Home / Plus

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 19:48 WIB

Mengenal Seni Pahat Kayu Suku Kamoro yang Tak Sembarang Orang Boleh Membuat

Ukiran kayu suku Kamoro hanya boleh dibuat oleh orang asli suku tersebut. Itulah sebabnya relatif susah menemukannya selain di daerah Papua, terutama Mimika.(Foto: Ryiadhy/InfoPublik)

Ukiran kayu suku Kamoro hanya boleh dibuat oleh orang asli suku tersebut. Itulah sebabnya relatif susah menemukannya selain di daerah Papua, terutama Mimika.(Foto: Ryiadhy/InfoPublik)

NYATANYA.COM, Mimika – Indonesia sungguh kaya akan ragam budaya. Salah satunya adalah karya seni suku Kamoro yang mendiami daerah di sekitar pesisir selatan Papua, di Kabupaten Mimika.

Karya paling terkenal dari suku ini adalah seni pahat kayu yang memiliki ciri khusus. Berbagai jenis patung, tifa, perisai, tongkat dan totem milik suku Kamoro dahulu digunakan dalam berbagai upacara adat dan ritual.

Aneka seni pahat kayu ini pun masih tetap dilestarikan di salah satu galeri yang bernaung dibawah Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe di Kabupaten Mimika, Papua.

Ketua Yayasan Maramowe, Herman Kiripi, mengatakan patung kayu yang dibuat di galeri ini memiliki ciri khusus motif sisik buaya.

Ukiran kayu suku Kamoro hanya boleh dibuat oleh orang asli suku tersebut. Itulah sebabnya relatif susah menemukannya selain di daerah Papua, terutama Mimika.

Kalaupun ada di luar Papua, biasanya dibawa untuk pameran atau memang dipesan khusus. Namun, banyak juga ukiran Kamoro yang kini menjadi koleksi di luar negeri.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung kepada ukuran dan kerumitan motifnya.

Baca juga   Pegagan Satu Diantara 5 Tanaman Air Penghias Kolam

Menurut dia, untuk membuat satu buah patung membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Hal ini tergantung dari ukuran dan tingkat kesulitanya.

“Waktu pembuatannya dua sampai tiga hari. Itu karena dia kayu utuh. Jadi dipahat, kita kasih keluar dalamnya. Jadi harus kita kerjakan sedetail mungkin,” kata Herman saat di Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe, Mimika Papua, Sabtu (9/10/2021).

Menurut Herman, di yayasan ini ada delapan orang perajin yang seluruhnya berasal dari suku Kamoro. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, pemahatan tidak boleh dilakukan terburu-buru. Pembuatan patung kayu ini dilakukan sebagai penghormaatan kepada moyang (leluhur).

“Tapi dibuat harus hati- hati. Jangan ada gangguan dari samping,” ujar dia.

Bahan baku yang digunakan adalah kayu besi. Kayu ini berlimpah di Papua. Namun, tegas dia, untuk anak-anak khususnya di Timika masih kurang berminat untuk menjadi pengrajin.

Sedangkan di daerah pesisir pantai, minat anak muda masih cukup tinggi untuk melestarikan budaya ini. Sekalipun tidak semua anak.

Ia berharap seni ukir Kamoro harus terus dilestarikan agar jangan sampai hilang. Hingga kini, kerajinan ukir Papua tinggal tersisa dari tiga suku yaitu suku Asmat, suku Kamoro dan suku Sempan.

Baca juga   Menginspirasi! Warga Blunyahrejo Sulap Lahan Mangkrak Jadi Produktif

Salah satu langkah pelestarian seni budaya ini, selain melakukan pembinaan, adalah menggulirkan ajang pameran budaya. Yayasan Maramowe juga telah mengikuti pameran di beberapa tempat seperti di Jakarta, Bali, Surabaya dan wilayah lainnya.

Pameran bertujuan agar masyarakat luas dapat mengenal lebih dekat dengan seni dan budaya suku Kamoro dan dapat menikmati budaya tersebut. Di sisi lain, pengunjung juga dapat membeli hasil karya seni ukir Papua, khususnya seni ukir khas suku Kamoro.

Selain pameran, karya seni suku Kamoro pun sudah tersedia di beberapa galeri di Jakarta, Bandung, Jawa dan Bali.

“Sempat kita ke luar itu, ke Swiss. Itu permintaan dari duta besar (dubes) sana untuk event dan pameran,” terang dia.

Yayasan Maramowe membantu melakukan pembinaan terhadap para pengukir agar mereka senantiasa dapat meningkatkan kualitas ukirannya.

Selain itu, membuka akses pasar agar kerajinan ukiran ini dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat suku Kamoro. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

AMD ahdir mendukung kualitas dari lulusan sumber daya manusia untuk mampu bersaing di tengah gempuran persaingan ketat saat ini. (Foto: Widodo)

Plus

Tampilkan Inovasi Prosesor Mobile dan CPU Data Center AMD Kelas Dunia Terdepan, AMD Gelar Teknologi Bareng AMIKOM Jogja
Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menggelar jumpa pers pendampingan IKM alumunium di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (18/2/2022). (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Rekrut Talent Creative, Pemkot Akan Dampingi IKM Aluminium dalam Ciptakan Inovasi Produk
Misi utama Skanslove Coffee adalah untuk media pembelajaran peserta didik, yang erat kaitannya dengan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. (Foto: MC Batang)

Plus

Skanslove Coffee, Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Pelajar
"Bamantara EEPISAT" beranggota lima mahasiswa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Indonesia raih Juara tiga The American Astronautical Society Student CanSat Competition di AS. Foto: Kemendikbudristek

Plus

Mahasiswa Indonesia Raih Juara Tiga Peluncuran Satelit Bidang Dirgantara di Amerika Serikat
Tanaman zodia mempunyai manfaat kesehatan. (Foto: Istimewa)

Plus

Tanaman Zodia Bantu Cegah Serangan DB
Produk usaha rumahan lilin aromaterapi dan hampers asal Kabupaten Boyolali, Nature. (Foto:Diskominfo Jateng)

Plus

Juara 3 Hetero For Startup, Pemilik Natureline: Branding-nya Berasa Sekali
Contoh prangko crypto. (Foto: InfoPublik.id)

Plus

Transformasi Prangko Digital dan Prangko Crypto
General Manager Grand Mercure, Rachmad Suwardi bersama Panitia Pusat HPN 2023. Foto: Dok.PWI

Plus

Hotel Grand Mercure Medan Bangga Ikut Menyukseskan HPN 2023