Home / Plus

Kamis, 2 Desember 2021 - 11:09 WIB

Melukis di Atas Daun Bodhi, Hasilnya Natural dan Eksotis

Budiyono menunjukan lukisan daun Bodhi yang telah dipisahkan pigmennya, sehingga menjadi media lukis yang eksotis. (Foto: humas/beritamagelang)

Budiyono menunjukan lukisan daun Bodhi yang telah dipisahkan pigmennya, sehingga menjadi media lukis yang eksotis. (Foto: humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Melukis atau membatik dengan media daun Bodhi atau Bodhi Leaf, merupakan seni yang sederhana, namun hasilnya menakjubkan. Karena lukisan di atas daun Bodhi menimbulkan kesan natural dan eksotis.

“Cara menggambarnya biasa saja, hanya tidak perlu ditekan cukup digoreskan ringan, agar daun Bodhi sebagai media lukis tidak hancur,” ucap Seniman Pelukis daun Bodhi, Budiyanto.

Budiyanto menerangkan, dalam mempersiapkan daun Bodhi sebagai media gambar melalui beberapa proses, pertama daun direndam dalam air selama 30 hari, agar pigmen daun atau klorofil lembar daun yang berwarna hijau bisa terlepas dari tulang daun.

Setelah 30 hari direndam kemudian daun dibersihkan dan dijemur lalu direbus sebentar dan dikeringkan. Setelah kering daun disikat untuk membersihkan pigmen daun yang masih menempel lalu dijemur kembali.

Baca juga   Mitigasi Bencana, BPBD Magelang Periksa Kelayakan Tempat Evakuasi

“Paling bagus direndam dengan air hujan, maka lebih cepat pigmen daun terpisah dari tulang daun. Dimana tulang daun ini yang akan dipergunakan sebagai media lukisan,” papar Budiyono, yang belajar secara otodidak ini.

Setelah siap, maka tulang daun tersebut bisa dilukis atau digambar dengan menggunakan pensil 8B atau dengan Krayon warna. Adapun untuk membatik menggunakan pewarna pasta.

“Dalam proses melukis cukup digoreskan saja jangan ditekan, karena tulang daun Bodhi ini rapuh rawan patah,” jelas Budiyono.

Adapun pemilihan daun Bodhi ini dikarenakan lokasi workshop Galeri Godong Pawon, berada di Jalan Candi Pawon Brojonalan Borobudur, dekat dengan Candi Pawon yang merupakan Candi Buddha. Di tempat ini juga melayani edukasi melukis daun Bodhi kepada wisatawan.

Baca juga   Ikuti Program Kampus Mengajar, Dua Mahasiswa DKV ISI Surakarta Buat Program Kreatif

“Dalam sejarah Agama Budha, Sang Budha Gautama menerima pencerahan saat berada di bawah pohon Bodhi, sehingga daunnya cocok digunakan sebagai media seni di wilayah Candi Pawon.

Sebenarnya ada daun lain yang juga bisa digunakan, yaitu daun Sirsak,” tutur Budiyono.

Setelah dilukis atau digambar daun Bodhi tersebut bisa dipigura sebagai pajangan yang menarik tentunya.

“Bisa digambar bebas seperti pemandangan alam atau apapun. Kalau saya lebih suka menggambar relief Candi Borobudur.

Di samping itu saya juga membudidayakan pohon Bodhi agar lebih mudah mencari bahan baku sendiri,” pungkas Budiyono.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Kreativitas warga Balirejo tak berhenti disitu, mereka juga berinovasi dengan hasil panen strawberry. Strawberry tersebut diolah oleh ibu-ibu PKK kampung Muja muju menjadi berbagai camilan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Warga Balirejo Sulap Gang Gersang Jadi Kebun Strawberry
Winarno (berkacamata) bersama karyawan membawa tegel motif Corona yang dilaunching Senin (20/12/2021). (Foto: humas/beritamagelang)

Plus

Kreatif, Win Art Solution Bikin Tegel Motif Corona
Santripreneur Award 2021 yang diselenggarakan oleh Santripreneur Indonesia ini melombakan para santripreneur dalam tiga kategori yakni Kuliner, Industri, Perdagangan dan Jasa, serta Kreatif. (Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Plus

Menparekraf Berharap “Santripreneur Award” Jadi Pioner Pengembangan Kewirausahaan Indonesia
Gubernur Ganjar Pranowo saat dialog bersama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Minggu (19/12/2021) usai resmikan Hetero Space Solo. (Foto: Diskominfo Jateng)

Plus

Resmikan Hetero Space Solo, Ganjar Berharap Lahir Startup Unicorn Baru
Budidaya tumbuhan keladi sedang menjadi primadona pecinta tanaman hias. Motif daunnya yang warna-warni dan cantik membuat tanaman ini banyak diminati masyarakat. Kini Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta tengah mengembangkan budidaya tanaman keladi melalui kultur jaringan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

DPP Kota Yogya Kembangkan Tanaman Keladi Langka dengan Kultur Jaringan
Warga Desa Kalirejo antusias ikuti pelatihan membuat blangkon. (Foto: humas/beritamagelang)

Plus

Pemdes Kalirejo Gelar Pelatihan Membuat Blangkon
Tri Tunggal mengaku mengembangkan konsep marketing sedekah. Tidak punya tim pemasaran, namun kualitas produk dan kepercayaan pelanggan sangat dijaga, termasuk kebiasaannya yang gemar sedekah. (Foto:Diskominfo Kab Klaten)

Plus

Pensiun Dini, Tri Tunggal Sukses Kembangkan Bisnis Berbasis Marketing Sedekah
Kegiatan pelatihan pembuatan Iket Jingkengan digelar di Pendopo TIC Borobudur. (Foto: humas/beritamagelang)

Plus

Disparpora Kenalkan “Iket Jingkengan” Khas Magelang Lewat Pelatihan