Home / Wisata

Jumat, 16 Juli 2021 - 10:26 WIB

Makam Para Wali Gunungpring Masih Ditutup untuk Peziarah

Tempat makam para Wali yang sehari-harinya didatangi ribuan peziarah dari berbagai kota di nusantara ini masih ditutup total. (Foto:nyatanya.com/Humas Kab. Magelang)

Tempat makam para Wali yang sehari-harinya didatangi ribuan peziarah dari berbagai kota di nusantara ini masih ditutup total. (Foto:nyatanya.com/Humas Kab. Magelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Meningkatnya penyebaran Covid-19 memaksa dilakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di banyak sektor salah satunya wisata religi di Desa Gunungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang.

Tempat makam para Wali yang sehari-harinya didatangi ribuan peziarah dari berbagai kota di nusantara ini masih ditutup total.

“Penutupan dilakukan mulai tgl 3 sampai dengan 20 Juli 2021 sesuai intruksi dari Pemerintah,” kata Kades Gunungpring Ilham Abadi, Kamis (15/7/2021).

Pemerintah Desa Gunungpring juga memasang sejumlah baner pengumuman penutupan itu di sejumlah titik dan pintu gerbang masuk makam.

Baca juga   Pelaku Wisata di Bukit Cinta Terima Bantuan Sembako

Kondisi juga terlihat lengang, mulai dari area parkir, ratusan kios souvenir hingga penginapan. Semua tempat itu merupakan tempat usaha milik warga.

“Kita tutup total dari pintu gerbang utama untuk kegiatan para peziarah,” imbuh Ilham.

Wisata religi Gunungpring ini terdapat makam sejumlah wali yang sangat terkenal diantaranya Kyai Haji Raden Santri, Kyai Jogorekso dan Kyai Haji Dalhar.

Ilham berharap, kondisi pandemi segera berahir, dan masyarakat Indonesia sehat semua terhindar dari wabah Covid-19.

Salah satu pemilik penginapan sekitar, Linda mengaku sebelum pandemi tempat wisata religi Gunungpring tak pernah sepi. Ribuan peziarah datang silih berganti dan itu menjadi sumber ekonomi warga setempat.

Baca juga   Icip-icip Tahu Gimbal Pak Yono yang Legendaris

Linda menyadari penutupan ini sebagai upaya memutus penularan Covid-19 mengingat para peziarah biasanya datang secara rombongan menggunakan bus.

Tidak hanya dari kota-kota di wilayah Jawa Tengah, peziarah yang datang mengunjungi makam para wali di Kabupaten Magelang ini juga banyak yang berasal dari luar daerah.

“Pengunjung sepi. Semoga ini Covid-19 cepat berakhir sehingga aktivitas kita kembali normal,” harapnya.(*)

Share :

Baca Juga

Indah Juanita, Direktur Utama BOB (kedua dari kiri) dan Direktur Damri, Setia N Milatia Moemin usai bertemu di kantor BOB. Foto: nyatanya.com/Instagram Borobudur

Wisata

DAMRI Dukung Aksesibilitas Pengembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur
Kerajinan wayang kayu yang diproduksi Pipit Dwi Ernawati bersama suaminya. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Wisata

Wayang Kayu Asal Madiun Makin Moncer di #LapakGanjar
Candi Prambanan. (Foto: nyatanya.com/Instagram @media_twc)

Wisata

Wisata Candi Prambanan Kembali Ditutup Sampai 5 Juli 2021
Menparekraf Sandiaga Uno saat menghadiri Uji Trail Pola Perjalanan Super Prioritas Borobudur. (Foto:nyatanya.com/media_twc)

Wisata

Borobudur Travel Pattern, Terobosan Baru Paket Wisata Edukatif
'Fahrudin Sapu' kini tak melulu membuat sapu lantai. Produk hiasan pun menjadi andalan. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkab Magelang)

Wisata

Turun Temurun Bikin Sapu Lantai, Fahrudin Sukses Kembangkan Produk Kerajinan Seni
Teh Talua, minuman khas Sumatera Barat. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Wisata

Teh Talua, Rasanya Nendang Bikin Pria Tambah Garang
Jip Off Road, salah satu daya tarik wisata di kawasan Borobudur Highland. Foto: nyatanya.com/Instagram

Wisata

Borobudur Highland Siap Menjadi Kawasan Wisata Terpadu
Sandiaga Uno melihat sentra kerajinan di wilayah Breksi. Foto: nyatanya.com/istimewa

Wisata

Pandemi Covid-19, Jumlah Wisatawan ke Tebing Breksi Turun Drastis