Home / Plus

Selasa, 10 Agustus 2021 - 16:15 WIB

Mantab! Guru SD Ini Raup Rp14 Juta/ Bulan dari Beternak Bebek

Mulyana, di luar aktivitasnya sebagai guru SD, suskes menjalankan usaha beternak bebek petelur.  (Foto: zainuri arifin)

Mulyana, di luar aktivitasnya sebagai guru SD, suskes menjalankan usaha beternak bebek petelur. (Foto: zainuri arifin)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pengabdian terhadap dunia pendidikan yang dilakukan oleh seseorang, terbukti  tidak lantas meninggalkan usaha untuk mandiri secara ekonomi. Hal itu ditunjukan oleh Mulyana (44) warga Bayan, Girikerto, Turi, Sleman.

Berprofesi sebagai guru SD Negeri Somoitan Daleman, Girikerto, Turi, Sleman, kenyataannya ia sukses beternak bebek petelor. Di lingkungan tempat tinggalnya, Mulyana memang dikenal sosok pria yang tak kenal menyerah dalam berwirausaha.

Beberapa kali gagal merintis usaha tak menjadikannya putus asa. Sebagai petani salak dan padi pernah dijalani. Beternak ikan pun sudah dilakoni. Namun usaha-usaha yang dikelolanya tersebut belum mampu membuahkan hasil yang optimal.

Dan saat ini, di luar tugasnya sebagai seorang pendidik, di lahan seluas 1000 meter persegi bekas lahan berkebun salak miliknya, Mulyana menjalankan usaha ternak bebek petelur.

Siapa sangka, hanya berbekal pengetahuan yang didapat dari Kepala Dukuh di desanya, pria putra asli Sleman ini malah sukses berternak bebek.

Dengan ketekunannya memelihara bebek, dalam kurun waktu 3 tahun, Mulyana kini mampu meraup omzet mencapai Rp 14 juta lebih saban bulannya.

“Jujur saja, awalnya saya tidak punya ilmu memelihara bebek. Tapi berkat bimbingan bapak Kepala Dukuh di desa saya dan pengetahuan yang saya dapat dari media sosial disertai keyakinan yang kuat, sekarang sudah dapat ilmunya. Dan alhamdulillah pula saya sudah merasakan hasil dari usaha yang saya rintis sejak tahun 2019 lalu,” papar Mulyana kepada nyatanya.com, Selasa (10/8/2021).

Baca juga   YK48 Film Dokumenter Sejarah Perfilman Yogya Mulai Diproduksi

Mulyana juga menceritakan awalnya hanya membeli 300 ekor bebek. Selain membeli bebek, dia  juga menyiapkan biaya membeli pakan dan vitamin untuk kebutuhan makanan ternak selama satu bulan. Untuk pakan bebek ini dibeli dari toko pakan ternak.

Dari 300 ekor bebek itu ia bisa menghasilkan paling sedikit 200 butir telur setiap harinya dan mampu meraup pendapatan yang cukup lumayan. Ia mengaku pendapatan yang sebenarnya sudah melebihi gaji yang diterima sebagai guru.

Meski demikian, ia tidak berpuas diri. Keuntungan yang dia peroleh dikumpulkan dan kemudian dibelanjakan untuk mengembangkan usaha membeli bebek hingga mencapai 1.500 ekor.

Dengan bertambahnya bebek, otomatis belanja untuk pakan ternak juga bertambah menjadi besar. Rata-rata untuk pakan sejumlah bebek 1.500 ekor tersebut, Mulyana mengeluarkan biaya sebesar Rp 1 juta setiap harinya.

Namun demikian diakui produktivitas telur juga bertambah. Saat ini dalam sehari jumlah telurnya rata-rata telah mencapai 1.000 butir lebih.

Dari 1.500 bebek peliharaannya bisa menghasilklan telur hingga 1.300 butis per hari. (Foto: zainuri arifin)

“Alhamdulilah sekarang dari 1.500 bebek sudah menghasilkan telur rata-rata 1.000 butir lebih setiap hari, terkadang jika produktivitas bebek tengah baik bisa mencapai 1.300 butir. Tentu saja dengan jumlah tersebut saya bisa menyuplai ke sejumlah tengkulak, pedagang telur atau juga kepada pengrajin telur asin. Telur itu saya jual dengan harga Rp 1.750 hingga Rp 2.000 per butir,” terang Mulyana.

