Home / News

Rabu, 7 Juli 2021 - 22:55 WIB

Langgar PPKM Darurat, 80 Pelaku Usaha Kena Semprit

Salah satu tempat usaha yang masih bandel ditertibkan Petugas Satpol PP Kota Yogyakarta.(Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Salah satu tempat usaha yang masih bandel ditertibkan Petugas Satpol PP Kota Yogyakarta.(Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pemkot Yogyakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memberikan surat peringatan kepada sekitar 80 pelaku usaha yang melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal tersebut berdasarkan hasil pengawasan PPKM Darurat di Kota Yogyakarta selama beberapa hari ini.

“Kami sudah buat teguran dengan surat peringatan. Sampai sampai saat ini sudah ada sekitar 80 pelaku usaha yang kami beri surat peringatan pertama karena melanggar PPKM Darurat,” kata Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto, Selasa (6/7/2021).

Menurutnya kebanyakan pelaku usaha yang melanggar ketentuan operasional usaha selama PPKM Darurat. Mengacu Instruksi Walikota Yogyakarta nomor 14 tahun 2021, terkait PPKM Darurat telah diatur kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup sementara, kecuali akses untuk restoran, supermarket dan pasar swalayan dapat diperbolehkan dengan memperhatikan protokol kesehatan, kapasitas dan jam operasional. Ketentuan itu juga mendasarkan pada Instruksi Gubernur DIY nomor 17/INSTR/2021 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 15 tahun 2021 terkait PPKM Darurat.

Baca juga   Tempat Wisata dan Pertunjukan Seni di Temanggung Dibuka Bertahap

“Kebanyakan para pelaku usaha non esensial yang tetap buka, seperti toko perdagangan aksesoris, fesyen, tas, sepatu kain dan toko emas. Harus libur dulu karena tidak esensial. Misalnya mau beli perhiasan emas bisa ditunda dulu besok setelah PPKM Darurat,” terangnya.

Selain itu pada sektor esensial juga ditemukan ada yang melanggar aturan PPKM Darurat. Terutama pada para pelaku usaha kuliner yang melayani konsumen makan di tempat dan minimarket menyediakan meja kursi di depan sehingga berpotensi untuk tempat nongkrong memicu kerumunan. Untuk mengatasinya Satpol PP Kota Yogyakarta menyita kursi maupun tikar yang dipakai masyarakat makan di tempat.

“Kami ambil tempat duduk kursi dan tikar kalau masih melayani makan di tempat. Sejumlah kursi sudah kami sita dari beberapa pelaku usaha yang melanggar. Bahkan termasuk retail minimarket yang masih menyediakan meja kursi di depan toko karena itu biasanya dipakai untuk nongkrong-nongkrong,” jelas Agus.

Baca juga   Turun Level 3, Bupati Sragen Ingatkan Masyarakat Terus Patuhi Prokes

Penyitaan kursi-kursi itu hanya sementara untuk mencegah kerumunan makan di tempat dan kegiatan nongkrong. Dia menyampaikan barang-barang yang disita itu dapat diambil pelaku usaha jika masa PPKM Darurat selesai. Di samping memberikan peringatan juga mengedukasi para pelaku usaha terkait ketentuan PPKM Darurat yang berlaku 3-20 Juli 2021.

“Kami minta buat pengumuman yang ditempel bahwa selama PPKM Darurat sampai 20 Juli tidak melayani makan di tempat. Pada dasarnya usaha makan boleh buka asal tidak melayani makan di tempat,” paparnya.

Selain itu Satpol PP Kota Yogyakarta juga menertibkan kerumunan orang di depan mal elektronik pada Minggu (4/7/2021). Dia menyebut mal elektronik itu sudah menutup usahanya, tapi melayani penjualan secara online. Kerumunan diduga dari antrean para pembeli maupun kurir yang mengambil barang yang dibeli secara online. (*)

Share :

Baca Juga

(ilustrasi:nyatanya.com)

News

Positif Covid-19 di DIY Melonjak Lagi, Hari Ini Tambah 2.145 Orang, Sembuh 1.116 Kasus
Petugas gabungan kembali menggelar penyekatan di Tugu Ireng, Kecamatan Salam, Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

News

Petugas Gabungan Kembali Gelar Penyekatan di Perbatasan Jateng-DIY
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Menkes: Tak Semua Positif Covid-19 Bisa Dirawat di Rumah Sakit
Ibarat pepatah Jawa, ‘diobong ora kobong, disiram ora teles’. Bahwa seberat apapun cobaan hidup, kita harus kuat dan tangguh menghadapinya. Demikian Ganjar Pranowo menyemangati warga Jawa Tengah. (Foto:HumasJateng)

News

Ajak Masyarakat Saling Menguatkan, Ganjar: “Diobong Ora Kobong Disiram Ora Teles”
Super Blood Moon aman dilihat dengan mata telanjang. Foto: nyatanya.com/istimewa

News

Super Blood Moon 26 Mei, BMKG Imbau Warga Pesisir Yogya Waspada Air Pasang
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Kasus Naik Signifikan, Mulai Hari Ini Solo Penyemprotan Masal Disenfektan
Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah Iwanuddin Iskandar. (Foto: Diskominfo Jateng)

News

PTUN Tolak Gugatan Warga Wadas, Pemprov Jateng Rangkul Semua Masyarakat
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Magelang Hari Ini: Kasus Baru Covid-19 Tambah 11 Orang, 18 Pasien Sembuh, 2 Meninggal