Home / Militer

Senin, 26 Juli 2021 - 11:57 WIB

Melalui Anjangsana, Satgas Yonif 512/QY Gali Potensi Wilayah di Ujung Timur Indonesia

Prajurit yonif 512 lakukan anjangsana ke rumah warga. (foto: nyatanya.com-istimewa)

Prajurit yonif 512 lakukan anjangsana ke rumah warga. (foto: nyatanya.com-istimewa)

NYATANYA.COM, Keerom – Anjangsana merupakan salah satu metode kegiatan teritorial yang dapat menciptakan suasana harmonis antara TNI dengan masyarakat, melalui  anjangsana akan diperoleh data tentang situasi dan kondisi wilayah baik dari segi Geografi, Demografi maupun Kondisi sosial masyarakat.

Melalui anjangsana Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY menggali potensi wilayah yang ada di perbatasan Papua agar dapat dikembangkan kedepanya, seperti yang dilakukan oleh Pos Kalipay meninjau pembuatan kerajinan tangan berupa tas Noken yang terbuat dari bahan dasar kulit kayu putih di Kampung Pund, Distrik Waris, Kabupaten Keerom.

Penggalian potensi wilayah yang dilakukan oleh Pos Kalipay ini ditujukan kepada kerajinan tangan yang dibuat oleh masyarakat agar dapat dikembangkan secara lebih lanjut dan dipasarkan dengan cara yang tepat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga   Danrem 072/Pamungkas Terima Audiensi ACT DIY

Ketika dikonfirmasi melalui telepon, Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat menjelaskan bahwa selain memberikan pelayan kepada masyarakat, pengalian potensi wilayah juga salah satu prioritas Satgas Yonif Mekanis 512/QY. Minggu (25/7/2021).

“Ini merupakan salah satu prioritas yang kami lakukan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua, khususnya yang berada di wilayah perbatasan. Tujuannya agar pemasaran dari kerajinan tangan tas Noken dapat tepat sasaran dan harganya meningkat, karena selama ini kerajinan tas Noken dijadikan sebagai mata pencaharian oleh masyarakat” terang Letkol Inf Taufik Hidayat.

Baca juga   Satgas TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Korban Kekejaman Kelompok Bersenjata Papua

Pembuatan tas rajut Noken bisa dilakukan dengan 2 bahan yaitu dengan bahan benang nylon dan bahan kulit kayu, anggota Pos Kalipay memberikan arahan kepada masyarakat agar harga penjulanan tas Noken di sesuaikan dengan bahan dasar dan tingkat kesulitan proses pembuatanya.

Sementara itu, Norce (53) salah satu pembuat kerajinan tangan tas Noken mengungkapkan bahwa Proses pembuatan tas Noken dari bahan kulit kayu lebih sulit karena melalui proses yang panjang mulai dari pemotongan kulit kayu, pembersihan kotoran, perendaman selama satu malam dan penjemuran hingga kering.  (N2)

Share :

Baca Juga

Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Afianto meninjau pelaksanaan TMMD ke 111 di Desa Purbayan Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. (Foto: nyatanya.com/Penrem072)

Militer

Kasrem 072/Pamungkas Kunjungi Lokasi TMMD Sengkuyung Kodim 0708/ Purworejo
Foto: Penrem 174/ATW Merauke

Militer

Danrem 174/ATW Bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Pantau Langsung Pengamanan Kunjungan Wapres RI
Foto: Satgas Yonif Mekanis 203/AK

Militer

Peran Satgas Yonif Mekanis 203/AK Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Papua
Prajurit Yonmek 512/QY bagikan beras kepada warga. (Foto: Penerangan Yon 512/QY)

Militer

Ringankan Beban Warga, Satgas Yonif 512/QY Bagikan Beras
Foto: Satgas Pamtas Yonif 126/KC

Militer

Turut Berbela Sungkawa, Satgas Yonif 126/KC Antarkan Duka ke Peristirahatan Terakhir
Foto: Dispenad

Militer

Kodam III/Siliwangi Batalkan Baiat 50 Anggota NII
Foto: Pendim 0734/Yogyakarta

Militer

Kodim 0734/Kota Yogyakarta Gelar Program Pembinaan Lingkungan Hidup di Embung Giwangan
Dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) produksi Industri Pertahanan dalam negeri menambah kekuatan Armada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. (Foto: Dispenal)

Militer

Dua KRI Baru Perkuat Power Support dan Striking Force Armada TNI AL