Home / Wisata

Minggu, 26 Mei 2024 - 09:05 WIB

Mandi di Sumber Tuwiri, Wisata Menarik Murah Meriah di Mojosari

Sumber Tuwiei yang terletak di Dusun Panjer, Mojosari, Mojokerto kinio menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik.  (Foto: dokumen)

Sumber Tuwiei yang terletak di Dusun Panjer, Mojosari, Mojokerto kinio menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik. (Foto: dokumen)

NYATANYA.COM, Mojokerto – Mojokerto merupakan wilayah yang berada di bagian Propinsi Jawa Timur. Kota ini dikenal sebagai tempat Kerajaan Majapahit.

Di wilayah ini terdapat berbagai peninggalan kerajaan, mulai dari candi, prasasti, hingga petirtaan.

Tak hanya itu, Mojokerto juga memiliki beragam destinasi wisata yang tak kalah menarik dan elok dibanding kota-kota lain di negeri ini, yan layak untuk dikunjungi. Salah satu yang sampai wisata tersebut ialah Sumber Tuwiri.

Sumber air yang berlokasi di Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, disebut sebagai sumber segala zaman.

Luas pemandian Sumber Tuwiri ini diperkirakan panjangnya 30 meter dan lebar 12,5 meter, serta memeiliki kedalaman 3 meter.

Secara geografis, letak Sumber Tuwiri berada di Dusun Panjer, Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Karena bersebelahan dengan Tuwiri, maka orang lebih mudah menyebut Sumber Tuwiri.

Debit air yang keluar disebut mencapai 70 meter kubuk per detik. Di sekeliling Sumber Tuwiri, terdapat banyak warung yang menjual aneka makanan dan minuman.

Di sekitar itu juga terdapat pohon raksasa, yang dipercaya berusia ratusan tahun. Akarnya membendung air tanah yang membuat sumber ini terus mengalir.

Baca juga   BPPS Sleman Gelar Dialog dan Sarasehan Pemulihan Pariwisata Saat PPKM Level 2

Menurut sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi menjelaskan, bahwa pada zaman penjajahan Belanda, Sumber Tuwiri ini dipugar bersamaan proyek pengairan di Mojokerto pada tahun 1929.

Tujuannya untuk mengairi area pertanian tebu di sekitar Sumber Tuwiri. Jauh sebelum Pemerintahan Kolonial Belanda, di wilayah Tuwiri terdapat kerajaan kecil bernama Kerajaan Tani Jumput.

Kerajaan Tani Jumput ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kahuripan di masa Airlangga. Kerajaan Tani Jumput sangat terkenal akan hasil pertaniannya sehingga menjadi lumbung nasional waktu itu. Hal ini dikarenakan keberadaan air yang mengalir terus menerus.

Pada Masa Majapahit, Kerajaan Tani Jumput ini juga menjadi pilar utama berjalannya pemerintahan Majapahit.

Kerajaan Tani Jumput setahun panen sampai 2 kali. Hasil pertanian melimpah sehingga pajak melalui jumputan hasil panen ditarik dengan mudah dan menjadikan Kerajaan Kahuripan kaya.

Wilayah pertaniannya mulai Panjer Tuwiri, Watukenongo, Watu Dakon, hingga hampir Krembung. Semua dialiri oleh sumber ini.

Saat ini, Sumber Tuwiri ini dimanfaatkan warga untuk wisata pemandian. Ratusan pengunjung tiap harinya datang ke Sumber Air Tuwiri ini.

Baca juga   Kursus Berkuda Makin Memikat Masyarakat, JJ Stable Didik dari Pemula

Di kolam Sumber Tuwiri ini terdapat banyak jenis ikan, mulai ikan patin, ikan emas, dan ikan nila. Konon, ikan-ikan ini dilarang dipancing atau dimasak.

Debit Sumber Tuwiri juga makin mengecil. Mandi di Sumber Air Tuwiri ini tidak dipisah antara laki-laki dan perempuan.

Tapi dulu, ada sumber wedok wadon di dekat Sumber Tuwiri. Sumber Tuwiri ini hanya dibelokkan untuk ke sumber wadon. Selanjutnya ke saluran irigasi yang di sana dipakai untuk memandikan ternak.

Dan menariknya, seiring jalannya waktu, lokasi ini kini menjadi salah satu lokasi yang kerap menjadi jujugan wisata yang murah dan meriah.

Lokasi tersebut hingga saat ini sering dipergunakan melepas nkejenuhan usai beraktivitas selama sepekan dengan berwisata mandi di Sumber Tuwiri.

Untuk mandi di Sumber Tuwiri ini pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun, akses masuk ke Sumber Tuwiri harus melalui jalan kampung, juga belum ada tanda petunjuk menuju ke Sumber Tuwiri.  (N2)

Share :

Baca Juga

Foto: humas/beritamagelang

Wisata

Komunitas DTW Jalin Kerjasama Perluas Jangkauan Wisatawan
Masakan rica-rica tulang ayam dan produk kerajinan tempurung kelapa banyak diminati konsumen. (Foto:Istimewa)

Wisata

Santap Rica-Rica Tulang Ayam Sembari Nikmati Kerajinan Tempurung Kelapa
Nasi grombyang khas Pemalang masuk WBTB dalam kategori teknologi tradisional. (Foto: Diskominfo Jateng)

Wisata

Masuk Warisan Budaya, Ini Istimewanya Nasi Grombyang Pemalang
Pantai Seruni Gunungkidul, salah satu diantara tempat wisata yang ada di Kabupaten Gunungkidul. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Wisata

Semua Objek Wisata di Gunungkidul Ditutup Selama PPKM Darurat
Seporsi soto mie Bogor ada tambahannya seperti potongan risoles dan emping melinjo. (Foto: Istimewa)

Wisata

Soto Mie Bogor  Jenis Masakan Berkuah Segar, Nikmat dan Sehat
Wakil Bupati Yuli Hastutiberharap para pengelola desa wisata di Purworejo didorong untuk menerapkan program inklusi, dengan cara menyediakan fasilitas yang ramah bagi warga penyandang disabilitas. (Foto: Diskominfo Purworejo)

Wisata

Purworejo Kembangkan Desa Wisata Inklusi
Kabupaten Semarang Carnival 2022 digelar di Lokawisata Bukit Cinta, Banyubiru, Selasa (22/3/2022). (Foto: Diskominfo Kab Semarang)

Wisata

Kabupaten Semarang Carnival 2022 Tandai Kebangkitan Pariwisata
Indah Juanita, Direktur Utama BOB (kedua dari kiri) dan Direktur Damri, Setia N Milatia Moemin usai bertemu di kantor BOB. Foto: nyatanya.com/Instagram Borobudur

Wisata

DAMRI Dukung Aksesibilitas Pengembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur