Home / Olga

Rabu, 11 Agustus 2021 - 09:32 WIB

Menpora: Olimpiade 2020 Banyak Perubahan dan Kejutan

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali saat jumpa pers virtual tentang hasil Olimpiade 2020 Tokyo.(Foto: bagus/kemenpora.go.id)

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali saat jumpa pers virtual tentang hasil Olimpiade 2020 Tokyo.(Foto: bagus/kemenpora.go.id)

NYATANYA.COM, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menilai Olimpiade Tokyo 2020 banyak terjadi perubahan dan kejutan terkait dengan prestasi atlet dan ranking negara-negara di multi event olahraga tertinggi di dunia ini.

“Kita benar-benar memetik pelajaran yang sangat berharga bahwa di Olimpiade Tokyo ini banyak terjadi kejutan-kejutan. Banyak (peserta) yang diunggulkan di awal-awal tapi kemudian bahkan ada yang gugur di babak- babak penyisihan. Itulah olimpiade,” ujar Menpora Amali dalam konferensi pers secara virtual, Senin (9/8/2021) sore.

Pasalnya, olahraga merupakan sesuatu yang dinamis dan tidak statis. Dengan demikian, memperkirakan ukuran dalam satu pertandingan olahraga sangat berbeda dengan membuat ukuran ketika membangun infrastruktur yang sudah bisa diketahui target harus selesai misalnya dalam satu tahun. Sementara olahraga tidak bisa karena dia bersifat dinamis dan terus berubah.

“Kalau olahraga ini dinamis sehingga perkiraan-perkiraan atau analisis-analisis yang kita tetapkan di awal itu bisa saja berubah dan berbeda dengan kenyataan,” tukasnya.

Menurut Amali, para atlet dan pelatih nasional sudah melakukan upaya luar biasa untuk meraih prestasi Olimpiade Tokyo ini. Sementara dalam waktu bersamaan, sejumlah negara bahkan negara tetangga Indonesia yang dengan jumlah kontingan lebih besar dan lolos kualifikasi lebih besar tapi justru tidak memperoleh medali.

“Nah kalau dilihat perolehan kita misalnya menggunakan ukuran sebagaimana yang kita terapkan di 2016 Olimpiade Rio de Janeiro kita nggak jelek-jelek amat. Bahkan perolehan medalinya kalau dari jumlah, kita lebih dari apa yang kita peroleh di Rio de Jeneiro,” ujarnya.

Baca juga   Gowes ke Jatidiri, Ganjar Semangati Atlet Pelatda PON Jateng

Namun, setelah mempersiapkan Desain Besar Olahraga Nasional, maka paradigma terkait olimpiade pun berubah, dimana pemerintah menempatkan olimpiade sebagai target utama dan perbaikan peringkat tiap event itu berlangsung.

“Walaupun sekarang belum mulai karena kami sedang menunggu ya menunggu payung hukum. Mudah-mudahan sebentar lagi akan terbit yakni Perpres artinya begitu ada Perpres berarti grand design ini udah mulai jalan,” pungkasnya.

Meski demikian, pihaknya sudah mulai mencoba untuk menerapkan ukuran-ukuran prestasi di olimpiade berdasarkan grand design dan juga perubahan paradigma bahwa kita menjadikan olimpiade sebagai sasaran utama.

“Kalau sebelum-sebelumnya kita sering mencampuradukkan antara prestasi di SEA Games, Asian Games dan Olimpiade. Sekarang dengan Grand Design Olahraga Nasional Olahraga atau Desain Besar Olahraga Nasional kita merubah paradigma itu,” jelasnya.

Karena hal itu sesuatu yang baru, dan harus diambil sebagi tindaklanjut arahan presiden Joko Widodo untuk melakukan review total terhadap ekosistem pembinaaan olahraga nasional, maka mau tidak mau hal tersebut harus dilakukan.

