Home / Wisata

Sabtu, 18 September 2021 - 22:41 WIB

Kunjungi Candi Borobudur, Gus Yasin Minta Umat Beragama Saling Menghormati

Gus Yasin saat mengunjungi uji coba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Jumat (17/9/2021). (Foto: Humas Jateng)

Gus Yasin saat mengunjungi uji coba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Jumat (17/9/2021). (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Magelang – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta masyarakat beragama untuk saling menghormati. Hal itu, disampaikan usai mengunjungi uji coba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jumat (17/9/2021).

“Ya kita kan ada menghormati agama ya. Ada aturan melecehkan agama itu tidak boleh. Dan di Indonesia ini agama banyak, kita saling menghormati,” kata Gus Yasin.

Menurutnya, ada mazhab yang membolehkan berwisata (ke candi) dan ada yang tidak membolehkan. (Larangan) Itupun, lanjutnya, masih dengan catatan kalau di lokasi wisata tersebut mengandung unsur kemusyrikan.

Baca juga   17 Agustus, Puluhan Pendaki Lakukan Tradisi Naik Gunung Sumbing

“Tetapi kalau kita berwisata (niatnya) tadabur, melihat keindahan alam, itu malah dianjurkan, karena mengingat kepada Tuhan. Keindahan alam ciptaan Tuhan dianjurkan untuk menambah keimanan. Maka yang berwisata ke Candi Borobudur yuk, kita juga niatkan tadabur dengan keindahan alam ciptaan Tuhan,” tandas Wagub.

Sebagai situs bersejarah, imbuh Gus Yasin, Candi Borobudur dapat dijadikan tempat untuk belajar sejarah. Artinya, sebagai penambah pengetahuan, siapapun boleh mengunjungi Candi Borobudur, dan tempat wisata bersejarah lainnya.

Baca juga   Desa Tinalah Kulon Progo Masuk 50 Besar Desa Wisata Kemenparekraf

Dia mencontohkan saat belajar di Suriah, dirinya juga sempat diajak mengunjungi sebuah kuil di Busra. Kuil tersebut merupakan saksi sejarah pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan seorang pendeta bernama Buhaira.

“Itu sekarang menjadi tempat wisata. Dan waktu saya belajar di Suriah, (bersama) teman-teman kampus saya diajak wisata ke situ,” tambahnya.

Statement Wagub Taj Yasin tersebut juga menjadi tanggapan terhadap video pendek seorang ustaz, yang melarang umat muslim untuk mendatangi Candi Borobudur. (*)

Share :

Baca Juga

Satu gelas Wedang Jancuk dengan gula batu di Angkringan DuaAtap Ngluwar dijual Rp6.000 per gelas. (Foto:Humas/beritamagelang)

Wisata

‘Wedang Jancuk’ Minuman Rempah Penambah Imun yang Laris di Tengah Pandemi
“Eling Mbansari” merupakan kawasan pedesaan Eduwisata yang memadukan wisata alam, ekonomi kreatif dan wisata penjelajahan. (Foto: Diskominfo Temanggung)

Wisata

Temanggung Buka Kawasan Pedesaan Eduwisata “Eling Mbansari”
Kepala Disparpora Kabupaten Magelang meninjau Vaksinasi Merdeka Candi Polres Magelang bagi pelaku pariwisata di Pendopo dr Soepardi Sawitan Kabupaten Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

‘Vaksinasi Merdeka Candi’ Sasar Pelaku Wisata dan Ekonomi Kreatif
Pantai Seruni Gunungkidul, salah satu diantara tempat wisata yang ada di Kabupaten Gunungkidul. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Wisata

Semua Objek Wisata di Gunungkidul Ditutup Selama PPKM Darurat
Edukasi membuat donat dari susu kambing dalam simulasi pembukaan wisata edukasi di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Wisata Edukasi Lereng Menoreh Gelar Simulasi Pembukaan Kembali
Pendataan situs di Candimulyo oleh Disdikbud Kabupaten Magelang. (Foto: HUmas/beritamagelang)

Wisata

Disdikbud Magelang Data Sejumlah Situs Kuno Candimulyo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan kopi Magelang. (Foto: Humas Jateng)

Wisata

Magelang Coffee Fest Kembali Digelar di Borobudur, Ini Tanggalnya
Vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif digelar Dinas Pariwisata DIY di Kawasan Hutan Pinus Mangunan dan Geosite Ngingrong. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

Wisata

Percepatan Vaksinasi Pelaku Wisata, Ikhtiar Bangkit Bersama Sektor Pariwisata