Home / Wisata

Minggu, 26 September 2021 - 21:33 WIB

Maaf Lur, Mulai Senin 27 September 2021 Gembira Loka Zoo Tutup

Selama pandemi pengunjung di GLZoo, hanya dibawah 50 orang. Dengan jumlah ini tentu cukup berat bagi GLZoo. (Foto: Dokumentasi GLZoo)

Selama pandemi pengunjung di GLZoo, hanya dibawah 50 orang. Dengan jumlah ini tentu cukup berat bagi GLZoo. (Foto: Dokumentasi GLZoo)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Kabar sedih datang dari Gembira Loka Zoo ( GLZoo). Pasalnya kebun binatang terbesar di DIY/ Jateng ini akan tutup mulai Senin 27 September 2021. Dan hanya akan dibuka untuk wisatawan pada Sabtu dan Minggu.

”Mulai Senin (27/9/2021) sampai Jumat untuk sementara kami tutup, hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu,” ujar Direktur Utama GLZoo KMT A. Tirtodiprojo, Sabtu (25/9/2021)

Menurut Pak Joko, panggilan akrab KMT A Tirtodiprojo, selama ini merasa berat dengan beban biaya operasional yang harus ditanggung selama masa uji coba pembukaan destinasi wisata. Selama pandemi pengunjung di GLZoo, hanya dibawah 50 orang. Dengan jumlah ini tentu cukup berat bagi GLZoo.

Berkaitan dengan itu, menurut Pak Joko, Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta,  memilih hanya menerima kunjungan wisata pada hari Sabtu dan Minggu.

“Jadi mulai Senin pekan depan GLZoo tidak buka penuh, tapi hanya buka dua kali dalam seminggu, Sabtu dan Minggu saja. Ini untuk mengurangi beban operasional yang kami tanggung,” jelas KMT A. Tirtodiprojo.

Lebih lanjut Pak Joko menjelaskan, keputusan itu diambil setelah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 10 hari uji coba pembukaan di kebun binatang yang dikelolanya itu.

Baca juga   Sandiaga Uno Canangkan Tebing Breksi sebagai 50 Besar Desa Wisata Terbaik ADWI 2021

Sebelumnya disebutkan  GLZoo merupakan salah satu dari 20 destinasi wisata di Indonesia yang boleh melakukan uji coba pembukaan destinasi. Uji coba bersama dua tempat wisata lain di DIY (Hutan Pinus Sari Mangunan dan Tebing Breksi),  terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 sejak 13 September lalu.

Tentang larangan bawa anak kecil, KMT A. Tirtodiprojo menjelaskan, dalam uji coba yang telah berlangsung selama 10 hari itu, rata-rata jumlah pengunjung yang dapat masuk tidak sampai 70 orang per hari.  Penyebabnya karena anak usia di bawah 12 tahun tidak diizinkan masuk dengan alasan belum mendapatkan vaksin, sementara sebagian lainnya tidak lolos aplikasi PeduliLindungi.

Mereka yang tidak lolos aplikasi PeduliLindungi, menurut Pak Joko, jumlahnya bisa mencapai 5 atau 6 kali dari jumlah yang lolos.

“Kalau yang bisa masuk hari itu 30 orang, berarti yang ditolak sekitar 200-an orang,” katanya.

Kangjeng Mas Tumenggung A Tirtodiprojo mengatakan, GLZoo merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh keluarga yang kebanyakan membawa anak-anak termasuk yang di bawah 12 tahun. Karena anak di bawah 12 tahun tidak diizinkan masuk, maka orang tua pun tidak akan masuk sendirian meninggalkan anak-anaknya.

Baca juga   Eko Yuli Irawan Persembahkan Medali Perak Pertama untuk Indonesia

Namun, Joko juga mengakui  pentingnya peraturan pemerintah yang mewajibkan wisatawan lolos aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk selama masa uji coba pembukaan destinasi wisata tersebut.

Karena kalau tidak diterapkan, ujarnya, pengunjung dari luar kota akan berbondong-bondong menuju objek wisata, dan akan menimbulkan  kerumunan.

“Jadi, kami bukan memprotes kebijakan itu. Kami tetap mendukung kebijakan pemerintah,” jelas Joko.

Selama buka saat weekend bagi wisatawan nantinya, GLZoo akan buka lebih awal pada jam 06.00 WIB. Jam buka pagi, ujarnya dapat menjadi kesempatan bagi warga yang ingin olah raga di lingkungan objek wisata termasuk jogging dan bersepeda.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menyatakan, jika hal itu sempat dibicarakan di Kemenparekraf. Masukan itu akan jadi bahan pertimbangan.

”Sekarangkan sudah dimulai dari mal, anak usia di bawah usia 12 tahun boleh ke mal dengan syarat orangtua yang mendampingi harus sudah disekrining,”jelas Singgih. (*)

Share :

Baca Juga

Para pelaku dan pegiat pariwisata saat mencoba sepeda elektrik dan scooter, dengan latar belakang Candi Pawon. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Sepeda Elektrik dan Scooter Ramaikan Wisata Malam Candi Borobudur
Keberadaan kereta api khusus bandara ini bisa mendongkrak pariwisata di DIY. Dengan kemudahan aksesbilitas bagi wisatawan diharapkan kunjungan wisata di DIY mengalami peningkatan. (Foto: Humas Pemda DIY)

Wisata

Kereta Bandara Beroperasi Dongkrak Pariwisata Yogya
Petugas Balai Konservasi Borobudur meneliti abu vulkanik Merapi. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Candi Borobudur, Pawon dan Mendut Terdampak Abu Vulkanik Gunung Merapi
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin saat mengikuti simulasi ujicoba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi Borobudur di Magelang, Jumat (17/9/2021). (Foto:Instagram @media_twc)

Wisata

Ratusan DTW Dibuka, Pemprov Jateng Bangkitkan Wisata Aman
Sekelompok penyiar radio di Magelang naik skuter listrik sekaligus promosi batik dan wisata seputaran Candi Borobudur. (Foto:Humas/beritamagelang)

Wisata

Naik Skuter Berpakaian Batik, Penyiar Radio Promosikan Wisata Borobudur
Presiden Joko Widodo meresmikan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Puncak Waringin, Kawasan Batu Cermin, dan delapan ruas jalan di Labuan Bajo. (Foto:Mckabmanggaraibarat)

Wisata

Presiden: Labuan Bajo Siap Gelar Ajang Internasional
Teh Talua, minuman khas Sumatera Barat. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Wisata

Teh Talua, Rasanya Nendang Bikin Pria Tambah Garang
Tempat makam para Wali yang sehari-harinya didatangi ribuan peziarah dari berbagai kota di nusantara ini masih ditutup total. (Foto:nyatanya.com/Humas Kab. Magelang)

Wisata

Makam Para Wali Gunungpring Masih Ditutup untuk Peziarah