“Ini pasti kita terkaget-kaget, suatu perubahan yang sangat ekstrem. Tetapi kalau kita ingin mengejar ketertinggalan dan prestasi olahraga kita. Maka jalan ini harus kita lalui, blue print, peta jalan ini harus kita lakukan dengan segala konsekuensinya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, hitung-hitungan target yang dilakukan berdasarkan dengan olimpiade terakhir atau ditetapkan perbaikan target olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Baca juga   Sambut Leani Ratri Oktila Dkk, Tagar #MenporaSambutPahlawan Trending Topik

Pada olimpiade Tokyo, Indonesia ditargetkan menempati urutan 40 atau perbaikan dari olimpiade Rio yang menempati urutan 46. Namun hasil akhir Indonesia berada di urutan 55 dengan torehan lima medali yaitu tiga medali perunggu, satu medali perak dan satu medali emas.

Perolehan tersebut sebetulnya menjadi perkembangan yang baik jika dilihat dari raihan di Olimpiade Rio 2016 yang hanya mendapatkan tiga medali yakni 1 emas dan 2 perak.

“Namun kenyataannya ada negara-negara yang saat di Brazil di Rio tidak mendapatkan medali bahkan peringkatnya jauh, sekarang mereka mendapatkan medali, ini yang akhirnya merubah posisi. Apakah kita melorot? Saya kira tidak karena kalau kita menggunakan ukuran medali kita malah bertambah,” katanya.

“Tetapi kita sudah mau berubah dengan menghitung ranking. Maka ini harus juga menyesuaikan. Ini sekaligus sebagai catatan buat NOC dan internal kami. Kita menghitung betul tentang situasi Olimpiade 2020 atau Olimpiade Tokyo,” lanjutnya.

Dengan demikian, ukuran-ukuran untuk mengukur yang akan datang, misalnya Olimpiade Tokyo diukur dari Rio itu ternyata kurang tepat. Sebab, contohnya beberapa negara yang tadinya tidak memperoleh medali akhirnya dapat mendali bahkan akhirnya rangkingnya naik.

“Akhirnya kita menyadari bahwa DBON atau Desain besar Olahraga Nasional harus segera jalan. Tidak ada pilihan lain buat kita. Karena kita akan menatap segera Olimpiade Paris 2024,” pungkas Menpora. (*)

Share :

Baca Juga

Olga

Peugeot 9X8, Didesain Untuk Balap!
Leani Ratri Oktila. (Foto:putra/kemenpora.go.id)

Olga

Leani Ratri Oktila Puji Presiden dan Menpora Setarakan Atlet Paralimpiade
Ujian pertama berhasil dilewati Gregoria Mariska Tunjung dalam laga pembuka penyisihan grup M tunggal putri. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Gregoria Mariska Tunjung Menangi Laga Pembuka Grup M
Ganjar Pranowo saat menyapa atlet di Pelatda Jateng untuk PON XX/2021 Papua, di kompleks GOR Jatidiri Semarang. (Foto: Humas Jateng)

Olga

Gowes ke Jatidiri, Ganjar Semangati Atlet Pelatda PON Jateng
Presiden Joko Widodo. (Foto:Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden/kemenpora.go.id)

Olga

Sumbang 3 Medali di Paralimpiade, Presiden Jokowi: Tak Ada yang Bisa Hentikan Leani Ratri Oktila
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (purn) Marciano Norman. (Foto:putra/kemenpora.go.id)

Olga

Ketum KONI Pusat Pastikan PON Papua XX Sesuai Jadwal
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia diharapkan dapat mempertahankan optimisme di Olimpiade 2020 Tokyo. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Alan Budikusuma: Tunggal Putra Harap Jaga Semangat Optimisme
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengungkapkan Liga 1 dan Liga 2 musim 2021/2022 rencanannya akan bergulir kembali 20 Agutus mendatang. (Foto:dokumentasi kemenpora.go.id)

Olga

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Digelar 20 Agustus 2021