Home / Plus

Kamis, 28 Juli 2022 - 17:05 WIB

Lima Mahasiswa DKV ISI Surakarta Lolos Kompetisi P2MW 2022 Kemendikbudristek

Foto: Dok.DKV ISI Surakarta

Foto: Dok.DKV ISI Surakarta

NYATANYA.COM, Surakarta – Lima mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual FSRD ISI Surakarta berhasil lolos kompetisi proposal pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2022 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek.

Mengutip informasi dari situs resmi P2MW kemdikbud, P2MW merupakan program pengembangan usaha mahasiswa yang telah memiliki usaha melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan serta pelatihan (coaching) usaha kepada mahasiswa peserta P2MW.

Adapun ajuan proposal meliputi kategori: makanan dan minuman, produksi atau budidaya, industri kreatif seni, budaya, dan pariwisata, jasa dan perdagangan, atau teknologi terapan.

Setiap Perguruan Tinggi hanya diperkenankan mengajukan 6 proposal dengan batasan masing-masing 2 proposal per kategori.

Berdasarkan surat Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 1946/E2/KM.05.03/2022 tanggal 23 April 2022 perihal P2MW 2022, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan telah menyelenggarakan seleksi substansi dan justifikasi anggaran yang telah diajukan oleh perguruan tinggi serta mahasiswa dari tanggal 15 Juni – 6 Juli 2022.

Hasilnya, diperoleh sebanyak 888 kelompok mahasiswa dari 316 perguruan tinggi lolos seleksi bantuan pengembangan wirausaha P2MW 2022, dan lima mahasiswa diantaranya merupakan tim mahasiswa ISI Surakarta.

Kelima mahasiswa yang lolos merupakan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual ISI Surakarta, yang terhimpun dalam dua (2) tim.

Baca juga   PPDB Online SMA dan SMK Negeri 2022/2023 di DIY Dibuka, Ini Ketentuan dan Linknya

Tim pertama adalah Kayualit yaitu kategori usaha Industri Kreatif yang memanfaatkan potensi limbah kayu mebel dikreasikan menjadi produk home decor dan souvenir, beranggotakan tiga mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain, yakni Putra Fauzul Adhim (S1 DKV semester 5) sebagai ketua, Yusuf Wicaksono (S1 Fotografi), dan Bima Satria Hendrawan (S1 Fotografi) dibimbing oleh Rendya Adi Kurniawan, M.Sn (Dosen Prodi S1 DKV).

Tim kedua yaitu Bolo Sambel yang keempat personelnya dari prodi S1 Desain Komunikasi Visual semester 7, yaitu Krishana Ekka Angela, Melia Cahyaningtyas, Natasha Kantonia, dan Anggita Cahya Ramadani, dibimbing oleh Ipung Kurniawan Yunianto, M.Sn. (Dosen Prodi S1 DKV).

Bolo Sambel mengolah bahan-bahan sambel tradisional bercitarasa nusantara berbagai varian, bahkan dikombinasikan dengan hasil laut khas Indonesia.

Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar, M.Hum, beserta Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan, Ibu Wiwik Setiyowati, S.Si., M.M dengan bangga menyampaikan dukungan pada kiprah kelima tim yang lolos pendanaan yang telah melakukan presentasi kegiatan usaha mereka di hadapan rektor, kepala biro AKP, dosen pembimbing, serta para dosen yang tergabung dalam unit kewirausahaan Natawira pada Senin, 25 Juli 2022.

“Kegiatan yang anda ikuti ini merupakan prestasi nasional, yang membanggakan kita semua, saya sangat mendukung mahsiswa dalam berkegiatan wirausaha. Namun, ingat ‘great achievements come with big responsibilities’, jalankan usaha anda dengan sebaik-baiknya, berproses dari kecil menjadi besar, dan tanggung jawab kuliah harus lulus/selesai,” papar Sukerna.

Baca juga   Momen Ganjar Pranowo dan FX Hadi Rudyatmo Ger-geran Main Ketoprak

Ahmad Fajar Ariyanto, S.Sn., M.Sn Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakulas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim mahasiswa dan dosen pembimbing, atas prestasinya dalam P2MW.

“Selamat dan sukses, juga harap dicermati timeline dan alur rangkaian program yang harus dilampaui, mulai dari pelaksanaan program hingga pelaporan sekaligus festival dan awarding di bulan November 2022, mudah-mudahan dilakukan dengan sungguh-sungguh karena di akhir ada penilaian nasional. Semoga bisa jadi yang terbaik,” ujar Fajar.

Sementara Asmoro Nurhadi Panindias, M.Sn selaku Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakulas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta menambahkan, Mahasiswa Prodi DKV ISI Surakarta yang lolos P2MW tahun 2022 kali ini, diharapkan bisa amanah dan bertanggung jawab dalam menjalankan usahanya, sehingga dana program kompetisi kewirausahaan nasional ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pengembangan usahanya sesuai dengan skema aturan P2MW, bukan untuk kepentingan pribadi.

(N1)

Share :

Baca Juga

Guardian Limwung

Plus

Guardian Limwung, Cerutu Produksi Temanggung yang Tembus Pasar Eropa dan Amerika
Pelatihan tata rias pengantin yang diselenggarakan BLK Sleman. Foto: Humas Sleman

Plus

BLK Sleman Gelar Pelatihan Tata Rias Pengantin Gaya Solo dan Jogja Putri
Budidaya tumbuhan keladi sedang menjadi primadona pecinta tanaman hias. Motif daunnya yang warna-warni dan cantik membuat tanaman ini banyak diminati masyarakat. Kini Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta tengah mengembangkan budidaya tanaman keladi melalui kultur jaringan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

DPP Kota Yogya Kembangkan Tanaman Keladi Langka dengan Kultur Jaringan
Pegagan air biasa tumbuh di tepian kolam bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias. (Foto: istimewa)

Plus

Pegagan Satu Diantara 5 Tanaman Air Penghias Kolam
Ganjar Pranowo jajal motor listrik karya siswa SMKN 2 Bawang Kabupaten Banjarnegara. Foto: Humas Jateng

Plus

Coba Motor Listrik Inovasi Pelajar SMKN 2 Bawang, Ganjar: Ide Bagus
Seorang pedagang tempe menjajakan dagangannya di pasar tradisional di Blora, Jawa Tengah. (Foto: MC Kab.Blora)

Plus

Di Tengah Gonjang-ganjing Harga Kedelai, Ini Sederet Manfaat Tempe bagi Kesehatan Tubuh
Dendeng berbahan dasar mikroalga spirulina yang diberi nama Spirulina Garlic Jerky (SPIGAKY). Foto: Humas ITB

Plus

Penderita Hipertensi Nggak Perlu Cemas, Mahasiswa ITB Ciptakan Dendeng Plant-Based
Bukan hanya laris saja, kripik pisang bermerek @bananacrackers1 miliknya juga sudah sampai di sejumlah kota di Indonesia. Foto: Diskominfo Jateng

Plus

Modal Rp50 Ribu, Bisnis Kripik Pisang di Klaten Omsetnya Kini Jutaan Rupiah Gegara Ini