Home / News

Sabtu, 4 Desember 2021 - 22:54 WIB

Lumpur Setinggi Lutut Hambat Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Pasca erupsi Gunung Semeru, dilaporkan sekitar 41 warga yang terluka (luka bakar) telah dibawa ke Puskesmas Penanggal. Untuk warga yang luka bakarnya parah dirujuk ke Rumah Sakit Umum dokter Haryoto, RS Bhayangkara dan RS Pasirian. (Foto: MC Kab Lumajang)

Pasca erupsi Gunung Semeru, dilaporkan sekitar 41 warga yang terluka (luka bakar) telah dibawa ke Puskesmas Penanggal. Untuk warga yang luka bakarnya parah dirujuk ke Rumah Sakit Umum dokter Haryoto, RS Bhayangkara dan RS Pasirian. (Foto: MC Kab Lumajang)

NYATANYA.COM, Lumajang – Proses evakuasi warga terdampak awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami kesulitan karena faktor medan.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) mengungkapkan, bahwa masih ada 10 orang warga Dusun Curahkobokan Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo yang belum dievakuasi.

“Sepuluh orang masih belum bisa dievakuasi karena lokasinya agak sulit, mobil tidak bisa masuk lokasi karena lumpur sampai lutut kaki,” ungkap dia saat konferensi pers bersama BNPB Pusat, Sabtu (4/12/2021) malam.

Kendala lainya, terang dia, salah satu jembatan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, yakni Jembatan Gladak Perak terputus, akibat terjangan material erupsi Semeru.

Ia berharap agar BPBD dan Dinas Sosial Malang bisa membuka posko pengungsian dan dapur umum untuk melayani warga di sejumlah desa di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Baca juga   Okupansi Tempat Tidur Pasien Covid-19 Hanya 30 Persen

“Karena tidak memungkinkan kami ke sana akibat jembatan yang putus. Dan banyak juga pohon-pohon yang tumbang mengakibatkan jalan nasional menuju arah Malang juga terhambat,” jelas dia.

Bunda Indah menambahkan, ada sekitar 41 warga yang terluka (luka bakar) telah dibawa ke Puskesmas Penanggal. Untuk warga yang luka bakarnya parah dirujuk ke Rumah Sakit Umum dokter Haryoto, RS Bhayangkara dan RS Pasirian.

“Di Puskesmas Candipuro ada sekitar 7 orang yang sedang di rawat. Sedangkan di Puskesmas Penanggal tersisa kurang lebih 10 orang, dan ada ibu hamil 2 orang,” jelas Bunda Indah.

Bunda Indah juga mengungkapkan, kondisi rumah warga di Curahkobokan hampir keseluruhan sudah rusak akibat awan panas guguran Gunung Semeru.

Baca juga   Bandara DIY Bukan Pintu Masuk Utama Pelaku Perjalanan Luar Negeri

“Hampir semua rumah hancur di Curahkobokan, sebagian besar mengungsi di Balai Desa Penanggal,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya bersyukur proses evakuasi dibantu komunitas Jeep. Sampai saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan. Sudah ada 300 warga Curahkobokan yang mengungsi di Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Bunda Indah menambahkan, bahwa kondisi bencana saat ini berbeda dengan tahun lalu. Kali ini bencana lebih berdampak, posko darurat tidak lagi dibangun di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh untuk menghindari dampak yang lebih besar. Posko Kamar Kajang hanya difungsikan sebagai dapur umum Dinas Sosial Kabupaten Lumajang.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa (23/11/2021) pukul 16.00 WIB. Kejadian ini melanda Kelurahan Tua Tunu di Kecamatan Gerungung dan menyebabkan 72 unit rumah di lokasi tersebut terdampak. (BPBD Kota Pangkal Pinang)

News

Banjir Kota Pangkal Pinang Belum Surut, 72 Rumah Warga Terendam
(ilustrasi: nyatanya.com)

News

Kasus Covid-19 di Magelang Tambah 134, Sembuh 61 Orang
ilustrasi:nyatanya.com

News

Hasil Sanggah Diumumkan, Tujuh Ribu Pelamar CPNS Magelang Lanjut Tes SKD
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DIY, Aria Nugrahadi menegaskan vaksinasi diberikan gratis untuk para pekerja mandiri. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Tepis Kabar 4.000 Pekerja Gagal Vaksin, Tak Benar Ada Pungli Vaksinasi
Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih bersama Kepala OJK DIY, Parjiman melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo. (Foto: Humas Bantul)

News

OJK DIY Gelar Vaksinasi untuk 4.000 Warga Bantul
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengikuti rapat paripurna tentang pembentukan susunan perangkat daerah di DPRD Jawa Tengah. (Foto: Humas Jateng)

News

Dibahas DPRD, Jateng Akan Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda
(Ilustrasi: nyatanya.com/istimewa)

News

Aman, Pemda DIY Penuhi Stok Oksigen
Acara Fasilitasi Implementasi Kebijakan Germas Tingkat Provinsi, di Balairung UPGRIS, Jalan Gajah Raya Semarang. (Foto: Diskominfo Jateng)

News

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Hati-hati tapi Jangan Paranoid