Home / Wisata

Sabtu, 18 September 2021 - 23:04 WIB

Masih Banyak Wisatawan Belum Instal Aplikasi PeduliLindungi

Ternyata belum semua wisatawan menginstal plikasi PeduliLindungi sebagai syarat mengunjungi Candi Borobudur. (Foto: Humas/beritamagelang)

Ternyata belum semua wisatawan menginstal plikasi PeduliLindungi sebagai syarat mengunjungi Candi Borobudur. (Foto: Humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Hari pertama uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Taman Wisata Candi Borobudur, masih menemui hambatan. Terutama masih banyak wisatawan yang belum menginstal aplikasi PeduliLindungi pada smartphonenya. Hal itu menjadikan ada kerumunan di lokasi check-in QR PeduliLindungi.

Plt GM Taman Wisata Candi Borobudur, Mawardi mengatakan, hambatan yang muncul bukan hanya dari sistem, namun juga dari kesiapan wisatawan itu sendiri.

“Masih banyak yang belum menginstal aplikasi ini, sehingga wisatawan harus menginstal terlebih dulu,” kata Jamal saat memantau uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi di Taman Wisata Candi Borobudur, Sabtu (18/9/2021).

Saat menginstal aplikasi ini, menurut Jamal, juga memerlukan waktu karena belum tentu sekali instal bisa langsung bisa.

“Kami ada customer service untuk membantu wisatawan menginstal aplikasi PeduliLindungi,” tutur Jamal.

Baca juga   Petani Padi Payaman Panen Empat Varietas Unggulan Baru

Hambatan lain adalah saat memindai QR Peduli Lindungi (Barcode), ada yang sudah langsung lancar, namun ada juga yang harus berkali-kali bahkan sama sekali tidak bisa. Hal itu bisa terjadi karena ada kendala di internet HP masing-masing.

Hambatan-hambatan yang muncul di hari pertama uji coba ini akan dievaluasi untuk dicarikan solusinya. Sementara itu, pihaknya akan secara masif mengkampanyekan penginstalan aplikasi PeduliLindungi baik langsung maupun melalui media sosial.

“Perlu proses edukasi secara kontinyu. Baik kepada wisatawan yang sudah sampai di Borobudur atau sebelum mereka memutuskan untuk berkunjung ke Borobudur,” ujarnya.

Pihaknya juga berencana akan menambah alat pemindai untuk menghindari kerumunan. Saat ini alat pemindai yang disediakan baru ada enam.

Di sisi lain, saat uji coba pembukaan kembali candi Borobudur, ada beberapa wisatawan yang terpaksa putar balik, karena ditolak saat screening.

Baca juga   Jateng Targetkan 75 Ribu Vaksin PMK Disuntikkan dalam Minggu Ini

“Ya ada beberapa yang sudah putar haluan karena ditolak. Contohnya karena rombongan keluarga, yang lain sudah divaksin, hanya tinggal istri yang belum. Maka dengan tegas, petugas meminta rombongan itu untuk putar balik, karena vaksin menjadi syarat mutlak bagi wisatawan yang berkunjung,” imbuhnya.

Selain itu pihaknya masih belum mengizinkan anak-anak di bawah 12 tahun untuk berwisata ke candi peninggalan dinasti Syailendra ini. Sebab anak-anak sampai saat ini masih belum mendapatkan vaksin.

Mira (50) wisatawan asal Jakarta mengaku semakin terlindungi dengan adanya aplikasi PeduliLindungi saat berwisata ke candi Borobudur. Ia tidak merasa khawatir berwisata, karena merasa ada jaminan kesehatan.

“Jadi yang benar-benar sehat dan sudah vaksin yang diperbolehkan untuk masuk kawasan candi,” katanya. (*)

Share :

Baca Juga

Peringatan 1 Syawal 1443 H/Alip 1955, Keraton Yogyakarta menggelar serangkaian agenda dari mulai pembagian ubarampe Gunungan Syawal hingga Ngabekten secara terbatas. (Foto: mc.kratonjogja)

Wisata

Belum untuk Umum, Keraton Yogyakarta Bagikan Ubarampe Gunungan Syawal Secara Terbatas
Di kawasan bukit Situmbu Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal ini wahana eduwisata bernama Taman Syailendra akan dibangun Pemkab Batang. (Foto: MC Batang)

Wisata

Batang Bangun Taman Syailendra Sebagai Wahana Eduwisata Sejarah
Ilustrasi bersepeda sembari menikmati keelokan sudut kota Yogya menjadi aktivitas yang menyenangkan. (Foto: Agoes Jumianto)

Wisata

Yogowes Monalisa, Wisata Alternatif Kota Yogya Melalui Sepeda
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengapresiasi Kementerian PUPR atas selesainya pembangunan Concourse atau jalan menuju Candi Borobudur. (Foto: humas/beritamagelang)

Wisata

Wisatawan Wajib Tau, Naik Candi Borobudur Harus Pakai Sandal Upanat
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya. (Foto: Kanal Youtube FMB9)

Wisata

Masyarakat Diminta Jadi Wisatawan Bertanggung Jawab saat Nataru
Foto: InfoPublik/ Wandi

Wisata

Demi MotoGP Mandalika 2022, Resto di Kuta Lombok Bersolek
Perusahaan Umum Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng Kota Magelang resmi menjadi Taman Kyai Langgeng Ecopark (TKL Ecopark) mulai 2 Februari 2022. (Foto: MC Magelangkota)

Wisata

Siap Jadi Obwis Unggulan, Taman Kyai Langgeng Punya Nama Baru TKL Ecopark
Prosesi pelarungan kepala kerbau pada Pesta Lomban Tahun 2022. (Foto Dok. DiskominfoJepara)

Wisata

Tradisi Larungan Kepala Kerbau di Jepara Berlangsung Meriah, Disambut Antusias Ribuan Warga