Home / Olga

Rabu, 6 Oktober 2021 - 21:52 WIB

Melesat bak Peluru, Sprinter Zohri-Tyas Kuasai 100 Meter

Pelari Nusa Tenggara Barat Lalu Mohammad Zohri (kiri) mencapai garis finis dalam final nomor lari 100 meter putra PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (6/10/2021). Zohri meraih medali emas, sementara pelari Nusa Tenggara Barat lainnya Sudirman Hadi meraih medali perak dan pelari Kalimantan Tengah Eko Rimbawan meraih medali perunggu. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)

Pelari Nusa Tenggara Barat Lalu Mohammad Zohri (kiri) mencapai garis finis dalam final nomor lari 100 meter putra PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (6/10/2021). Zohri meraih medali emas, sementara pelari Nusa Tenggara Barat lainnya Sudirman Hadi meraih medali perak dan pelari Kalimantan Tengah Eko Rimbawan meraih medali perunggu. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)

NYATANYA.COM, Mimika – Lintasan Stadion Atletik di Mimika Sport Complex, Jalan Charitas, SP-2, Kelurahan Wanagon, Distrik Mimika, Kota Timika, Rabu (6/10/2021) menjadi saksi bisu kehebatan para atlet nasional Indonesia yang membela daerah masing-masing.

Pada laga lanjutan cabang atletik hari ini, digelar nomor bergengsi lari 100 meter putra dan putri. Dua sprinter terbaik Indonesia, yaitu Lalu Muhammad Zohri yang mewakili Nusa Tenggara Barat dan Tyas Murtiningsih (Jawa Barat) berhasil menyentuh garis akhir paling cepat.

Di 100 meter putra, Zohri berlari secepat mungkin nyaris tanpa perlawanan dari para pesaingnya. Juara di Kejuaraan Dunia 2018 di Tempere, Finlandia ini mencatat waktu 10,46 detik. Kendati merebut emas, capaian Zohri itu masih di bawah rekor nasional atas namanya sendiri yaitu 10,03 detik yang ia ciptakan di Golden Grand Prix Atletik Osaka, Mei 2019.

Rekan seprovinsinya, Sudirman Hadi masuk garis akhir di urutan kedua dengan catatan waktu 10,68 detik. Pada perebutan perunggu, dua sprinter nasional Eko Rimbawan (Kalimantan Tengah) dan Wahyu Setiawan (DKI Jakarta) saling beradu cepat. Eko mampu berlari lebih cepat dengan waktu 10,692 disusul Wahyu (10,694 detik).

Baca juga   Silvana Lamanda, Siswi SMAN 3 Gorontalo Raih Medali Perak PON Papua

Begitu pistol start ditembakkan, pelari asal Lombok Utara tersebut langsung melesat bak peluru meninggalkan para pesaingnya. Kecepatan lari atlet 21 tahun itu semakin sulit dikejar dan tak terbendung untuk menjadi manusia tercepat di Indonesia.

Usai berlomba, Zohri menyatakan kegembiraannya bisa berlomba lagi setelah vakum di kejuaraan selama masa pandemi. “Saya bersyukur bisa memberikan yang terbaik untuk provinsi saya dan bisa menyumbang lebih banyak emas bagi NTB,” kata Zohri. Ia akan kembali berlaga pada 200 meter dan estafet 4×400 meter putra.

Di bagian putri, sprinter Jabar Tyas menjadi pemilik waktu tercepat di nomor final 100 meter. Ia mengemas catatan waktu 11,79 detik untuk memboyong emas ke Bumi Pasundan. Ia membayar lunas kegagalannya sewaktu PON 2016 yang digelar di kandangnya.

Baca juga   Wagub GPAA Paku Alam X Kunjungi Atlet DIY di PON Papua

Tak hanya merebut emas, ia juga puas karena berhasil meninggalkan wakil Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo, Alvin Tehupeiory (Maluku) yang harus puas finish di urutan keempat. “Saya hanya bisa bersyukur di PON kedua saya ini bisa tembus final. PON pertama saya gagal,” kata Tyas.

Rekan seprovinsi Tyas yaitu Erna Nuryanti merebut perak dengan waktu 11.90 detik disusul Hasruni (Bengkulu) dengan torehan waktu 11,95 detik. Seperti halnya Zohri, Tyas pun gagal mencetak rekornas meski merebut emas.

Hanya bedanya, Tyas berhasil memecahkan rekor PON untuk lari 100 meter putri. Tyas mencetaknya ketika babak penyisihan dengan waktu 11,67 detik. Semula catatan waktu terbaik 100 meter putri PON dipegang sprinter Maluku Irene Truitje Joseph dengan 11,73 detik. Irene menciptakannya pada PON 2000 di Jawa Timur. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Ni Nengah Widiasih berhasil meraih perak powerlifting 41kg putri Paralimpiade Tokyo 2020.(Foto:dok/npcindonesia/kemenpora.go.id)

Olga

Ni Nengah Raih Medali Perak Pertama Indonesia Paralimpiade Tokyo 2020
Menpora Amali saat menghadiri acara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021 di Studio Outdoor Indosiar, Jakarta, Selasa (17/8/2021) malam. (Foto:egan/kemenpora.go.id)

Olga

Menpora Amali Apresiasi ke-68 Paskibraka Usai Tugas Mulia
Ujian pertama berhasil dilewati Gregoria Mariska Tunjung dalam laga pembuka penyisihan grup M tunggal putri. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Gregoria Mariska Tunjung Menangi Laga Pembuka Grup M
Kontingen Jawa Timur keluar sebagai juara umum cabor panahan di PPON XX 2021 dengan 7 medali emad dan 2 perak.(Foto: MC Diskominfo Prov Jatim)

Olga

Raih 7 Medali Emas, Jatim Juara Umum Panahan PON XX
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo kembali menyambut kedatangan Tim Kontingen Indonesia kloter 4 untuk Paralimpiade Tokyo 2020 di Bandara Haneda Tokyo Jumat. (Foto:dok/npcindonesia/kemenpora.go.id)

Olga

Sambut Kloter 4, KBRI Tokyo Siap Dukung Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020
Ganjar Pranowo dan pelajar asal Papua dalam puncak peringatan Haornas 2021. (Foto: Humas Jateng)

Olga

Kepada Ganjar, Pelajar Papua Ini Ungkapkan “Aku Tresna Karo Kowe”
Atlet 110 Meter Gawang Putra 304 RIO MAHOLTRA (BIRU) asal Sumatera Selatan berhasil finis terdepan dengan catatan waktu 14.11 mengungguli Hirzan Rahmadon (14.33) diposisi 2. 304 RIO MAHOLTRA (BIRU) berhasil meraih medali emas di lari 110 meter gawang putra. Timika. (Foto: Humas PPM/ Fernando Rahawarin)

Olga

Rio Maholtra Pecahkan Rekor Lari Gawang 110 Meter
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia diharapkan dapat mempertahankan optimisme di Olimpiade 2020 Tokyo. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Alan Budikusuma: Tunggal Putra Harap Jaga Semangat Optimisme