Home / Wisata

Rabu, 6 Oktober 2021 - 17:49 WIB

Masuk Lokasi Wisata di Klaten Harus Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Wisatawan yang akan masuk tempat wisata harus mengikuti screening dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. (Foto:istimewa/Diskominfo Klaten)

Wisatawan yang akan masuk tempat wisata harus mengikuti screening dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. (Foto:istimewa/Diskominfo Klaten)

NYATANYA.COM, Klaten – Perubahan level PPKM di Kabupaten Klaten membawa angin segar bagi pelaku pariwisata. Hal ini sehubungan siap dibukanya obyek wisata di daerah PPKM level 2.

Seperti diketahui, wilayah aglomerasi Solo Raya termasuk Kabupaten Klaten ditetapkan sebagai wilayah level 2 setelah sebelumnya berada di level 3. Perubahan status tersebut berimbas pada penerapan kebijakan baru, termasuk tempat wisata yang diizinkan buka dengan ketentuan khusus.

Dalam Instruksi Bupati Klaten Nomor 19 Tahun 2021 tentang PPKM level 2, disebutkan fasilitas umum seperti area publik, taman, tempat wisata, serta area publik lainnya, diizinkan buka dengan maksimal 25 persen dari kapasitas. Sementara jam operasional dibatasi dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

Baca juga   Percepat Vaksinasi, Pemkab Klaten Siapkan 538 Vaksinator

“Ketentuan yang diberlakukan untuk memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan secara disiplin di tempat wisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudparpora) Klaten, Sri Nugroho, Rabu (6/10/2021).

Selain pembatasan jumlah pengunjung, wisatawan yang akan masuk tempat wisata harus mengikuti screening dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Dalam aturan yang menindaklanjuti Instruksi Mendagri Nomor 47 Tahun 2021 tersebut, juga disebutkan wisatawan yang masuk ke tempat wisata juga menunjukkan sertifikat vaksinasi minimal dosis pertama.

Baca juga   Baru di Magelang, Wisata Adventure Lembah Tapal Batas Mesir

“Untuk screening dengan PeduliLindungi masih diujicobakan, di beberapa lokasi wisata masih terkendala sinyal,” paparnya.

Menurutnya sebelum diizinkan secara resmi, simulasi pembukaan tempat wisata sudah digelar di beberapa tempat. Simulasi ditekankan pada pengawasan penerapan protokol kesehatan, baik untuk pengunjung maupun pengelola.

“Pengelola sudah diimbau untuk memperhatikan disiplin prokes. Terutama kapasitas yang diizinkan, jangan sampai melebihi aturan yang sudah diberlakukan. Masyarakat juga diminta memperhatikan prokesnya saat berwisata,” ungkapnya. (*)

Share :

Baca Juga

Penampakan Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga hasil penataan Kementerian PUPR. (Foto: Dok.Kementerian PUPR)

Wisata

Masuk KSPN ‘Bali Baru’, Danau Toba Punya Wajah Baru
Heroe Poerwadi saat menghadiri sosialisasi gerakan wisata sehat yang diadakan oleh Direktorat Informasi, Komunikasi, Perekonomian, Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, di kampung Notoprajan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Gerakan Wisata Sehat, Upaya Pulihkan Ekonomi Pariwisata Kota Yogya
Pelaku wisata di Bukit Cinta menerima bantuan sembako dari Pemkab Semarang. (Foto:Diskominfo Kab Semarang)

Wisata

Pelaku Wisata di Bukit Cinta Terima Bantuan Sembako
Ilustrasi, hasil penataan Labuan Bajo (Dok. Kementerian PUPR)

Wisata

Jadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Labuan Bajo Terus Bersolek
Desa Wisata Sumberbulu mengusung konsep memberdayakan masyarakat sekitar, baik dari kalangan karang taruna, petani, dan pelaku UMKM. (Foto:Diskominfo Jateng)

Wisata

Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar Masuk 50 Besar Pilihan Kemenparekraf
Minuman alami berbahan serai digemari berbagai kalangan. (Foto: nyatanya.com/Sulis)

Wisata

Pilih Minuman Alami, Bagian dari Back to Nature
Kepala Disparpora Kabupaten Magelang meninjau Vaksinasi Merdeka Candi Polres Magelang bagi pelaku pariwisata di Pendopo dr Soepardi Sawitan Kabupaten Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

‘Vaksinasi Merdeka Candi’ Sasar Pelaku Wisata dan Ekonomi Kreatif
Wakil Bupati Yuli Hastutiberharap para pengelola desa wisata di Purworejo didorong untuk menerapkan program inklusi, dengan cara menyediakan fasilitas yang ramah bagi warga penyandang disabilitas. (Foto: Diskominfo Purworejo)

Wisata

Purworejo Kembangkan Desa Wisata Inklusi