Home / News

Rabu, 2 November 2022 - 22:52 WIB

LPS Gugat BPR Tripilar Arthajaya Yogyakarta, Nama Ova Emilia Ikut Disebut

Ilustrasi proses likuidasi bank oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Foto: Dok LPS

Ilustrasi proses likuidasi bank oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Foto: Dok LPS

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melakukan tindakan hukum berupa pengajuan gugatan kepada mantan pengurus dan atau pemegang saham, yang menyebabkan bank gagal.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memperoleh pengembalian aset bank gagal akibat adanya fraud.

Direktur Eksekutif Hukum LPS Ary Zulfikar menjelaskan, pengajuan gugatan dilakukan atas dasar adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan mantan pengurus ataupun pemegang saham bank gagal.

“Sehingga mengakibatkan kerugian bagi LPS akibat tidak optimalnya biaya penjaminan simpanan yang telah dibayarkan oleh LPS,” ujar Ary Zulfikar dalam keterangan resminya, Rabu (2/11/2022).

Salah satu bank gagal yang digugat mantan pengurus atau pemegang sahamnya oleh LPS adalah BPR Tripilar Arthajaya serta pihak terkait. Pengajuan gugatan dilakukan di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Baca juga   Visa Rumah Kedua Berpotensi Datangkan Investor, Begini Penjelasan Menkumham

Ary menjelaskan, gugatan ini telah berkekuatan hukum tetap dan dilanjutkan dengan pengajuan eksekusi putusan.

LPS juga telah mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Negeri Yogyakarta terhadap mantan pengurus dan pemegang saham PT BPR Tripilar Arthajaya (BPR Tripilar Yogyakarta) yaitu Bambang Wahyudi, Djungtjik Arsan, dan Ova Emilia.

Ketiganya merupakan mantan direktur, komisaris dan pemegang saham pengendali BPR Tripilar serta Abdul Nasir alias Jang Keun Won selaku pihak terkait.

Untuk diketahui, Ova Emilia adalah Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) masa bakti 2022-2027 yang dilantik pada 27 Mei 2022 lalu.

Baca juga   Ini Kesepakatan Peningkatan Kerja Sama Indonesia dan Vietnam

Para Tergugat terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian bagi LPS dan untuk itu Para Tergugat dihukum untuk membayar kerugian kepada LPS secara tanggung renteng sebesar Rp29 miliar.

Atas permohonan eksekusi tersebut, Pengadilan Negeri Yogyakarta akan melaksanakan sidang aanmaning (teguran) terhadap mantan Pengurus dan Pemegang Saham BPR Tripilar serta pihak terkait yang dihukum membayar ganti rugi kepada LPS untuk diberikan peringatan agar dapat melaksanakan isi putusan secara sukarela.

Dalam hal pihak-pihak dimaksud tidak bersikap kooperatif untuk memenuhi kewajibannya maka LPS akan segera mengajukan permohonan sita eksekusi atas aset-aset milik pihak-pihak yang menyebabkan bank gagal tersebut.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Menjahit bendera merah putih pada rangkaian Peringatan Hari Ibu Tingkat Nasional, di Gedung Balai Raya Semarak, Bengkulu, Rabu (21/12/2022). Foto: Diskominfo Jateng

News

Kenang Jasa Fatmawati, Puluhan Perempuan Menjahit Bendera Merah Putih di Bengkulu
Tarian Roro Jonggrang ditampilkan pada Gala Dinner delegasi DEWG G20 di kawasan Candi Prambanan, Rabu (18/5/2022). Foto: InfoPublik/Amiriyandi

News

Tari Roro Jonggrang Pukau Delegasi 2nd DEWG G20 Meeting di Yogyakarta
Foto: Agoes Jumianto

News

Meski Dibayangi Kekhawatiran Inflasi dan Resesi, Rupiah Berpeluang Menguat
(Ilustrasi: nyatanya.com/istimewa)

News

Kasus Corona Melonjak, Pemda DIY Tambah Pasokan Oksigen
Penampakan Gunung Merapi pukul 04.48 WIB. (Foto: nyatanya.com/BPPTKG)

News

Gunung Merapi 2 Kali Keluarkan Awan Panas Guguran
Foto: Ist

News

Gawat! 6 dari 7 Anak Meninggal karena Gagal Ginjal Akut di Sumut
(MC Kalsel)

News

Dirilis, Logo Resmi MTQ Nasional XXIX Tahun 2022
Terdakwa menjalani sidang lanjutan dengan agenda eksepsi terdakwa. (Foto: Zainuri Arifin)

News

Tempati Rumah Tanpa Hak, Terdakwa Tolak Dakwaan JPU