Home / Wisata

Sabtu, 11 Desember 2021 - 10:22 WIB

Langganan Pejabat, Ayam Panggang Mbah Dinem Klaten Anti Kolesterol

Ayam panggang Mbah Dinem yang anti kolesterol. Selain tidak menggunakan vitcin, saat dipanggang ayamnya juga tidak menggunakan minyak dan santan. (Foto: Diskominfo Klaten)

Ayam panggang Mbah Dinem yang anti kolesterol. Selain tidak menggunakan vitcin, saat dipanggang ayamnya juga tidak menggunakan minyak dan santan. (Foto: Diskominfo Klaten)

NYATANYA.COM, Klaten – Berkunjung ke Kota Klaten tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner khas satu ini. Menu itu adalah ayam panggang Mbah Dinem yang terletak di Jalan Andalas Nomor 13 Klaten Tengah, tepatnya samping hutan kota Sungkur, Klaten.

Selain sajian ayam kampung, sentuhan masaknya juga dijamin higienis. Selain tidak menggunakan vitcin, saat dipanggang ayamnya juga tidak menggunakan minyak dan santan, jadi bebas kolesterol.

Karena dari ayam kampung, jangan kaget kalau tektur daging sedikit alot. Maka disarankan untuk menyantap ayam panggang pedas rempah dan manis ini lebih seru menggunakan tangan bersih. Sambal pedas, rebusan daun pepaya dan cocolan kuat rempah bisa jadi pelengkap.

Baca juga   PT TWC Akan Kelola TMII Menjadi Indonesia Opera

Cara masaknya pun cukup unik. Ayam tidak langsung dipanggang dengan api atau arang panas. Tembayan ukuran dipanasi dengan api kompor. Ayam dipanggang di dalam tempayan dan dimatangkan dengan hawa panas plus diungkep.

Jadi minyak dan lemak ayam yang dipanggang jatuh menetes. Ini yang menyebabkan ayam panggang Mbah Dinem higienis dan aman bagi penderita kolestorol maupun kelainan jantung.

“Rumah Makan Ayam Pangang Mbah Dinem Klaten sudah tiga tahun usaha. Klaten sendiri adalah pusatnya. Mbah Dinem sendiri sudah punya 24 rumah makan cabang tersebar di beberapa kota besar. Ownernya asli orang Wonogiri, tapi cucunya sekarang tinggal di Klaten sekaligus sebagai pusatnya,” kata Heriyanto petugas marketing Rumah Makan Ayam Panggang Mbah Dinem.

Baca juga   Mantul, 10 Brand Fesyen Indonesia Tampil di Paris Fashion Week 2022

Ditambahkan Rumah Makan Ayam Pangang Mbah Dinem Klaten sudah biasa jadi langganan pejabat dan tokoh penting. Tapi karena pandemi covid 19, omzetnya banyak menurun.

“Dulu sebelum Covid-19 di sini sangat ramai. Tokoh seperti Menteri Cahyo Kumolo, Gubernur Ganjar Pranowo sampai dalang kondang Ki Anom Suroto dan artis. Tapi karena pandemi Covid-19, pengunjung banyak penurunan. Sekarang mulai pulih. Harga masih sangat terjangkau mulai 25 ribu, 28 ribu dan 95 ribu untuk ukuran utuh. Kami juga terima pesanan,” katanya.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Salah satu depot rujak cingur yang cukup populer di Kota Malang adalah Depot Rujak Cingur Mentawai. Rujak Cingur Mentawai yang dipelopori oleh Ny Hendro ini sudah ada sejak tahun 1969. (Foto: MC Kota Malang)

Wisata

Menikmati Rujak Cingur Mentawai yang Legendaris di Kota Malang
Indah Juanita, Direktur Utama BOB (kedua dari kiri) dan Direktur Damri, Setia N Milatia Moemin usai bertemu di kantor BOB. Foto: nyatanya.com/Instagram Borobudur

Wisata

DAMRI Dukung Aksesibilitas Pengembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur
(Foto:Dokumentasi/Humas Pemda DIY)

Wisata

Banyak yang Belum Tau, Sejarah Malioboro, Sebagai Bagian dari Sangkan Paraning Dumadi
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. (Foto: Humas Sleman)

Wisata

Sektor Wisata Sleman Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem
Foto: Dok. Birkom Kemenparekraf

Wisata

Wacana Tiket Terusan Wisatawan di TN Komodo Rp3.750.000 Masih Tahap Pembahasan
Salah satu penampil di Wayang Jogja Night Carnival #7 tahun 2022. (Foto: Dok.Humas Pemkot Yogya)

Wisata

WJNC #8 Puncak HUT ke-267 Kota Yogyakarta Angkat Kisah Pandawa Mahabisekha
Memperingati Hari Purbakala, pegawai Balai Konservasi Borobudur (BKB) membersihkan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Selasa (14/6/2022). Foto: Ist/beritamagelang

Wisata

Hari Purbakala, Pegawai BKB Bersihkan Candi Borobudur
Kegiatan pendampingan Bidang Kompetensi Management Pengelolaan Wisata dan Bidang kompetensi pemandu wisata di Desa Borobudur. (Foto: humas/beritamagelang)

Wisata

Desa Wisata Borobudur Jadi Magnet Wisatawan