Home / Peristiwa

Rabu, 29 Desember 2021 - 16:14 WIB

Laporan Penganiayaan Diabaikan Polisi, Basilius Agung Akan Surati Presiden dan Kapolri

Basilius Agung Daru Wibowo menunjukkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi tertanggal 10 Juni 2019. (Foto: Agoes Jumianto)

Basilius Agung Daru Wibowo menunjukkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi tertanggal 10 Juni 2019. (Foto: Agoes Jumianto)

NYATANYA.COM, Sleman – Basilius Agung Daru Wibowo (56) warga Kenteng RT 05/02 Nogotirto, Gamping, Sleman bakal menyurati serta mengadu kepada Presiden Jokowi dan Kapolri sebagai bentuk protes kekecewaannya atas sikap aparat kepolisian, dalam hal ini Polda DIY dan Polres Sleman dalam menangani kasus penganiayaan disertai pengeroyokan terhadap dirinya yang dialami pada 10 Juni 2019 silam, dimana penanganan kasus tersebut terkesan diabaikan.

Hal ini diungkap Basilius Agung dalam jumpa wartawan di Pawon Jinawi Resto, Mancasan Lor, Condongcatur, Depok, Sleman pada Rabu (29/12/2021).

Dijelaskan Agung, bahwa pada 10 Juni 2019 tanpa sebab yang jelas, dirinya saat itu tengah mempersiapkan proses pembangunan di area lahan tanah miliknya secara tiba-tiba didatangi oleh pelaku Dekasius Sulle beserta istri dan 2 anaknya yang kemudian melakukan penganiayaan secara bersama-sama.

Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka lebam, pusing dan mual-mual. Usai kejadian korban kemudian menjalani perawatan dan visum di RS Ludira Husada Tama kemudian melanjutkan membuat laporan ke Polres Sleman
dengan bukti laporan LP/384/VI/2019/DIY/Sleman tertanggal 10 Juni 2019.

Baca juga   Polres Temanggung Gencarkan ‘Tracking’ OTG

Perkara laporan korban juga telah ditangani oleh Penyidik dibawah kepemimpinan AKP Roni dari Unit I Pidana Umum Reskrim Polres Sleman. Dimana korban juga telah menjalani pemeriksaan disertai diminta keterangan terkait kasus yang menimpanya.

Namun, hingga rentang waktu tahun 2021 ini, laporan kasus tersebut belum mendapat kejelasan hasil penyelesaiannya. Bahkan terkesan terabaikan oleh aparat penegak hukum, baik Polres Sleman maupun Polda DIY.

Padahal unsur-unsur untuk mendapatkan proses hukum secara keseluruhan telah terpenuhi, dimana korban, pelaku serta barang bukti telah diserahkan pelapor kepada polisi.

“Sudah 2 tahun lebih kasus penganiayaan diserta pengeroyokan yang menimpa saya dan sudah saya laporkan belum mendapat proses hukum yang semestinya. Bahkan memiliki kesan laporan saya diabaikan. Padahal, kejadian ini berikut laporan sudah sejak tahun 2019. Berkaitan dengan laporan kasus ini, penyidik juga telah menyampaikan adanya pelanggaran pidana dalam pasal 170 KUHP,” jelas Basilius Agung.

Baca juga   Yogya Terima Penghargaan Kota Ramah Sepeda Kategori Emas

Disampaikan korban, bahwa terabaikannya dengan sengaja laporan kasus yang menimpanya tersebut disebabkan adanya tekanan kepada tim penyidik untuk menghentikan kasus ini.

“Ada pejabat tinggi di lingkungan Polda DIY yang turut campur tangan dan intervensi dalam kasus yang saya laporkan. Terlapor (pelaku penganiaayaan) masih ada pertalian persaudaraan dengan pejabat tinggi di Polda DIY,” terang
Basilius Agung.

Mengingat disinyalir adanya intervensi disertai tekanan kepada tim penyidik itulah, sehingga terkesan laporan kasus yang menimpanya menjadi terabaikan dan kian kabur, ia berniat untuk menyurati dan mengadukan kepada Presiden
Jokowi serta Kapolri.

“Saya segera kirim surat aduan kepada bapak Presiden dan Kapolri. Sebagai warga masyarakat yang taat hukum, saya juga berharap mendapat perlindungan hukum. Jika laporan kasus saya tetap diberlakukan pembiaran tudak tertangani, maka sudah pasti hukum tebang pilih. Kinerja Polri tidak lagi profesional. Tidak seperti slogan yang digungkan “Siap Melayani, Mengayomi dan Melindungi,” pungkas Basilius Agung.

(N1)

Share :

Baca Juga

Warga Wadas yang selama ini menerima beragam ancaman mengadu ke Gubernur Jateng. (Foto: nyatanya.com/ahmad zain)

Peristiwa

Warga Wadas : “Kami Diancam Mau Dibunuh Kalo Tetap Dukung Bendungan Bener…”
Diikuti peserta sekitar 70an yang terdiri dari internal mahasiswa ISI Surakarta, praktisi profesional, dan pegiat tipografi Indonesia, Sunset Design Talks #04 ini juga sebagai sarana bincang kreatif menjelang senja dilaksanakan secara daring pada hari Sabtu, 27 November 2021 melalui Zoom meeting. (Foto: Dok DKV ISI Surakarta)

Peristiwa

Kupas Aksara Nusantara, DKV ISI Surakarta Gelar Sunset Design Talks #04
Ratusan mahasiswa ISI Surakarta mengikuti ajang seleksi Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) ISI Surakarta Tahun 2021. (Foto: Dok ISI Surakarta)

Peristiwa

Ratusan Mahasiswa ISI Surakarta Ikuti Ajang Seleksi PIM 2021
Ganjar Pranowo mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan Covid-19 di Jateng. (Foto:nyatanya.com/HUmas Jateng)

Peristiwa

UIN Walisongo Hibahkan Gedungnya untuk Isolasi Terpusat
Bupati Kudus HM Hartopo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Sarkies Aisiyah. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Dibangun 10 Lantai, Kudus Bakal Memiliki Rumah Sakit Baru
Kejaksaan Negeri Kabupaten Kulonprogo bersinergi dengan BUMD se-Kulonprogo melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19. (Foto: MC Kab Kulonprogo)

Peristiwa

Siapkan 2.000 Dosis, Kejaksaan Negeri Kulonprogo Gelar Vaksinasi
Nelayan asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) ditemukan di perairan Kabupaten Selayar dan berhasil dievakuasi oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Selayar, Rabu (12/1/2022). (Foto:Mcpangkajene)

Peristiwa

Tiga Hari Terombang-ambing di Laut, Nelayan Asal Pangkep Ditemukan di Selayar
(Foto: ANTARA)

Peristiwa

DMC Dompet Dhuafa Bantu Evakuasi Awan Panas Guguran Semeru