Home / News

Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:46 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Amin, Indonesia Bersiap Menuju Endemi

Ilustrasi (Foto: LKBN Antara)

Ilustrasi (Foto: LKBN Antara)

NYATANYA.COM, Jakarta – Pada awal mulai pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia Maret 2020, pemerintah Indonesia langsung memutuskan untuk memulangkan warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Tiongkok.

Dari puncak garis komando, Presiden Joko Widodo sebagai Panglima Tertinggi memimpin pertempuran panjang melawan pandemi Covid-19 sejak saat itu.

Sang Panglima menekankan pentingnya kepemimpinan lapangan, kebijakan strategis, konsolidasi kerja tim, serta urgensi turun lapangan.

Maka Presiden turun langsung mengecek pergerakan vaksinasi, ketersediaan obat, ruang perawatan, oksigen, distribusi sembako, serta semua prioritas dalam satu komando.

Perlu konsistensi tujuan dan arah kebijakan. Tapi strategi dan manajemen harus dinamis seturut tantangan. Konsolidasi organ Pemerintah Pusat dan Daerah adalah niscaya.

Hingga saat ini, ledakan kasus Covid-19 mulai mereda di beberapa wilayah di Indonesia. Menuju akhir 2021, Indonesia bersiap menuju endemi dari pandemi.

Ledakan pandemi mulai terkendali. Tapi bahaya belum tuntas. Tutup semua celah kelengahan dan belajar pada serangan gelombang kedua varian Delta. Disiplin protokol kesehatan serta vaksinasi merata adalah solusi jitu menuju endemi.

Hal tersebut tertuang dalam laporan “Capaian Kinerja 2021, Indonesia Tangguh-Indonesia Tumbuh” yang diluncurkan tepat pada dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, Rabu (20/10/2021).

Baca juga   Pasien Sembuh Covid-19 di Magelang Tambah 236 Orang

“Betul bahwa sejauh ini, Indonesia masih tergantung pada suplai luar negeri dalam pengadaan vaksin. Bukan berarti kita tanpa inisiatif serius,” bunyi laporan tersebut sebagaimana dirilis InfoPublik.

Vaksin Merah Putih adalah salah satu upaya Indonesia untuk terus tangguh dan tumbuh dalam transformasi kesehatan nasional.

“Dalam upaya penanggulangan Covid-19, pemerintah Indonesia menerapkan aturan terkait protokol kesehatan (prokes) saat berada di ruang publik yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan (3M),” bunyi laporan itu lagi.

Pemerintah juga terus mengintensifkan penanggulangan Covid-19 dengan testing, tracing, dan treatment (3T). Selain bergantung dengan suplai vaksin Covid-19 dari luar negeri, pemerintah terus berupaya dalam transformasi kesehatan nasional yakni dengan vaksin merah putih.

Transmisi penularan Covid-19 sangat cepat dan masyarakat diharuskan mengurangi mobilitas untuk menekan penularan Covid-19. Untuk menekan penularan, pemerintah Indonesia memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM hingga level mikro.

Pemerintah Indonesia menjadikan masyarakat berbasis RT/RW sebagai ujung tombak PPKM mikro dan hasilnya sangat efektif dalam menekan laju penularan Covid-19.

Baca juga   Presiden: Pemerintah Komitmen Lanjutkan Kebijakan Satu Peta

Fungsi pelacakan, pemeriksaan,dan isolasi terelaborasi secara subtantif. Pemerintah juga memanfaatkan kearifan lokal untuk membangun kesadaran seluruh masyarakat dalam melaksanakan prokes dengan baik.

Covid-19 Bukan Urusan Pemerintah Belaka

Laporan itu juga mengungkapkan berbagai cerita dari belahan tanah air, cerita ketangguhan daerah menangani pandemi. Ada Tasikmalaya, Jawa Barat; Nunukan, Kalimantan Utara; Blitar, Jawa Timur; Kudus, di Jawa Tengah.

Kota-kota ini mengirim kisah dengan pesan yang sama. Covid-19 bukan urusan Pemerintah belaka, bukan monopoli garda kesehatan, tapi menjadi tanggungjawab kolektif. Warga desa, penduduk kota, kaum agamawan, pengusaha, mahasiswa, media, Satpol PP, TNI, Polri, perlu bergerak bersama.

Contoh sederhana dapat kita petik dari Kudus. Wilayah ini perlu enam minggu meredam laju Covid-19 yang mengganas di 84 desa pada pekan kedua Juni 2021, sampai menjadi perhatian Presiden. Kerja keras bupati, camat, lurah, hingga pengurus RT membuat banyak desa lolos dari zona bahaya di pekan keempat Juni 2021. Oktober 2021, Kudus masuk daerah dengan risiko rendah. Ini salah satu cerita dari latar Corona yang patut dikenang. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Masih Fluktuatif, Hari Ini Kasus Sembuh Covid-19 DIY Tambah 1.194 Orang
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Pasien Sembuh Covid-19 di Magelang Tambah 80 Orang
Mendagri Tito Karnavian dalam kunjungan kerja dan dialog dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama jajaran OPD DIY, Senin (1/11/2021) pagi di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan menyatakan, usulan Pemda DIY terkait pencanangan tanggal 1 Maret sebagai Hari Besar Nasional dengan nama Hari Penegakan Kedaulatan Negara, akan segera ditindaklanjuti. (Foto: Humas DIY)

News

Perkuat Kedaulatan, Kemendagri Proses Usulan 1 Maret Sebagai Hari Besar Nasional
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Hari Ini DIY Mencatat Penambahan Kasus Covid-19 Sebanyak 1.431, Sembuh 976 Kasus
Menlu Retno. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

News

Menlu Retno: Presiden Sampaikan Tiga Agenda di KTT G20
dr Ronny Roekmitto. (Foto: Diskominfo Klaten)

News

Meski Turun Level, Klaten Tetap Serukan “Wiwit Jam Songo Ora Lungo”
Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Tekan Kematian Pasien Isoman, Pemda DIY Bentuk Satgas Pengawasan
Calon penumpang pesawat bersama anaknya melewati pemeriksaan petugas di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/10/2021). Pemerintah telah memperbolehkan anak-anak berusia di bawah 12 tahun untuk melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi pesawat udara dengan syarat harus didampingi orang tua atau keluarga dan memenuhi persyaratan test Covid-19 sebagaimana ketentuan baru yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww)

News

Cegah Varian Delta Plus, Kemenkumham Perketat Perlintasan Orang Asing