Home / Gayahidup

Selasa, 2 November 2021 - 22:40 WIB

Mapstrack, Komunitas Gowes Jakarta Taklukkan Rute Tumpeng Menoreh

Komunitas Mapstrack Jakarta ini sengaja datang ke Magelang menjajal rute gowes di lereng bukit Menoreh yang menantang dan eksotik. (Foto: Humas/beritamagelang)

Komunitas Mapstrack Jakarta ini sengaja datang ke Magelang menjajal rute gowes di lereng bukit Menoreh yang menantang dan eksotik. (Foto: Humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Upaya mengenalkan kawasan wisata di Magelang kepada masyarakat luas di musim pandemi ini, dilakukan oleh pecinta gowes dari Jakarta yang tergabung dalam komunitas Mapstrack.

Mereka sengaja datang ke Magelang membawa sepeda dan menyusuri kawasan-kawasan wisata terutama di lereng bukit Menoreh.

Berjumlah 200 orang, akhir pekan lalu mereka datang menjajal rute yang menantang di perbukitan Menoreh, dengan jalanan terjal, naik turun, tanjakan tajam dan berliku seperti jalan menanjak di Menoreh, dan juga Nepal Van Java.

Mereka datang ke Magelang dengan menumpang bus, kereta api dan juga menggunakan mobil pribadi. Mereka mengaku tidak sabar menjajal rute menantang yang ada di wilayah Magelang.

“Sudah sejak sebulan lalu kami membooking beberapa hotel di Magelang,” kata Kriswanto, founder Mapstrack, Selasa (2/11).

Baca juga   Kelompok Seni Magelang Terima Bantuan Kostum dan Alat Musik Tradisional

Ia mengatakan, gowes ke Menoreh selain memang ingin memperkenalkan destinasi wisata Magelang dan jalur sepeda, juga ingin memperkenalkan wisata Kuliner Magelang.

“Banyak jalur jalur gowes di Magelang yang asyik dan membuat adrenalin meningkat,” ucap Kriswanto.

Pria asli Magelang ini ingin memperkenalkan keindahan dan keunikan Magelang dengan pesona alam dan kuliner yang lezat. Seperti getuk, kupat tahu, mie Jawa, ronde dan lain sebagainya.

Imam, salah satu pegowes menambahkan, dirinya juga asli Magelang yang sudah lama tinggal di Jakarta. Ia sengaja memprovokasi teman-teman sesama pegowes untuk ke Magelang, menikmati suasana dan keindahannya. Ia juga mengatakan, hampir semua peserta merasakan pedihnya tanjakan Menoreh.

Baca juga   Hindari Kerumunan, Ketep Pass Kerja Sama dengan Jeep Wisata Distribusikan Pengunjung

“Hampir semua mengatakan, jalur Menoreh via Salaman sangat gila, tajam, nyeremin, tapi nagih,” selorohnya.

Mapstrack sendiri sebenarnya sudah dua kali hadir ke Magelang, sebelumnya mereka menjajal Telomoyo menjadi tujuan gowes.

Usai dari Menoreh dan menjajal kuliner di Tumpeng Menoreh, mereka juga menyempatkan diri gowes di Nepal Van Java, di lereng Gunung Sumbing, Kaliangkrik.

Banyak pegowes Jakarta yang penasaran dengan keindahan dan keeksotikan Dusun Butuh yang dikenal dengan Nepal Van Java.

“Ternyata memang eksotik, indah dan sejuk,” ujar Imam.

Ia pun berencana akan kembali mengajak teman-teman pegowes lainnya untuk kembali ke Magelang, menikmati keindahan wisata yang kali ini belum semua tereksplor. (*)

Share :

Baca Juga

Foto: Ist/Genbest

Gayahidup

Sebelum Memberikan Suplemen Vitamin pada Anak, Ketahui Dulu Fakta Ini
Kopi arabica typica dari Tiom ditanam pada ketinggian 2.150 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Lahan di ketinggian memang cukup bagus untuk kopi arabica. Iklim memang sangat berpengaruh terhadap rasa. (Foto:indonesia.go.id)

Gayahidup

Cerita Tentang Kopi Tiom yang Laku Rp5,3 Juta per Kilogram
Balai Pemuda Surabaya. Foto: ist/selalu.id

Gayahidup

Jalan Tunjungan Ditata Ulang, Fashion Week Dialihkan Sementara ke Balai Pemuda
(Foto: Istimewa)

Gayahidup

Ini Daftar Daerah yang Mendapatkan Perangkat TV Digital STB Gratis untuk Warga Miskin
All New Suzuki Ertiga Hybrid. Foto: Ist

Gayahidup

All New Suzuki Ertiga Hybrid Mengaspal di Indonesia, Harganya Bikin Lawan Gemetar

Gayahidup

Gemini, Daripada Stres Lakukan Hal Sesukamu di Dalam Kamar

Gayahidup

Aquarius, Jangan Cepat Menyerah Adalah Kuncimu Hari Ini
Rembang Fashion Parade 2021, jadi ajang melaunching brand “Batik Lasemku”. (Foto: Diskominfo Jateng)

Gayahidup

Dari Rembang Fashion Parade 2021, Batik Lasemku Kian Mendunia