Home / Buku

Selasa, 16 November 2021 - 14:31 WIB

Literasi, Faktor Esensial dalam Upaya Membangun Masyarakat Inovatif dan Kreatif

Acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) dengan tema ”Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat” yang digelar Pepustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Kabupaten Bantul. (Foto: Humas Pemkab Bantul)

Acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) dengan tema ”Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat” yang digelar Pepustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Kabupaten Bantul. (Foto: Humas Pemkab Bantul)

NYATANYA.COM, Bantul – Tingkatkan Indeks Literasi Masyarakat, Pepustakaan Nasional Republik Indonesia bersama dengan Perpustakaan Kabupaten Bantul menggelar kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) dengan tema ”Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat”.

Acara yang sekaligus pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Bantul dan Penandatanganan MoU itu digelar di Sasana Widya Parwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Jalan Jendral Sudirman No. 1 Bantul, pada Senin (15/11/2021).

Dalam rangka mendukung Visi Presiden Republik Indonesia Tahun 2020-2024 yaitu mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul untuk Indonesia Maju. Literasi menjadi faktor esensial dalam upaya membangun masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif dan berkarakter.

Literasi yang kuat mampu mendorong manusia pada kegiatan produktif yang memberi manfaat sosial, ekonomi dan kesejahteraan.

Kegiatan PILM Tahun 2021 dikemas ke dalam agenda pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Bantul, penandatanganan nota kesepahaman dan kesepakatan (MoU), dan penyerahan pojok baca digital (POCADI) ke PERPUSDES Seloharjo Kapanewon Pundong serta dialog para pimpinan (Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah Daerah), tokoh masyarakat, pegiat literasi, dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Perpustakaan Nasional RI, Anggota Komisi X DPR RI, Bupati Bantul, dan Bunda Literasi Kabupaten Bantul 2021-2024 yang juga sebagai narasumber pada sesi talkshow.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs Muhammad Syarif Bando MM dalam arahannya mengatakan, bahwa masalah literasi di Indonesia bukan pada budaya membaca, namun pada jumlah rasio antara jumlah penduduk dengan ketersediaan buku yang ada.

Baca juga   Chryshnanda Dwilaksana Pameran Tunggal 'Horeg: Gonjang Ganjing Isi Kepala' di Pendhapa Art Space
Acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) dengan tema ”Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat” yang digelar Pepustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Kabupaten Bantul. (Foto: Humas Pemkab Bantul)

“Siapapun kita, dimanapun kita, apapun jabatan kita tugas kita sama yaitu mencerdaskan anak bangsa. Kita tidak bisa terus menerus menyalahkan masyarakat yang ada dipedesaan, masalah kita bukan pada budaya bacanya, tetapi masalah jumlah rasio antara jumlah penduduk dengan buku. Hasil sensus yang kami lakukan dua tahun terakhir, rata-rata satu buku ditunggu 90 orang,” kata Kepala Perpusnas RI.

Beliau juga menambahkan bahwa pemahaman tentang literasi dimasyarakat masih belum jelas. Literasi disini mempunyai kontribusi yang sangat positif dalam rangka membangun kreativitas dan inovasi dalam rangka meningkatkan kecakapan dan ketrampilan yang sangat berguna diera 4.0 .

Literasi bukan sekedar kemampuan baca tulis hitung, namun lebih kepada memahami apa yang tersirat dari yang tersurat.

“Upaya kita untuk memahami literasi ini perlu betul-betul diperjelas bagi seluruh kalangan masyarakat. Sebab masih banyak sekali masyarakat yang memahami literasi sebatas mengenal huruf, mengenal kata, mengenal kalimat, mengenal sebab-akibat dan kemampuan menyatakan pendapat. Ini memang adalah program prioritas yang digagas oleh founding father kita Bung Karno pada saat kita baru merdeka. Mengingat saat itu, memang hanya 2% penduduk kita yang bisa membaca,” jelasnya.

