Home / News

Senin, 24 Mei 2021 - 23:50 WIB

Masih Pandemi, Perayaan Waisak 2021 di Borobudur Ditiadakan

Perayaan Waisak di Candi Borobudur. Foto: nyatanya.com/ Humas Pemprov Jateng

Perayaan Waisak di Candi Borobudur. Foto: nyatanya.com/ Humas Pemprov Jateng

NYATANYA.COM, Magelang – Pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga hari ini membuat pelaksanaan perayaan ibadah Hari Raya Waisak 2021 di Candi Borobudur ditiadakan. Dan ini menjadi peniadaan kedua kalinya, setelah tahun 2020.

Menurut Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Kabupaten Magelang, Saring, sudah dua tahun ini perayaan Waisak tidak diadakan di Borobudur.

“Tidak ada edaran untuk mengadakan kegiatan yang kaitannya dengan Waisak. Di Candi Borobudur tidak ada,” kata Saring di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kabupaten Magelang, Senin (24/5/2021).

Baca juga   Jokowi Resmi Tetapkan PPKM Darurat Jawa-Bali Mulai 3 Sampai 20 Juli 2021

Perayaan Waisak disarankan dilakukan secara virtual. Sekiranya perayaan akan dilakukan di vihara, hanya dapat dilakukan di zona hijau dengan pembatasan jumlah peserta.

“Kalau di vihara masih diperbolehkan, misalkan mengadakan detik-detik Waisak. Cuma umatnya dibatasi hanya 30 persen. Disarankan hanya dilakukan oleh para biku dan pandeta,” ujar Saring.

Pelaksanaan perayaan Waisak di vihara yang berada di zona hijau juga harus memperhatikan daerah asal para jemaat. Jemaat yang berasal dari wilayah zona merah pencegahan penyebaran Covid-19, dilarang mengikuti perayaan Waisak.

Dijelaskan Saring, terdapat 6 vihara yang masuk dalam binaan Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Kabupaten Magelang. Sebanyak 2 vihara berada di dekat Candi Mendut, Vihara Graha Padmasambhava Borobudur, Vihara Tri Narmada Grabag, Klenteng Hok An Kiong Muntilan, dan Vihara Padma Suci Mertoyudan.

Baca juga   Siapkan Rp95juta per 50 Orang untuk 14 Hari, Pemda DIY Sediakan 59 Shelter Isolasi

Saring memperkirakan, tidak semua vihara dapat mengikuti perayaan Waisak secara virtual. “Hanya mengadakan kegiatan. Contoh seperti di Grabag karena umatnya tidak terlalu banyak, boleh hanya mengadakan misalnya ketua, sekretaris, dan bendahara saja. Jadi prokes harus betul dipatuhi, tidak boleh dilanggar,” jelas Saring. (*)

Share :

Baca Juga

Vaksinasi yang digelar alumni AKPOL angkatan 1995 eks yon Patriatama di halaman parkir Unit Teater dan Pentas Ramayana Prambanan. (Foto: media_twc)

News

Vaksinasi Pelajar dan Pelaku Wisata di Prambanan Targetkan 3.000 Dosis

News

Gandeng TNI/Polri, PMI DIY Diminta Bantu Percepat Vaksinasi
Menteri Luhut Binsar Pandjaitan kunjungi Malioboro dan bertemu sejumlah PKL. (Foto: dokumentasi Kodim Yogya)

News

Luhut Binsar Pandjaitan Sambangi Malioboro
Ilustrasi:nyatanya.com

News

Zona Merah di Jateng Bertambah Jadi 13 Wilayah
Ganjar Pranowo. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Masih Banyak Perusahaan Tak Sepenuhnya Jalani Ketentuan PPKM Darurat
Foto tangkapan layar percakapan WA yang mengatasnamakan Wakil Bupati Purworejo. (Foto:nyatanya.com/Humas Purworejo)

News

Awas Aksi Tipu-tipu! Nama Wakil Bupati Purworejo Dicatut
Foto: nyatanya.com/istimewa

News

Dalam Sehari Sudah 13 Kali Gempa Guncang Banten
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Tambah 2.089 Orang