Home / News

Rabu, 5 Oktober 2022 - 22:26 WIB

LBH Sebut Gas Air Mata Jadi Pemicu Kepanikan Penonton di Stadion Kanjuruhan yang Berujung Tewaskan Ratusan Orang

Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema. Foto: Dok/selalu.id

Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema. Foto: Dok/selalu.id

NYATANYA.COM, Malang – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia menyebut gas air mata menjadi pemicu kepanikan penonton dan berujung tragedi yang menewaskan ratusan orang.

“Gas air mata menjadi pemicu yang pada akhirnya terjadi penumpukan penonton yang ingin keluar mengingat akses (pintu) sedikit,” kata Koordinator LBH Surabaya Pos Malang, Daniel Alexander Siagian, saat daring zoom usut tuntas tragedi Kanjuruhan, Rabu (5/10/2022).

Daniel menjelaskan, penggunaan gas air mata merupakan penyalahgunaan dan tindakan berlebihan. Sebab, aparat tersebut menembak secara beruntun ke tribun ataupun ke bangku penonton.

Baca juga   Ganjar Pranowo: Serapan Anggaran Covid Jateng 17,28% Bukan 0,15%

“Tindakan berlebihan itu (aparat) menyalahi protap dan prosedur itu sendiri, yang juga melanggar aturan FIFA nomor 19b,” ujar Daniel sebagaimana dikutip dari selalu.id.

Pihaknya pun telah meriset stadion Kanjuruhan, yakni bagian kurva selatan dan tempat VIP. Ia menyebut, tempat tersebut banyak menelan korban jiwa yakni anak-anak, perempuan dan orang dewasa.

“Ada kurva ada beberapa gerbang dan pintu salah satunya 11, 12, 13 (gate pintu) dalam keterangan korban hanya satu yang terbuka dari pintu yang lainnya,” jelasnya.

Baca juga   Sambut Nataru, BNI Siapkan Uang Tunai Rp15,3 Triliun per Minggu

Dari beberapa pintu tersebut, lanjutnya, aksesnya sangat cukup sempit. Sehingga, para suporter memaksa ringsek atau membobol pintu tersebut untuk keluar.

“Akhirnya dibuka banyak korban jiwa yang berjatuhan. Bahkan, desakan over kapasitas dan juga penonton penuh memasuki kurva,” ungkapnya.

Lebih lanjut Daniel menyampaikan, bahwa kejadian tersebut bukan kecelakaan biasa. Namun, peristiwa tersebut adalah tragedi kemanusiaan.

Daniel menilai bahwa Polri harus mengevaluasi standar pengamanan, terutama dalam stadion sepak bola.

“Terjadi bentuk-bentuk kekerasan melalui insiden Kanjuruhan ini,” pungkasnya.

(Ade/SL1/N1)

Share :

Baca Juga

Foto: Infopublik/Amiriyandi

News

Foto: Jakarta PPKM Level 2 Volume Kendaraan Meningkat
Seorang penyelam berpakaian Santa Claus memberi makan penyu di Sea World, Ancol, Jakarta. Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan/nym.

News

Foto: Perunjukan Santa Claus di Dalam Air
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Per 31 Maret 2022, Sebanyak 7.871 Orang Sembuh dari Covid-19
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau meninjau lokasi longsor akibat gempa di Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022). Foto: Dok.Kementerian PUPR

News

Tertutup Longsor, Menteri PUPR Pastikan Jalan Nasional Cianjur – Puncak Terbuka Siang Ini
MY Esti Wijayati dalam kunjungannya menemui warga miskin. Foto: Ist

News

MY Esti Wijayati: Kemiskinan di DIY Tanggungjawab Siapa?
Dirjen Hubdat, Budi Setiyadi. (Foto: Kemenhub)

News

Operator Kapal Diimbau Waspadai Erupsi Gunung Anak Krakatau
Jadwal penerbangan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021/2022 tidak mengalami penambahan. Sejumlah ketentuan diterapkan selama penyelenggaraan angkutan Nataru sebagaimana Surat Edaran No.111 Tahun 2021 yang berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022. (Foto: Angkasa Pura II)

News

Kemenhub: Tidak Ada Extra Flight Selama Nataru 2021/2022
Petugas menyita 20 bungkus rokok dan 39 tembakau iris yang di bungkus kemasan 50 Gram dan tidak dilekati pita cukai dari dua toko kelontong yang berada di wilayah Kapanewon Kalasan. (Foto: MC Sleman)

News

Pemkab Sleman Gelar Operasi Rokok dan Tembakau Ilegal