Home / Gayahidup

Kamis, 9 September 2021 - 19:23 WIB

Langkah Tepat dan Aman Berkendara dengan Mobil Bertransmisi Otomatis

MENGEMUDIKAN mobil yang memiliki sistem transmisi otomatis atau matik selain lebih mudah dikendarai juga memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kebiasaan sebagain driver yang menggunakan kaki kiri ketika menginjak pedal rem. Padahal hal tersebut jelas salah besar lantaran membahayakan pengemudi serta penumpang lainnya dalam melakukan perjalanan.

Melakukan pengereman dengan menggunakan kaki kiri dapat menimbulkan missed feeling dan akan menjadi berbahaya. Selain itu, pengemudi juga dapat secara tidak sengaja menginjak pedal rem dan gas di saat yang bersamaan. Hal ini dapat mempersingkat usia komponen seperti clutch pada transmisi otomatis.

“Pasalnya pada posisi itu kopeling dalam kondisi bekerja atau berputar, tetapi daya geraknya ditahan oleh tekanan rem,” papar Samsudin, Aftersales Support – Astra Peugeot.

Baca juga   Jogja VolksWagen Festival #5 Hadir Hybrid di Candi Prambanan, 16 - 17 Juli 2022

Driver yang sudah terbiasa menggunakan mobil transmisi manual, kaki kiri mereka sudah terbiasa menginjak tuas pedal kopeling sangat dalam. Namun bila dilakukan hal serupa terhadap pedal rem saat menggunakan mobil matic, dikhawatirkan mobil akan berhenti secara mendadak. Jelas hal ini dapat membahayakan diri sendiri juga orang lain.

Menurut Samsudin, kadar feeling antara kaki kanan dan kiri saat melakukan pengereman dengan mobil matic sangat berbeda. Apalagi saat mengoperasikan mobil manual, kaki kanan lebih aktif buat tekan pedal rem. Sehingga sebaiknya untuk selalu menggunakan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal gas dan pedal rem secara bergantian.

Baca juga   Aries, Terkadang Kita Perlu Berdebat, Tetapi...

Demikian pula mengenai hal perawatan. Sepintas memang, seolah mobil matic tanpa perawatan. Hampir sebagian besar penguna mobil matic mengganggap tanpa perawatan dibanding dengan mobil bertransmisi manual.

Mobil bertansmisi otomatis juga butuh melakukan perawatan sistem transmisi. Yaitu perawatan terhadap oli transmisi, oli transmisi jaman sekarang sudah memakai jenis LONG LIFE yang artinya memiliki usia pakai yang panjang dan hanya menambah jika terjadi kekurangan yang disebabkan oleh kebocoran. Namun untuk menjaga agar transmisi kendaraan lebih awet dan performa lebih terjaga, tetap disarankan agar oli transmisi diganti per 40 ribu kilometer karena kondisi lalulintas dan suhu yang tinggi. (WD)

Share :

Baca Juga

Gayahidup

Sagitarius, Tetaplah Berhati-hati Karena Emosimu Masih Pasang Surut
Gravel Bike Shaggydog Signatures diluncurkan di Tempuran Space, Bangunjiwo, Bantul Rabu (13/4/2022) sore. Peluncuran didahului gowes bersama Shaggydog dari Tempura mengelilingi Kasongan. (Foto: Istimewa)

Gayahidup

Gravel Bike Shaggydog Signatures, Terobosan Baru Shaggydog Bersama Takka
Secara total SPI telah memproduksi sembilan varian motor roda tiga listrik, yang terdiri dari Gelis 300 dan All New Gelis. (Foto: Istimewa)

Gayahidup

Dibanderol Mulai Rp20 Jutaan, Gelis Siap Dibeli Secara Kredit

Gayahidup

Cancer, Pikiranmu Mundah Dibaca, Pasanglah Muka Polosmu
Acara pre-launch Wuling EV yang bertajuk Electrify Your World yang berlangsung pada hari ini di Laguna Atrium, Central Park, Jakarta pada Rabu (1/6/2022) lalu. Foto: wuling.id

Gayahidup

Mantap, Wuling EV Resmi Jadi Official Car Partner KTT G20

Gayahidup

Scorpio, Akan Ada Ide Menarik Hari Ini
Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming menghadiri acara Hari Ulang Tahun ke-42 Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) dengan agenda City Tour di De Tjolomadoe. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Gayahidup

Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia City Tour di De Tjolomadoe
Puluhan baju karya desainer Kabupaten Blora tampil pada acara Muslim Fashion Festival (Muffest)+, di Hartono Mal Yogyakarta, Sabtu (9/4/2022). Foto: Diskominfo Jateng

Gayahidup

Batik Blora Tampil Apik dalam Muffest+ 2022 di Hartono Mal Yogyakarta