending di YouTube
Poejiyanto. (Foto:nyatanya.com/Dokumentasi Pribadi)

Panggung

Poejiyanto, Jagonya ‘On The Spot’ Karikatur Wajah
Gendhis Geona Madaharsa. (Foto: Instagram @nellakharisma)

Panggung

Anak Pertama Nella Kharisma Diberi Nama “Gendhis Geona Madaharsa”
Wakil Walikota Heroe Poerwadi usai membuka silaturahmi nasional budayawan dan seniman Muhammadiyah. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Panggung

Saatnya Budayawan dan Seniman Manfaatkan Medsos untuk Berekspresi
Deretan karya Nurfu Ad yang dipamerkan di studionya "Nurfu Art". (Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

Panggung

Digelar Online dan Offline, Nurfu Ad Pameran Tunggal Lukisan ‘Lorong Cinta’
Lukisan karya Chryshnanda Dwilaksana berjudul "Bulan di atas Borobudur". (Foto: dokumentasi pribadi)

Panggung

Ekspressionisme Ala Chryshnanda Dwilaksana
Kartun Dedok berjudul Race for Human Rights. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Panggung

Dedok dan Grace, Bangga Ikuti Pameran Kartun Human Rights in ASEAN
Jane Shalimar. (Foto:nyatanya.com/Instagram @janeshalimar_1)

Panggung

Setelah Berjuang Melawan Covid-19, Jane Shalimar Meninggal Pagi Tadi