Home / News

Kamis, 30 September 2021 - 13:44 WIB

Masuk Musim Hujan, 5 Kasus DBD ditemukan di Temanggung

Penyemprotan dilakukan seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lokasi penderita DBD. (Foto: MC Temanggung)

Penyemprotan dilakukan seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lokasi penderita DBD. (Foto: MC Temanggung)

NYATANYA.COM, Temanggung – Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung meminta masyarakat mewaspadai potensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat memasuki musim hujan. Pada September ini, Dinkes Temanggung sudah menemukan lima kasus penderita DBD.

“Kita harus tetap menjaga kebersihan agar terhindar dari demam berdarah, karena kami menemukan ada lima kasus DBD di Temanggung. Kelima penderita itu sempat dirawat di rumah sakit, dan alhamdulilah sekarang sudah sembuh,” kata Sekretaris Dinkes Temanggung, Dwi Sukarmei, Rabu (29/9/2021).

Sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah tersebut, dengan menggandeng petugas Puskesmas dan kader desa, Dinkes gencar melakukan sosialisasi gerakan 3M, yakni menguras air di penampungan, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Baca juga   Ruang UGD Rumah Sakit Mulai Sepi Pasien Covid-19

“Terkait kondisi cuaca yang belakangan masuk musim hujan, Dinkes gencar melakukan sosialisasi maupun program. Salah satunya melakukan promosi seksi kesehatan kepada masyarakat,” ujar Dwi.

Pihaknya juga terus monitoring tempat-tempat yang rawan DBD. Apabila ada gejala penyakit, akan segera ditangani, karena tenaga kesehatan sudah siaga.

Selain melakukan sosialisasi, Dinkes sudah melakukan penyemprotan di beberapa titik yang terindikasi terjadi DBD di Kecamatan Temanggung.

“Kami sudah melakukan penyemprotan juga di beberapa titik. Penyemprotan dilakukan seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lokasi penderita DBD,” imbuhnya.

Dijelaskan, penyakit demam berdarah disebabkan virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua nyamuk itu menggigit pada pagi hari sampai sore menjelang petang. Gejala umumnya timbul empat hingga tujuh hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari.

Baca juga   Gunung Merapi Lontarkan Lava Pijar, Titik Api Terpantau di Lereng Barat Daya

Beberapa gejala demam berdarah, beber Dwi, demam tinggi mencapai 40 derajat celsius, nyeri kepala berat, nyeri pada sendi, otot, dan tulang. Kemudian nyeri pada bagian belakang mata, nafsu makan menurun, mual dan muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam kemerahan sekitar dua hingga lima hari setelah demam.

“Selain itu, kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening, serta pendarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming secara simbolis menyerahkan bantuan kepada perwakilan pedagang kaki lima dan pemilik warung di Aula Dharmawangsa Kodim 0735/Surakarta, Selasa (12/10/2021). (Foto:MC Surakarta)

News

2.500 Pedagang Kaki Lima dan Warung di Solo Terima Bantuan Tunai
Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Tekan Kematian Pasien Isoman, Pemda DIY Bentuk Satgas Pengawasan
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Corona DIY Kembali Melonjak, Positif Covid-19 Tambah 892 Kasus
Ruang perawatan yang semula menjadi ruang isolasi khusus, sudah mulai difungsikan kembali untuk perawatan biasa seperti dulu. (Foto: Diskominfo Kab Rembang)

News

Masuk PPKM Level 3, Pasien Covid-19 di Rembang Menurun Drastis
Konferensi pers tentang PON dan Pertumbuhan Ekonomi Papua di Media Center Kominfo Klaster Kabupaten Jayapura. (Foto:MCKominfo)

News

PDRB Papua Meningkat 1,10 Persen, PON XX Gerakkan Ekonomi Papua
dr Ronny Roekmitto. (Foto: Diskominfo Klaten)

News

Meski Turun Level, Klaten Tetap Serukan “Wiwit Jam Songo Ora Lungo”
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Hari ini 39 Pasien Covid-19 di Magelang Sembuh
Grebeg Vaksin di Desa Bendo, hampir seluruh kelompok lansia telah tervaksin Covid-19. (Foto:Diskominfo Kabupaten Boyolali)

News

Grebeg Vaksin Desa Bendo Sasar 1.753 orang