Home / Olga

Kamis, 2 September 2021 - 16:55 WIB

Menpora Amali: Pabrik Prestasi Olahraga Itu Bernama DBON

Menpora Amali dalam Sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang diselenggarakan bersama PWI dan SIWO PWI secara daring. (Foto:egan/kemenpora.go.id)

Menpora Amali dalam Sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang diselenggarakan bersama PWI dan SIWO PWI secara daring. (Foto:egan/kemenpora.go.id)

NYATANYA.COM, Jakarta – Menpora Amali memberikan opening speech pada Sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang diselenggarakan bersama PWI dan SIWO PWI seluruh Indonesia, secara daring, Rabu (1/9/2021).

Sekali lagi ditegaskan bahwa untuk meraih prestasi seorang atlet tidak bisa melalui jalan pintas, harus melalui pembinaan berjenjang dan jangka panjang.

“Tidak ada jalan pintas dalam meraih prestasi, minimum butuh waktu 10 tahun atau 10.000 jam latihan. Itu kata pakar ya,” ucap Menpora Amali.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa untuk merealisasikan seluruh tahapan tersebut kini sudah ada pedomannya yaitu DBON. Berawal dari arahan Presiden RI Joko Widodo pada Haornas ke-37 tahun lalu, kini ditekadkan akan dilaunching pelaksanaannya pada Haornas ke-38, 9 September mendatang.

“Ini merupakan perintah Presiden kepada saya yang tidak perlu ditafsirkan macam-macam karena sudah jelas. Yaitu mereview total ekosistem pembinaan prestasi olahraga nasional, hasil diskusi dengan para pakar, akademisi, dan para praktisi, lahirlah DBON. Semoga segera keluar payung hukum berupa Perpres dan tekad kita pada 9 September saat Haornas nanti kick off oleh Bapak Presiden sebagai titik awal dimulainya DBON,” tegasnya penuh optimisme.

Secara garis besar dan mendasar disebutkan isi DBON adalah pembinaan olahraga dari hulu hingga hilir. Olahraga masyarakat atau olahraga rekreasi sebagai hulu diharapkan mampu mewujudkan kebugaran, dimana dengan banyaknya talenta-talenta yang bugar jenjang-jenjang selanjutnya mudah didapatkan, sampai puncaknya pabrikasi prestasi dapat tercapai.

Baca juga   Jalani Vaksinasi ke-2, Kemenpora Ingin Capaska Jadi Contoh bagi Masyarakat

“Prestasi tidak boleh seperti sekarang, by accident, hanya menemukan kemudian dipoles dan berhenti tidak ada kelanjutan. Prestasi harus dipabrikasi, pabriknya adalah DBON, talenta yang sehat dan bugar adalah bahannya,” tambahnya.

Didalam DBON juga ditetapkan cabor apa saja yang bisa dikerjakan pembinaannya, rekrutmen atlet, dan target yang jelas dalam setiap Olimpiade hingga nanti 2044 jelang Indonesia Emas 2045.

“Tidak mungkin sekitar 70 cabor yang ada di KONI kita garap semua, sumber daya kita terbatas. Kita prioritaskan pada yang dipertandingkan di Olimpiade, kemudian dari hasil diskusi dengan para pakar kita harus memperhatikan kondisi fisik yang bisa bersaing dan unggul sehingga ditetapkan cabang-cabang yang menitikberatkan pada akurasi dan teknik,” jelas Menpora Amali.

Ada 12 cabor nomor Olimpiade dan 2 cabor yang dipersiapkan karena potensi besar mendulang medali bila menjadi tuan rumah atau ketika nanti sudah medapat dukungan sesuai persyaratan dipertandingkan di Olimpiade.

“Ada 12 nomor Olimpiade yang menjadi unggulan, yaitu bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, dayung, dan senam artistik. Sementara 2 yang dipersiapkan karena punya potensi besar yaitu pencak silat dan wushu. Jika Indonesia berhasil menjadi tuan rumah tentu mudah, sekarang masih perlu diperjuangkan untuk mendapatkan dukungan minimal 75 negara dan tersebar 5 benua. Untuk wushu relatif lebih mudah karena sudah didukung lebih dari 75 negara,” imbuhnya secara rinci.

Baca juga   Tersingkir di Beregu, Tim Panahan Indonesia Fokus ke Perorangan

Sementara Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari sebagai pembicara penutup sangat memberikan apresiasi atas lahirnya DBON. Dari pengalaman meliput pembinaan olahraga diberbagai negara yang maju prestasinya selalu ditemukan adanya pembinaan yang berjenjang, berkelanjutan, dan jangka panjang. Hal itu sekarang ada dalam DBON.

“Ini kado paling besar bagi olahraga nasional. Karena dalam DBON ada pembinaan yang berjenjang dan ada target. Yang penting berani menetapkan target, masalah hasil bisa dievaluasi. PWI khususnya SIWO PWI siap mendukung DBON, karena ini bukan hanya milik Kemenpora tetapi program nasional, kita bersama wujudkan ekspektasi yang luar biasa ini,” katanya.

Sosialisasi yang dimoderatori wartawan olahraga senior Mahfudin Nigara dan Ketua SIWO PWI Pusat Gungde Ariwangsa ini diikuti lebih dari 500 peserta, dengan narasumber selain Ketum PWI Pusat Atal Sembiring Depari, juga ada Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti, Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Akademisi Olahraga UNJ Del Asri, dan Ketua Dewan Pakar Olahraga Moch Asmawi. (*)

Share :

Baca Juga

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi secara simbolis memberikan tali asih kepada atlet PON Papua. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Olga

Pemkot Yogya Beri Tambahan Uang Saku Atlet dan Pelatih PON Papua
Menpora Amali dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Foto:Div Humas Mabes Polri)

Olga

Kapolri Keluarkan Izin Rekomendasi Liga 1 dan Liga 2
Alviyanto Bagas Prastyadi. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Olga

Berlaga di Olimpiade 2020, Alviyanto Bagas Bikin Bangga Wong Klaten
Hasil kurang memuaskan harus dialami tim panahan beregu putra Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Tersingkir di Beregu, Tim Panahan Indonesia Fokus ke Perorangan
Ganjar Pranowo saat menyapa atlet di Pelatda Jateng untuk PON XX/2021 Papua, di kompleks GOR Jatidiri Semarang. (Foto: Humas Jateng)

Olga

Gowes ke Jatidiri, Ganjar Semangati Atlet Pelatda PON Jateng
Danrem 072/ Pamungkas olahraga bersama anggotanya. (Foto: Penrem 072/Pmk)

Olga

Danrem 072/ Pamungkas Olahraga Bersama Anggota
Ujian pertama berhasil dilewati Gregoria Mariska Tunjung dalam laga pembuka penyisihan grup M tunggal putri. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Gregoria Mariska Tunjung Menangi Laga Pembuka Grup M
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melepas dua atlet dan dua pelatih dari Kabupaten Sragen, yang tergabung dalam kontingen Jawa Tengah PON XX Papua. (Foto: Diskominfo Sragen)

Olga

Optimis Raih Medali, Bupati Sragen Dukung Atletnya di PON Papua