Home / Peristiwa

Sabtu, 17 Juli 2021 - 13:16 WIB

Langgar Perda Miras, 10 Orang Didenda Rp3 Juta

Para pelanggar Perda Miras saat diajukan ke persidangan.(Foto:nyatanya.com/Diskominfo Wonosobo)

Para pelanggar Perda Miras saat diajukan ke persidangan.(Foto:nyatanya.com/Diskominfo Wonosobo)

NYATANYA.COM, Wonosobo – Pengadilan Negeri Wonosobo menjatuhkan vonis hukuman denda sebesar 3 Juta Rupiah kepada 10 orang tersangka pelanggar peraturan daerah (Perda) tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, Jumat (9/7) lalu. Sepuluh tersangka tersebut, dikenakan pasal 7 ayat 2 Jo Pasal 13, setelah terjaring Operasi Penegakan perda dan Protokol Kesehatan yang digelar Tim Gabungan Satpol PP beserta TNI-Polri pada 17 Juni 2021 lalu.

“Mereka kita amankan pada saat mengonsumsi minuman beralkohol di salah satu tempat hiburan di Wonosobo, sekitar pukul 23.00 WIB”, terang Kasatpol PP Haryono melalui Kepala Bidang Penegakan Perda, Sunarso, saat ditemui di Dinas Kominfo, Senin (12/7/2021).

Baca juga   Pemkot Yogyakarta Perpanjang Penutupan Pasar Tradisional

Sesuai dengan Perda Nomor 21 Tahun 2008, Sunarso menyebut pelanggaran bagi pengguna, pengedar, penjual minuman beralkohol memang ada sanksi yang berbeda, dan khusus terhadap pelanggaran karena mengonsumsi miras, vonisnya berupa denda uang sebesar Rp 300.000,- per orang.

“Khusus untuk para tersangka ini, kami mengamankan mereka saat berada di salah satu tempat hiburan dan di dalamnya kami temukan pula beberapa botol minuman beralkohol sehingga sudah bisa dikategorikan pada pelanggaran perda”, ungkap Sunarso.

Kepada para tersangka yang rata-rata masih berusia sekitar 20 sampai 30 tahun itu, Sunarso menyebut petugas kemudian menekankan bahwa pelanggaran yang telah dilakukan berkonsekuensi hukum, yaitu harus diajukan ke persidangan untuk mendapatkan putusan jenis hukuman yang harus diterima.

Baca juga   Kepatihan Terima Pareden Gunungan, Bentuk Syukur dari Keraton Yogyakarta

“Dalam masa PPKM darurat ini, kami mengimbau agar seluruh masyarakat lebih mengutamakan untuk menjaga kesehatan, sehingga kasus seperti ini tidak lagi terulang, karena selain berpotensi merugikan diri sendiri karena harus berurusan dengan aparat, juga berisiko tinggi terhadap paparan virus korona yang saat ini sangat cepat menular”, tegas Sunarso.(*)

Share :

Baca Juga

Selain kampanye di sekolah, sosialisasi Gemarikan juga dilakukan kepada ibu nelayan di Demak. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Cegah Stunting, Demak Gencar Kampayekan Program Gemarikan
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam paparannya saat kunjungan kerja di Klaten. (Foto: Humas Pemkab Klaten)

Peristiwa

Kunjungi Klaten, Panglima TNI dan Kapolri Minta 3T Diperketat
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan kerja di Surakarta. (Foto: Humas Surakarta)

Peristiwa

Kembangkan Pertanian Korporasi, Mentan Bantu Alsintan untuk Kota Surakarta
Tim Kuasa Hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Nyi Ageng Serang Wates Kulonprogo menunjukkan bukti surat laporan yang dilayangkan Jamil Rozi kepada Polres Purworejo. (Foto: nyatanya.com/istimewa)

Peristiwa

Diancam Dibunuh dan Dipenggal Lehernya, Warga Pendukung Proyek Bendungan Bener Minta Perlindungan Kapolres Purworejo
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto menyerahkan daging kurban kepada tokoh masyarakat. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Peristiwa

Idul Adha 1442 H, DPC PDI Perjuangan Kota Yogya Sembelih 2 Ekor Sapi
Bank Bapas 69 dukung pertumbuhan sektor usaha kecil di Magelang, dengan cara membeli hasil produk UMKM. (Foto:Humas Kab.Magelang)

Peristiwa

Produk UMKM Magelang Dipasarkan di Galery Display Bank Bapas 69
Heroe Poerwadi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diinisiasi oleh shelter mandiri Warungboto Tangguh. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Shelter Mandiri Warungboto Tangguh Gelar Vaksinasi Massal
Bupati Karanganyar Juliyatmono meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di De Tjolomadoe. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Karanganyar)

Peristiwa

Antusias! 48.000 Pelaku UMKM dan Masyarakat Vaksinasi di De Tjolomadoe