Home / Peristiwa

Sabtu, 18 September 2021 - 13:43 WIB

Manfaatkan Potensi Digital, Belanja Batik di Solo Pakai QRIS

Gibran mengunjungi beberapa gerai batik di Kampung Batik Laweyan dan melakukan uji coba transaksi dengan menggunakan pembayaran nontunai. 
 (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Gibran mengunjungi beberapa gerai batik di Kampung Batik Laweyan dan melakukan uji coba transaksi dengan menggunakan pembayaran nontunai. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

NYATANYA.COM, Surakarta – Bertempat di Kampung Batik Laweyan, Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Akselerasi Digitalisasi Pembayaran Terkini Menggunakan QRIS (ADIPATI QRIS) dalam rangkaian Solo Great Sale 2021, Jumat (17/9/2021).

Turut dihadiri oleh Kepala Bank Indonesia Solo, dan Ketua Kadin Surakarta. Pada kesempatan ini, Gibran menyapa para pelaku UMKM yang meramaikan Solo Great Sale (SGS) 2021 yang mengikuti acara secara daring.

Usai acara seremonial, Gibran mengunjungi beberapa gerai batik di Kampung Batik Laweyan dan melakukan uji coba transaksi dengan menggunakan pembayaran nontunai.

Walikota melakukan pembayaran melalui fitur QRIS tanpa tatap muka (TTM). QRIS TTM memungkinkan pembeli maupun penjual bertransaksi melalui pemindaian gambar QRIS yang telah tersimpan pada galeri gawai tanpa harus bertemu secara langsung.

Baca juga   Kembangkan Pertanian Korporasi, Mentan Bantu Alsintan untuk Kota Surakarta

Gibran menyampaikan gerai-gerai batik di Kampung Batik Laweyan sudah mendukung pembayaran secara cashless melalui QRIS. “Ini menjadi salah satu pra-event sebelum SGS. Kita berbelanja di toko batik disini, sudah bisa melakukan pembayaran secara cashless.”

Selain itu Walikota berharap melalui gelaran SGS, pariwisata di Solo dapat kembali bangkit dan Solo dapat mempercepat pemulihan ekonomi.

“Harapannya nanti pasca PPKM, pariwisata di Kampung Batik Laweyan dan Kauman bisa bangkit lagi. Capaian vaksin di Solo sudah 104% waktunya kita gas lagi agar pariwisata di Solo bisa kembali bangkit. Saya sangat optimis Oktober nanti kita dapat melakukan percepatan pemulihan ekonomi,” tambahnya.

Baca juga   Sebanyak 965 KK di Purworejo Terima Bantuan Uang Tunai

Gibran menambahkan ADIPATI QRIS ini sebagai media sosialisasi digitalisasi pembayaran yang akan membawa kemudahan bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM.

“Nanti tujuannya semua akan serba digital, mulai dari transaksi, promosi. Pokoknya semua nanti serba digital. Kalo kita tidak melakukan sosialisasi kita akan ketinggalan. Sebenarnya pembayaran secara cashless itu sangat memudahkan dan akan langsung cair pada hari yang sama,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Penutupan ruas jalan pada jam 9 malam sudah dilakukan sejak Rabu (30/6/2021). (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Satpol PP Lakukan Operasi Yustisi dan Rapid Test Antigen
Pelatihan peningkatan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) di TEA Tanjung Muntilan, Jumat (15/10/2021) yang digelar BPBD Magelang. (Foto: humas/beritamagelang)

Peristiwa

Tingkatkan Kapasitas, BPBD Magelang Gelar Pelatihan Tim Reaksi Cepat
Dinsos DIY menggelar kegiatan Penguatan Nilai-Nilai Kesetiakawanan Sosial melalui Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa untuk Mewujudkan Kesejahteraan Sosial, di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewong Ngaglik, Sleman, Sabtu 9 Oktober 2021. (MC Sleman)

Peristiwa

Restorasi Sosial untuk Kembalikan Nilai Luhur Budaya Jawa
Bupati Agus Bastian meresmikan armada baru bagi Damkar Purworejo. (Foto: Diskominfo Purworejo)

Peristiwa

Tingkatkan Kinerja, Damkar Purworejo Tambah Armada
Akses ke objek wisata Rowo Jombor ditutup. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Akses Jalan Masuk Objek Wisata Rawa Jombor Ditutup
Seremoni Harlah ke-75 Kabupaten Sukoharjo digelar di DPRD dengan Rapat Paripurna Istimewa. (Foto:nyatanya.com/Humas Sukoharjo)

Peristiwa

Harlah ke-75, Sukoharjo Siap Bangkit dari Pandemi Corona
Edy Cahyadi, Kepala Satpol PP dan Damkar Temanggung. (Foto: nyatanya.com/Humas Jateng)

Peristiwa

Tekan Covid-19, Temanggung Bentuk TRC Hajatan
Pelaksanaan Gerakan ASN Beli Cabe di Kabupaten Magelang dilakukan dengan pembelian paket cabe dan sayuran seharga Rp20.000 per paket. (Foto: pexels.com/beritamagelang)

Peristiwa

Harga Anjlok, Pemkab Magelang Serukan Gerakan ASN Beli Cabai