Baca juga   Masuki MPLS, Puluhan Siswa SMSR Sinau Patung ke Studio Yusman

Ditambahkan Syarif Bando, oleh karena itu program pertama ialah pemberantasan buta aksara. “Tentu setelah 70 sekian tahun kita merdeka dan percaturan global semakin menggebu menjadi satu kesatuan tak terpisahkan, kita tidak bisa hanya bicara batas teritorial,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati dalam sambutannya juga berpesan bahwa perpustakaan daerah haruslah diberi perhatian lebih sebab perpustakaan adalah wajah literasi. Oleh karena itu, jika dalam pengelolaannya dapat berjalan dengan baik maka dapat meningkatkan indeks literasi dimasyarakat.

“Terimakasih Perpustakaan Kabupaten Bantul dengan keterbatasan dana yang ada, itu artinya perpus daerah ini hal yang perlu diperhatikan, jangan dianak tirikan. Karena perpustakaan itu menjadi wajah dari dunia pendidikan kita, karena perpus adalah jendela dunia, perpustakaan tidak boleh setengah hati dalam mengelola tetapi bagaimana sepenuh hati termasuk dengan anggaran yang memadahi kita akan bisa mengembanggakan perpustakaan ini dan mampu untuk bisa meningkatkan indeks literasi kita,” kata Esti Wijayati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pojok baca digital (POCADI) oleh Perpustakaan Nasional RI kepada Perpustakaan Desa Pertiwisari Desa Seloharjo Kapanewon Pundong, disaksikan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul, Bunda Literasi Kabupaten Bantul dan Anggota Komisi X DPR RI diserahkan kepada Lurah Seloharjo Marhadi Badrun yang diserahkan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Perpustakaan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu memiliki fasilitas dan layanan yang lengkap dan nyaman.(Foto: MC Kalsel)

Buku

Penulis ‘Layangan Putus’ Nilai Fasilitas Perpustakaan Palnam Lengkap dan Nyaman
Para pemenang Lomba Bertutur menerima piagam penghargaan dan hadiah. Foto: Humas Pemkot Yogya

Buku

Azzahra Farzana Juara Lomba Bertutur Tingkat SD Kota YogyaKarta
Acara Peluncuran Indeks Literasi Digital 2021 dari Jakarta Pusat, Kamis (20/1/2022). (Foto: Biro Humas Kementerian Kominfo)

Buku

Budaya Digital Membaik, Indeks Literasi Digital Indonesia Meningkat
Layanan Saskia ini bertujuan untuk mengembangkan minat baca di kalangan siswa-siswi usia SD dan SLTP saat waktu luang atau libur sekolah dengan aktivitas literasi berbasis perpustakaan. (Foto: Istimewa)

Buku

Saskia Manjakan Pemustaka Cilik Isi Waktu Luang
Bunda Literasi Kota Pekalongan, Hj. Inggit Sorayam, S.Sn. saat menghadiri deklarasi 12 sekolah di bawah naungan yayasan Badan Wakaf Mahad Islam Pekalongan di SMP Mahad, Selasa (19/1/2022). (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

Buku

Bunda Literasi Inggit Ajak Semua Pihak Dukung Sekolah Ramah Literasi
Buku Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Buku

Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa Masih Banyak Kendala
Peluncuran buku disertai dengan bedah buku dengan dua narasumber, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah Amir Machmud N.S. dan anggota Pengawas Pemilu 2004, 2005, dan 2009 Dulrohkim. Foto: Ist

Buku

Tingkatkan Literasi Pemilu, Bawaslu Purworejo Luncurkan Buku Mozaik Sejarah, Peran, dan Dinamika Pengawasan
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau pembangunan Diorama Kearsipan yang telah sampai pada tahap akhir, Selasa (16/11/2021). (Foto: Humas Pemda DIY)

Buku

Diorama Kearsipan, Rangkum Sejarah Yogyakarta Selama 430 Tahun