Mulyana tidak menampik, bahwa usahanya dapat berkembang, sukses dan berhasil seperti sekarang ini bukanlah hal mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Awal merintis beternak bebek, nyaris saban hari ia dan isterinya harus berkeliling pasar tradisional untuk menawarkan telur guna mencari pembeli dan pelanggan.

Baca juga   Begini Anak-anak Desa Nglobo Dukung Atlet Jateng Berlaga di PON XX Papua

“Saya tidak bohong. Awal merintis beternak bebek ini, saban pagi usai mengambil telur-telur di kandang, saya dan isteri pergi ke pasar menawarkan telur-telur hasil ternak bebek kami. Bahkan, pernah juga saya mengalami sehari tidak ada pembeli dan telur kami bawa pulang dalam keadan utuh,” kenang Mulyana.

Tapi seiring perjalanan waktu, usaha dan perjuangannya yang tak kenal lelah membuahkan hasil. Kini ia tak perlu lagi berkeliling menjajakan dan menawarkan telur-telur bebek hasil peternakannya. Saban hari secara bergantian pelanggan-pelanggan banyak berdatangan langsung ke kandang miliknya.

Dalam kesempatan itu, Mulyana juga bersedia membagi tips kesuksesannya menjalankan bisnis peternakan bebek. Modal pertama yang harus dimiliki adalah tekad dan ketelatenan.

“Intinya, jangan kenal menyerah, jika ada kemauan pasti ada jalan dan bisa sukses. Untuk urusan modal tidak perlu merogoh kantong yang besar, tapi bisa dimulai dari kecil. Ingat pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit,” katanya.

Diakhir obrolan, pria yang dikenal murah senyum ini berharap usaha sampingan seperti yang dilakukannya bisa menjadi inspirasi rekan-rekan atau masyarakat luas lainnya sebagai bekal dimasa tua. Terlebih yang mendekati masa purna bhakti (pensiun) dan tentunya tanpa mengganggu tugas dan rutinitas utamanya.   (N2)

Share :

Baca Juga

Selain banyak diminati konsumen di Indonesia, batik ciprat ini mulai diminati para konsumen dari Malaysia dan Irlandia. (Foto:Diskominfo Kabupaten Temanggung)

Plus

Batik Ciprat Difabel Diminati Pasar Malaysia dan Irlandia
Anak-anak di Desa Nglobo mengekspresikan dukungannya pada atlet Jateng yang berlaga di PON XX Papua dengan menggambar. (Foto: Dokumentasi Sedulur Art Blora)

Plus

Begini Anak-anak Desa Nglobo Dukung Atlet Jateng Berlaga di PON XX Papua
Komunitas Mutiara Berbagi, bagikan nasi gratis untuk kaum duafa di sekitar sekolah. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Plus

Jumat Berkah, Komunitas Mutiara Berbagi untuk Kaum Duafa
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT Solar Indonesia melalui inovasi gerobak listriknya. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Plus

Gelis Bantu Digitalisasi UMKM Pasarkan Produknya
(Ilustrasi: agoes jumianto)

Plus

Pantau Pasien Isoman, Muhammad Alive Ciptakan Gelang ‘Laron’
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menerima bibit pohon dari Fahmi Ali dan Lukman, yang berkeliling Indonesia mengkampanyekan menanam pohon. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Plus

Bersepeda Keliling Indonesia, Fahmi dan Lukman Kampanyekan Menanam Pohon
Ganjar Pranowo saat mampir ke salah satu toko roti di Pati. (Foto: Humas Jateng)

Plus

Omset Jatuh Selama PPKM, Tri Isnaeni Kembali Bersemangat Dikunjungi Pak Ganjar
Sebagian pengurus Kajianmu saat rapat. Foto: nyatanya.com/Sulis

Plus

Kajianmu, Bantu Bisnis Online Tanpa Modal