Home / Olga

Minggu, 5 September 2021 - 21:53 WIB

Leani Ratri dan ‘Ritual’ Bendera Merah Putih yang Selalu Dibawanya

Ratri adalah juara dunia para badminton di tiga nomor yakni tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran. (Foto:dok/npcindonesia/kemenpora.go.id)

Ratri adalah juara dunia para badminton di tiga nomor yakni tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran. (Foto:dok/npcindonesia/kemenpora.go.id)

NYATANYA.COM, Tokyo – Leani Ratri Oktila layak menyandang ratu para badminton Indonesia. Perempuan kelahiran Siabu, Bangkinang, Kampar, 6 Mei 1991 berhasil menyumbangkan dua medali emas di ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Prestasi ini juga menjadi sejarah baru bagi tim paralimpiade Indonesia selama penantian 41 tahun.

Ratri adalah juara dunia para badminton di tiga nomor yakni tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran. Ratri juga selama dua tahun berturut-turut yakni 2018 dan 2019 dinobatkan sebagai Atlet Para Badminton Putri Terbaik oleh BWF (Federasi Badminton Dunia).

Baca juga   Giliran David Jacobs Sumbangkan Medali Perunggu untuk Indonesia

Perjuangan Ratri sampai bisa di puncak prestasi sekarang tidaklah mudah. Terlahir normal dan bermain badminton sejak usia 8 tahun. Namun pada bulan Februari 2011 Ratri mengalami kecelakaan motor.

Kecelakaan itu menyebabkan kaki kiri dan tangan kanannya patah. Ia divonis mengalami gangguan permanen. Kaki kirinya sekarang lebih pendek 11 sentimeter daripada kaki kanannya. Kondisi itu membuat Ratri masuk kategori SL4.

Ada ‘ritual’ membanggakan yang dilakukan Ratri. Setiap turun bertanding, Ratri selalu membawa bendera Merah Putih di dalam tas bertandingnya. Hal itu dilakukannya sebagai motivasi agar mampu mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi pertandingan yang diikutinya.

Baca juga   Diserahkan Presiden Jokowi, Bonus Atlet Paralimpiade Tokyo 2020

Kebiasaan membawa bendera Merah Putih itu diajarkan oleh ayahnya yang bernama F. Mujiran sejak Ratri masih belia. Ratri pun tergolong atlet yang displin dan pekerja keras, setiap latihan pun dia selalu datang tepat waktu dan sering menambah porsi latihanya sendiri.

“Saya berani melawan rasa jenuh dan malas agar bisa menjadi atlet yang berprestasi,” ujar Ratri. (*)

Share :

Baca Juga

Kowad Korem Pamungkas dan Ajenrem gelar voli persahabatan. (Foto: nyatanya.com/ahmad zain)

Olga

Voli Persahabatan, Kowad Korem Ditundukkan Ajenrem 3-2
Presiden Joko Widodo. (Foto:Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden/kemenpora.go.id)

Olga

Sumbang 3 Medali di Paralimpiade, Presiden Jokowi: Tak Ada yang Bisa Hentikan Leani Ratri Oktila
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (purn) Marciano Norman. (Foto:putra/kemenpora.go.id)

Olga

Ketum KONI Pusat Pastikan PON Papua XX Sesuai Jadwal
Atlet angkat Siti Mahmudah optimistis bisa mengangkat 120 kilogram, untuk memecahkan angkatan yang ia torehkan pada ajang Peparnas sebelumnya, 116 kilogram. (Foto: Diskominfo Jateng)

Olga

Siti Mahmudah Bertekad Raih Emas pada Peparnas XVI Papua
Perenang Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani kian memantangkan persiapan jelang penampilan perdana di Olimpiade 2020 Tokyo. Keduanya ditargetkan mempertajam rekor nasional atas namanya masing saat tampil di Tokyo Aquatics Center. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Ditarget Pertajam Rekornas di Olimpiade Tokyo 2020, Perenang Fadlan dan Azzahra Matangkan Persiapan

Olga

Peugeot 9X8, Didesain Untuk Balap!
Rahmat Erwin Abdullah. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Rahmat Erwin Raih Medali Perunggu Angkat Besi Olimpiade 2020
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi secara simbolis memberikan tali asih kepada atlet PON Papua. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Olga

Pemkot Yogya Beri Tambahan Uang Saku Atlet dan Pelatih PON Papua